Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
School


__ADS_3

Gadis itu membuang napasnya jengah sudah berapa kali ia meyakinkan kedua orang tuanya bahwa ia akan baik saja. Kepindahannya dari kota xxxx dan ikut tinggal bersama orang tuanya membuat ia harus rela meninggalkan sekolah tercintanya di sana.


"Harusnya kamu sekolah di sekolahan abang aja de"ucap pria yang memakai seragam SMA dengan mulut yang sibuk mengunyah roti di mulutnya.


"Diem deh lo bang ga usah banyak omong " Sahutnya tak terima.


"Iya sayang abang kamu bener kok, kan nanti dia juga bisa sambil jagain kamu " Ucap seorang pria yang selalu ia sebut ayah itu.


"Bunda juga ga setuju kamu beda sekolah sama abang" Sahut sang bunda.


Kini mereka semua sedang berada di meja makan tetapi bukannya makan dengan tenang ini malahan di pakai untuk berdebat, Gadis itu berkali kali membuang napas kasar ia sungguh keras kepala Ia tak suka jika banyak di atur ia sudah besar dan juga sudah bisa menjaga dirinya sendiri.


"Kalian ga perlu khawatir di sana juga kan ada sahabat aku masa kalian lupa" Ucapnya lagi mencoba meyakinkan kedua orang tuanya.


"Tapi kan " Belum sempat abangnya melanjutkan perkataannya gadis itu sudah memotongnya terlebih dahulu.


"Udah deh bang gue bukan anak kecil lagi yang perlu di jagain dua puluh empat jam" Potongnya sambil berdiri dan memakai tasnya .Yaudah aku berangkat dulu takut telat kan ga lucu anak baru masa telat "Ucapnya sambil menyalami tangan kedua orang tuanya.


"Eh ga mau gue antar nih" Tanya abangnya


"Yaudah ayo lama si lo" Ucapnya sambil mendengus


"Yaelah sabar napa " Sahutnya sambil berpamitan kepada ke dua orang tuanya."Kita pergi dulu ya" sambungnya sambil berjalan kearah adiknya.


"Yaudah sana jangan kebut kebut bawa mobilnya" Ucap sang ayah dan di balas anggukan oleh pria itu.


"Hati hati" Teriak sang bunda yang melihat kepergian kedua anaknya yang sudah menjauh dari sana.

__ADS_1


Berkali kali gadis itu mengumpati sahabatnya. Ia meringis saat perutnya berbunyi berkali kali. Gadis itu menunduk dan memegangi perutnya yang sudah minta di isi.


Ia duduk di kantin, menunggu sahabatnya yang sedang memesan makanan yang dari tadi tak muncul muncul juga. Kantin itu tempatnya selalu ramai banyak anak anak sekolah yang sedang menikmati jam istirahat dengan mengisi perut mereka.


Entah mengapa ia merasa ada orang yang memperhatikannya, ia pun mencari tatapan itu dan terpaku pada seseorang yang duduk di bangku pojok kantin. Ia susah payah menelan Saliva nya sendiri saat pria itu menatapnya dengan tatapan yang tak bisa ia artikan.


Ia tau siapa pria itu tapi ia tak terlalu tau dan tak ingin tau juga. Meskipun ia baru sekolah di sini tapi ia sudah tahu siapa pria itu ,dari mana ia bisa tahu pria itu? dari siapa lagi kalo bukan dari Dinda sahabatnya yang biang gosip itu.


pria itu selalu di bicarakan dan banyak di kagumi oleh orang orang terutama kaum hawa. karena pria itu adalah most wanted di sekolahan ini selain itu ia juga adalah anak pemilik sekolahan. ia banyak di kagumi oleh siswi siswi di sini. Ya naman pria itu Alfaro si pria dingin yang tak tersentuh, hanya itu yang ia tau dan semoga saja selamanya akan tetap begitu.


Tak lama kemudian Gadis itu langsung membuang muka saat alfaro tersenyum padanya. Tunggu dulu tadi alfaro tersenyum padanya? ia tak salah lihat kan tapi senyum itu.. entah mengapa terasa menakutkan. senyum penuh tanda tanya.


Gadis itu adalah Alexa Olivia jonshon anak kedua dari pasangan Raka Aruna jonshon dan melinda Apriyani jonshon. Ia mempunyai kakak laki laki yang bernama Bagas Raditya Jonshon yang usianya hanya terpaut satu tahun dengannya.


Alexa berpura pura tidak melihat tatapan alfaro saat alfaro terus menatapnya. Arah pandangnya tergantikan saat sahabatnya dinda sudah ada di hadapannya dengan membawa nampan.


"Yaileh ga bersyukur bener lu, udah gue pesenin juga masih protes aja" Sahut dinda sambil mendengus. sedangkan Alexa ia tak menggubris ucapan dinda. Ia langsung melahap makanannya karena perutnya sudah keroncongan minta di isi.


