
Harusnya ia berterimakasih pada hujan kemarin yang membuat Alexa pertama kalinya berbicara dengan Alfaro walaupun sedikit. Karena kejadian kemarin ia juga di antar pulang oleh lelaki dingin itu.
Tapi, seperti yang ia katakan kemarin, Alexa tidak ingin lagi berinteraksi dan bertatapan dengan Alfaro.
Alexa Memeluk erat paper bag di pelukannya. Ia akan mengembalikan jaket alfaro yang kemarin lelaki itu pakai untuk menutupi kepalanya. Alexa pun lupa mengembalikan jaket nya.
Tadi malam saat ia membuka tas nya, ia melihat jaket Alfaro ada di sana. Ceroboh ia memang ceroboh harusnya dari kemarin ia mengembalikan jaket itu, agar hari ini ia tidak bertemu dengan Alfaro lagi.
Baiklah Alexa akan mengembalikan jaket Alfaro, setelahnya mereka akan kembali seperti sedia kala. Tidak mengenal satu sama lain. Alexa berharap demikian.
Soal perkataan Alfaro tadi malam, Alexa tidak ingin ambil pusing ia anggap Alfaro mungkin salah sambung, jadi ia tak ingin memikirkan hal itu.
Setelah mobil yang di tumpangi Alexa berhenti di depan sekolah, Gadis itu pun turun sambil mengucapkan terimakasih pada pak Jamal--supir pribadi ayahnya. Hari ini ia pergi di antar pak jamal, Karena abang laknat nya itu pergi duluan ke sekolahnya siapa lagi kalau bukan Bagas.
Sesampainya di koridor sekolah Alexa menjadi pusat perhatian, banyak yang melihatnya dengan tatapan memuja dan juga tatapan benci.
Baginya menjadi pusat perhatian bukan lah suatu hal yang aneh, ia sudah terbiasa dengan itu, Tapi tunggu dulu, kenapa ia mendengar nama Alfaro di sebut sebut dengan namanya?, ada apa ini kenapa tiba tiba perasaannya tidak enak.
"Dia anak baru itu kan, yang sekarang pacarnya faro"
"ngga nyangka ya, kak Alexa sama kak faro" ucap sala satu adik kls nya.
"Iya ih cantikan juga gue kemana mana," ucap sala satu gadis lagi.
"Dih so cantik banget tuh cewe"
"aduh cocok banget ya Alexa sama faro cewenya cantik, cowonya gantenggg,
Seperti itu lah ucapan ucapan yang di dengar oleh Alexa di sepanjang koridor, tapi yang ia heran kan kenapa, ada apa dengan mereka, kenapa mereka membicarakan nya dengan lelaki itu.
Mencoba untuk tenang dan berpikir positif Alexa pun tak memperdulikan omongan omongan itu, ia lebih memilih melanjutkan langkahnya dan memasangkan headset ke telinganya agar ia tak mendengar perkataan yang membuat kepalanya serasa mau pecah.
Hingga sampai di kelas, semua teman satu kelasnya menatap Alexa kemudian berbisik bisik.
Alexa sungguh tidak nyaman saat menjadi pusat perhatian dan di bicarakan, meskipun ia selalu menjadi pusat perhatian, tapi tetap saja ia tak suka jika ada orang yang menatapnya seperti itu.
Merasa terus nama nya di sebut sebut dengan alfaro, alexa pun yang tadinya mencoba untuk tidak peduli, akhirnya goyah juga, telinganya panas mendengar nama alfaro yang terus di sangkut pautkan dengannya.
Gadis itu melepaskan headset di telinganya dan keluar kelas sambil membawa paper bag di tangannya. Dia akan menemui Alfaro dan menanyakan apa maksud orang orang tentang dirinya.
Alfaro memang dingin, tapi atensinya jelas kuat mengingat keluarga pria itu yang terkenal dan ketampanannya yang di atas rata rata. Tapi yang membuat ia bingung kenapa di sangkut pautkan dengan dirinya.
Sesampainya di depan kelas Alfaro, rombongan siswa yang duduk di depan kelas pun langsung berbisik bisik.
__ADS_1
"Dia kan ceweknya"
"Iya, dia"
Alexa sungguh muak, ia kesal mendengar nya.
"Cari siapa, cari Alfaro ya? Tanya sala satu perempuan di sana.
Alexa pun mengangguk kecil sambil tersenyum ramah " Eh, iya"
Lalu perempuan itupun masuk kedalam kelas, tak lama kemudian Alfaro pun keluar, ia memasukan kedua tangannya kedalam saku celana , ia menatap Alexa dengan datar.
"A..al ada yang mau gue omongin"Ucap Alexa pelan ketika orang orang di sana semakin tertarik dengan mereka.
Seolah tau hal ini akan terjadi, Alfaro pun mengangguk,tanpa mengatakan apa pun Alfaro berjalan mendahului Alexa, Sambil matanya menatap tajam para siswa yang melihat Alexa dengan tatapan memuja.
Alfaro menghentikan langkahnya di taman belakang sekolah, Taman ini jarang di singgahi siswa siswi. Alexa pun menengok ke kanan dan ke kiri ia mengernyit bingung saat tak ada siapa siapa selain dirinya dan Alfaro di sini.
Kebingungannya pun buyar saat tiba tiba Alfaro menyentuh bahunya. "Ada apa" Tanya laki-laki itu.
Alexa pun mengelak dari sentuhan Alfaro"Sebelumnya gue mau tanya sama lo al".
