
Seharusnya Alfaro tidak mengijinkan Alexa mengangkat telpon dari melinda. Sekarang lihatlah gadis itu marah padanya karena Alfaro tidak mengijinkannya melihat bagas di rumah sakit.
"Pokonya aku ga mau makan kalo ngga ketemu abang!" Tekan gadis itu.
Alfaro menghela napas panjang, dirinya bukan lelaki penyabar, Pistol, panah, pisau, cambuk dan peralatan tajam lainnya sudah menjadi teman baiknya dari kecil. Sudah dari tadi dirinya membujuk Alexa untuk makan, tapi gadis itu kekeh dengan pendiriannya..
"Ayo makan dulu Alexa, Aku tidak mau kau sakit" Ujar Alfaro mencoba untuk bersabar lagi, padahal dalam hatinya ia sudah ingin menghukum gadisnya.
"Ngga mau!" Desis Alexa, sepertinya gadis itu lupa pria di depannya ini siapa.
"Makan!" Bentak Alfaro.
"ENGGAK!" Ucap Alexa dengan nada tinggi, membuat darah Alfaro terus naik. lelaki itu mengepalkan tangannya rahangnya pun mengeras. Dan mata tajam nya melihat Alexa dengan marah.
Prang
Alfaro membanting piring yang berada di tangannya, lelaki itu muak dengan gadisnya yang keras kepala. "JANGAN MEMBANTAH PERKATAAN KU ALEXA!" Bentaknya tak kalah tinggi.
Badan Alexa pun bergetar, ia ketakutan melihat sisi kejam Alfaro.
"Kamu hanya berhak jawab iya dan iya!" Tekan Alfaro sambil mencengkram tangan Alexa, karena gadis itu terus berjalan mundur.
"Ma-maf" Ucap Alexa lirih.
"Sepertinya aku terlalu baik padamu, sampai-sampai kamu berani membantah aku lagi sekarang" Kata Alfaro sambil mengeluarkan pisaunya "Pisau ku ini sudah lama tak menyentuh kulitmu".
Ja-jangan Al itu sakit.." Ujar Alexa.
"Hukuman tetap hukuman!" Ujarnya tegas.
"Kumohon jangan" Ucap Alexa sambil menangis.
"Baiklah, karena kamu orang spesial di hidupku aku akan kasih pilihan padamu" Kata Alfaro menjeda ucapannya"Pilih pisau atau silet "Ucap lelaki itu santai.
Alexa pun menggelengkan kepalanya, pilihan itu sungguh tidak ada yang bisa menyelamatkan dirinya dari hukuman Alfaro.
"Biar aku yang pilihkan" Ucap lelaki itu.
"Aku minta maaf, ku mohon jangan".
Alfaro tidak mendengarkan perkataan Alexa, lelaki itu sudah di kuasai oleh amarah"Sepertinya silet lebih menarik" Gumam lelaki itu.
Akhhh
"Bagaimana rasanya nikmat bukan?" Tanya Alfaro sambil menggoreskan silet itu di perut rata Alexa.
__ADS_1
"sa-sakit hiks.. ini sakit Al" Ucap Alexa terus menangis dengan kencang karena Alfaro menggoreskan silet itu beberapa kali di perutnya.
"Salah mu juga, kenapa kau terus membantah ucapan ku!".
"Sudah ku mohon hentikan Akhhh". Jerit kesakitan dari mulut Alexa tak membuat Alfaro merasa iba sedikitpun pada gadis itu. Alfaro terus saja menggoreskan silet itu sesekali menjilat darah yang keluar dari sana.
"Ini sangat menyenangkan, aku tak bisa berhenti rasanya" Ucap Alfaro semakin membuat Alexa ketakutan.
DORR
Aaaaa
Teriak Alexa, tubuhnya semakin bergetar hebat kala mendengar suara tembakkan, Alfaro pun melihat marah kepada pria yang sudah mengganggu dirinya.
Di ambang pintu sudah berdiri Reyhan dengan pistol yang berada di tangannya. Tembakan Reyhan pun memecahkan vas bunga yang berada di kamar itu.
"Kau ini apa apaan ded, kau menggangguku!" Tanya Alfaro ketus sambil membawa Alexa kedalam dekapannya. Alexa semakin mengeratkan pelukannya gadis itu sungguh ketakutan.
"Kau mau membunuhnya hah?" Tanya Reyhan sambil berjalan kerah putranya.
"Cek, Aku hanya menghukumnya, dia selalu saja membantah ku!".
"Dasar bodoh! Potong saja lidahnya agar dia tak membantah mu lagi"Sahut Reyhan santai sambil memasukkan satu tangannya kedalam saku celana. Pria itu lalu berjalan keluar kamar
Alfaro pun tersenyum senang" Terimakasih ded, saran mu sangat membantu"Teriak Alfaro sambil melihat kepergian Reyhan.