Sedangkan Rijal dan Tomi saling tatap satu sama lain mereka terheran heran saat melihat arah pandangan alfaro yang terus menatap seorang gadis tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis itu.


Tomi Altair dan Rijal Danareksa adalah sahabat Alfaro sejak smp. Bisa di katakan mereka berdua beruntung bisa menjadi sahabat pria dingin itu. Dan mereka berdua lah yang selalu membersihkan korbannya alfaro yang sudah pria itu bunuh secara tragis. Awalnya mereka kaget saat tau bahwa alfaro adalah seorang psikopat tapi setelah berteman lama dan mendengar cerita alfaro sewaktu masih kecil , mereka mencoba memahami Alfaro dan pada akhirnya mereka berdua sudah tak heran lagi saat melihat Alfaro membunuh orang di hadapan mereka berdua sekali pun.


"Jangan jangan tuh anak baru mau di jadiin mangsanya lagi" Bisik Tomi pada rijal.


"Aduh masa dede gemes kaya gitu mau di jadiin mangsanya si, kalo bener iya berarti mata faro burem" Sahut Rijal sambil melihat adik kelasnya itu yang tadi membuat geger satu sekolahan katanya ada anak murid pindahan yang cantiknya kebangetan.


Rijal yang memang seorang Playboy pun jiwanya meronta ronta saat mendengar beberapa siswa membicarakan anak baru itu. Dan ternyata namanya Alexa kls Xl Ipa 1.

__ADS_1


"Gue harap ga seperti yang gue pikirin" Bisik tomi "Apa jangan jangan faro tertarik sama tuh adik kelas" Lanjutnya sambil menunjuk Alexa dan dinda dengan dagunya.


"Gue kira juga gitu tapi kayanya dia bukan suka sama dinda tapi"


"Ga usah bisik bisik gue denger apa yang kalian omongin" Potong alfaro sambil melihat kearah dua sahabatnya itu dengan tajam. Sedangkan Tomi dan Rijal mereka hanya nyengir dan mengangkat dua jari tangannya membentuk huruf V.


Mereka lupa selain jenius alfaro juga memiliki kemampuan mendengar suara hati seseorang. jadi sekalipun orang itu berbicara di dalam hati ia pasti akan mendengarnya. Apalagi tomi dan Rijal yang berbisik bisik sudah pasti alfaro mendengarnya. Ck memang bodoh mereka ini masa hal seperti itupun mereka lupa.


"Dari pada gue kena amukan si faro lebih baik gue godain dede gemes aja" Gumam rijal dalam hati. Belum sempat ia bangun dari kursinya itu, tapi suara alfaro sudah menginstruksinya.


"Mau kemana lo, dia milik gue" Ucap alfaro sambil melihat Rijal dengan tajam dan tangan mengepal.


"Hah, Se..serius lo" Tanya rijal dengan mulut menganga. Sedangkan tomi ia hanya menatap rijal dan alfaro bergantian ia sungguh tak tau apa yang di bicarakan dua curut itu. Rijal pun menatap alfaro dengan tatapan herannya.


"Baru juga mau berjuang malah udah kalah duluan" Gumam rijal sambil mengerucutkan bibirnya. Meskipun ia memiliki pacar banyak tapi gapapa kali ya kalo nambah lagi, Ia pun sampai lupa siapa nama nama pacarnya, karena saking banyaknya ia sering salah memanggil nama pacar pacar nya itu.


"Apa yang milik lo" Tanya tomi pada alfaro. Tomi pun mendengus saat alfaro tak menjawab pertanyaannya. Ia pun menyenggol lengan rijal saat cowok itu kembali duduk di sebelahnya.


"Dede gemes dia milik faro" Bisik Rijal pada tomi. Tomi pun yang tau siapa itu dede gemes mengerjabkan matanya berkali kali ia sudah hapal panggilan itu untuk siapa... Alexa ya Alexa Rijal selalu memanggil Alexa dengan sebutan dede gemes.


Brakk


"Allahuakbar" Teriak tomi dan rijal bersamaan saat tiba tiba alfaro menggebrak meja kantin dengan cukup kuat, hingga seluruh atensi siswa siswi yang ada di sana melihat kearah mereka bertiga.


"Jangan sebut dia dengan nama itu, Mau mati lo. " Ucap alfaro dengin sambil mencondongkan tubuhnya kearah rijal dan tomi yang berada di depannya.


"i..ya ga lagi jan..ji" Sahut Rijal. Ia pun merutuki dirinya sendiri saat berbicara terbata bata seperti itu.

__ADS_1


"Cabut" Ucap alfaro sambil meninggalkan kantin dan di ikuti tomi dan rijal di belakangnya.


__ADS_2