Alfaro hanya diam mendengarkan.
Bukannya menjawab pertanyaan Alexa, Alfaro malah memberi pertanyaan padanya "Memangnya kenapa, kalo mereka beranggapan kamu pacar aku" Matanya menelisik tajam sambil maju satu langkah kearah Alexa.
"Ya karena.. itu kan ngga bener al, kita juga baru kenalnya kemarin, itu juga ga terlalu kenal satu sama lain lagian.. kan kita juga ga punya hubungan apa apa".
" Siapa yang bilang"Tanya lelaki itu.
Alexa mengernyit bingung ia menghela nafasnya pelan"Ya orang orang al".
"Bukan itu, siapa yang bilang kita ga punya hubungan apa apa?"
"Emang bener kita ga punya hubungan apa apa" Sahut Alexa ia semakin bingung dengan Alfaro.
"Oke, sekarang kamu milik ku" Ucap Alfaro santai.
"Hah, Maksud lo apaan" Tanya Alexa bingung.
"sekarang kamu milik aku, dan ga ada yang bisa ngambil kamu dari aku" Jawab Alfaro sambil mengelus pipi Alexa dengan lembut, dan itu membuat Alexa merinding seketika.
Alexa pun menepis tangan Alfaro"Gue ngga mau, lo apa apaan si gila ya"Sahut Alexa tak santai.
__ADS_1
Alfaro pun mengeram marah, ia tak suka di bantah apapun perkataannya harus di turuti, Garis bawahi ia tak suka di bantah oleh siapapun!.
"Ga menerima penolakan sayang" Ucapnya pelan namun mengerikan.
"Lo gila al, kita baru kenal kemarin.. dan lo seenaknya mengklaim gue sebagai milik lo" jelas alexa napasnya memburu ia tak ingin berhubungan dengan Alfaro, lelaki yang baru di kenalnya kemarin, dan sekarang lelaki itu mengatakan bahwa ia miliknya.
"Inget ya al, gue ga terima semua ini, Ini pasti rencana lo kan.. sekarang bilang ke semua orang BAHWA KITA GA ADA HUBUNGAN APA APA" Teriak Alexa marah.
Alfaro pun mengeratkan giginya ia melihat Alexa dengan tatapan tajam, ia bukan laki-laki penyabar, ia tak suka di bantah, ia akan melakukan apapun demi mendapatkan Alexa walaupun harus dengan cara kekerasan.
"Jangan membantah!" sentak alfaro sambil mencengkram bahu Alexa dengan kuat. Alexa pun meringis saat bahunya terasa sakit karena cengkraman Alfaro yang terlalu kuat.
"Al, Lepas!
" Ngga, aku udah lama menantikan momen ini, dan kamu seenaknya bilang begitu!" Tangan Alfaro bergerak menuju saku celananya, ia mengeluarkan pisau dari sana.
Tiba tiba atmosfer di sekitar Alexa menipis, jantung nya berpacu dengan cepat, saat alfaro mengarahkan pisau kecil itu kearah tangannya.
"A..al lo ma..mau apa" Tanya Alexa terbata. Sementara Alfaro tak menjawab pertanyaan gadis itu, Ia tersenyum miring setelah itu ia menggoreskan pisau itu di tangan Alexa.
Alexa terkejut dan meronta dari kukungan alfaro, ia mencoba melepaskan diri walaupun itu gagal, Alexa pun meringis saat Alfaro menggoreskan pisau itu sedikit dalam. Air matanya mengalir tanpa di minta.
Bukannya merasa iba , Alfaro malah tersenyum penuh kemenangan. Ia tersenyum mengerikan sambil mengukir tangan Alexa dengan inisial 'A'.
"Sa..kit al".
" Cup cup cup, jangan nangis sayang, ini hukuman buat kamu karena udah ngebantah aku"Ucap Alfaro tanpa rasa bersalah.
"Akhh sssttt" Ringisan itu terdengar lagi dari mulut Alexa, saat Alfaro menjilat tangannya yang mengelurkan darah karena ulah pria itu. Setelah itu Alfaro menghapus air matanya.
"Jangan pernah membantah perkataan ku sayang, atau pisau kesayangan ku ini akan bermain di tubuhmu" Ucap Alfaro sambil menunjukan pisau kecil yang ia gunakan untuk menghukum gadisnya tadi.
"psikopat hiks" Ucap Alexa lirih sambil terisak, ia menggeleng lemah, ia tak menyangka kenapa menjadi seperti ini, orang yang ingin ia hindari kenapa tiba tiba mengklaim dirinya sebagai milik lelaki itu. Terlebih lagi pria itu adalah seorang psikopat!.
"Hahaha" Tawa alfaro kencang "Iya sayang, Aku memang seorang psikopat, jadi jangan main main sama aku".
"Gue harus pergi, ya gue harus pergi gue ga mau menjadi milik Alfaro" Gumam Alexa dalam hati.
Sementara Alfaro tersenyum miring, saat tau isi hati gadisnya, tubuh Alexa bergetar, ia takut melihat senyum Alfaro yang mengerikan itu.
"Jangan coba coba pergi dari ku sayang, satu langkah kamu pergi, maka satu orang yang kamu sayang akan mati "Bisik Alfaro sambil memeluk Alexa dengan kuat.
Sementara Alexa hanya bisa menangis dan terisak hebat di dekapan cowok itu. Ia tak tau harus melakukan apa.
__ADS_1