"Ayo sayang, kita potong lidahmu" Ucap Alfaro semangat.
"Hiks.. ja-jangan ku mohon" Ucap Alexa dengan tubuh bergetar.
"Ayo!" Paksa Alfaro sambil menarik Alexa dengan paksa.
"Ngga!" Teriak Alexa nyaring.
"Diam!, Atau mau ku tambah hukuman mu!"
"Aku mohon jangan" Ucap Alexa lirih, tubuhnya sudah lemas sedari tadi, karena gadis itu belum makan apapun. Kepalanya pusing memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya ketika lidahnya di potong.
"Al" Ucap Alexa nyaris tak terdengar, Sebelum kesadarannya hilang.
"Hei, bangun" Ucap Alfaro panik dan menggendong Alexa ala brild style.
"Padahal aku hanya bercanda tadi" Ucap Alfaro sambil melihat wajah Alexa yang di banjiri air mata."Apakah dia benar-benar ketakutan?".
Setelah mengobati luka Alexa, Alfaro pun ikut berbaring di sisi gadis itu. Tangannya memeluk erat gadisnya tapi tak sampai pada luka yang tadi ia buat.
__ADS_1
"Selamat tidur beby"Ucapnya sambil mengecup pipi Alexa.
...........
Alexa memeluk tubuh Alfaro dengan erat, lelaki itu masih setia tidur di sampingnya. Sesekali Alexa melirik Reyhan yang memergoki percobaan kaburnya. Sudah satu jam lamanya tapi pria itu masih setia berada di sana, sambil melihat kerah Alexa dengan tajam.
Alexa merasa dirinya seperti melakukan kesalahan besar, padahal kan dirinya hanya ingin kabur dari Alfaro, dan ia rasa itu bukan sebuah kesalahan kan?.
Dengan gemas Alexa pun menggigit tangan Alfaro agar lelaki itu cepat bangun, tapi hasilnya tetap nihil. "Al bangun dong! kamu ngga mati kan? Bisik Alexa dengan suara pelan takut Reyhan mendengarnya.
Reyhan pun keluar tanpa mengatakan apapun, saat melihat Alfaro akan bangun. Ia menutup pintu dengan pelan, dalam hatinya ia sungguh kesal karena Alexa mencoba kabur dari putranya. Sampai kapanpun Reyhan tidak akan membiarkan itu terjadi, karena dirinya tau Alfaro bisa bahagia karena Alexa berada di sisinya.
Alfaro pun terkejut saat sebuah tangan kecil memeluk perutnya dengan erat"Kenapa hem"Tanya Alfaro sambil mengusap kepala Alexa lembut.
"Ngga papa, kok bangunnya lama" Jawab gadis itu.
Alfaro pun terkekeh sambil mengecup kening Alexa sekilas"Masih sakit "Tanya lelaki itu sambil mengusap parut Alexa lembut.
"Iya" Sahut Alexa sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tidak papa besok juga sembuh" Ucap Alfaro santai dan membuat Alexa semakin kesal.
Tok tok tok
Atensi keduanya teralihkan saat pintu kamar di ketuk dari luar."Masuk"Ucap Alfaro.
"Ada apa Rocky?" Tanya Alfaro saat melihat Rocky--Asistennya yang membawa berkas
"Mohon maaf tuan hari ini jam delapan anda ada meeting bersama klien" Ujar Rocky sopan.
"Tidak bisa kah kau yang menggantikan ku Rocky?".
"Tidak bisa tuan, klien kita ingin bertemu dengan mu langsung" Sahut Rocky.
"Baikalh kau bisa pergi" Ucap Alfaro.
"Saya permisi dulu taun, nona" Ucap Rocky sambil menundukkan kepalanya dan pergi dari sana.
"Siapa dia?" Tanya Alexa.
"Asisten ku, kenapa? Apa kau terus memperhatikannya?"Tanya Alfaro mengintimidasi.
"Ti-tidak aku hanya bertanya saja"Jawab Alexa gugup, padahal gadis itu terus memerhatikan Rocky. Lumayan kan buat cuci mata, Masa cogan di anggurin. Seperti itulah prinsip Alexa jika menyangkut tentang cogan.
Tapi tidak dengan Alfaro! Walaupun ia jauh lebih segalanya dari Rocky tapi lelaki itu sangat menyeramkan.
__ADS_1
Alfaro memicingkan matanya menatap kearah Alexa "Jangan coba-coba melihat lelaki lain lebih dari lima detik Alexa, bila itu terjadi. Aku akan mencongkel matamu itu" Tegas Alfaro dan pergi dari sana.