Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Kembalinya Alexa 2


__ADS_3

"Jika ada yang berani menghalangi jalan tuan kami membawa nona Alexa pergi, maka akan kami pastikan kepala kalian akan lepas dari tempatnya" Ujar sala satu bodyguard yang masih menempelkan pistol itu di kepala Arlan.


"Siapa kalian sebenarnya, kenapa kalian mengenali cucuku?" Tanya Arlan masih dalam keadaan mengangkat kedua tangannya.


"Dia tunangan ku, dan kau jangan coba coba menghalangiku! " Desis Alfaro.


"Apa apaan kau ini, bagaimana bisa kalian tunangan. Sedangkan aku kakeknya pun tidak tahu apa apa" Ujar Arlan marah "Lepaskan cucuku, atau aku akan menelpon polisi".


" Telpon saja, aku tidak takut. Tapi ingat, jika itu terjadi maka nyawamu sudah ku habisi lebih dulu "Tantang Alfaro tersenyum devil.


Tidak ingin Alfaro semakin menjadi jadi akhirnya Alexa angkat suara" Kakek, nenek. Dia memang tunangan ku, aku ke sini karena tidak berpamitan padanya. M-maka dari itu d-dia datang ke mari ingin menjemput ku pulang kek " Alibi Alexa sambil menundukkan kepalanya.


Gadis itu sudah gemetar, ia tidak sanggup melihat kearah Arlan maupun Rose. Ia rela jika harus kembali lagi bersama Alfaro, asalkan Arlan dan Rose tidak kenapa napa.


"Benarkah?" Tanya Rose tidak yakin, karena melihat muka Alexa yang seperti ketakutan.


"Kenapa kamu tidak memberitahu kakek?" Timpal Arlan.


"Waktu habis, sekarang kita pulang!" Kata Alfaro tidak bisa di bantah.


"T-tapi.."


"Tidak ada tapi tapian Alexa, sebelum kesabaran ku habis" Desis cowok itu sambil menarik Alexa berjalan bersama nya.


"Aku belum pamitan" Cicit gadis itu menunduk sambil terus mencoba menyeimbangi langkah Alfaro yang lebar.


"Tidak perlu, Bodyguard itu akan menyampaikannya pada mereka" Ujar Alfaro sambil terus menarik Alexa yang yang mencoba berontak dari genggamannya.


"Diam sayang, atau mau ku bunuh kakek dan nenek tua mu itu" Kata Alfaro karena Alexa terus saja berontak.

__ADS_1


"Tapi barang barang aku masih a-ada di sana"


"Aku bisa membeli barang barang mu lebih banyak dari itu, jadi diam lah jangan banyak alasan! atau ku tambah hukuman mu!".


Deg


Jantung Alexa berpacu dengan cepat, ia lupa Alfaro adalah iblis yang menjelma menjadi manusia. Ia tidak tau dengan nasibnya nanti bakalan seperti apa, ia tau betul bagaimana cowok yang berjalan di sampingnya sekarang, Alfaro dengan sifat tidak manusiawi nya.


Perjalanan menuju Amerika-- Indonesia itu membutuh kan waktu berjam jam, setelah kejadian tadi, kini Alexa dan Alfaro sedang berada di pesawat jet pribadi keluarga Rahardian.


Karena perjalanannya yang sedikit memakan waktu, alhasil gadis cantik dengan rambut hitam pekat itu kini sedang tertidur di paha cowok yang menatapnya tidak lepas sedari tadi.


Karena ini pesawat pribadi, jadi di sana sudah tersedia kamar khusus. Selain kamar yang mewah, di dalam pesawat itu masih banyak pasilitas pasilitas lainnya.


Merasa gadis nya sudah benar benar terlelap, Alfaro bangkit sambil mengangkat badan Alexa ke dalam gendongannya. Ia tidak berjalan memasuki sala satu kamar yang terlihat elegan.


...--Kamar pribadi...



...--Mini bar...



...--Kamar mandi...



...--Ruang makan...

__ADS_1



...--Ruang santai...



Setelah membaringkan gadisnya di atas kasur, Alfaro pun membaringkan tubuhnya di samping Alexa. Memeluknya erat seperti tidak ingin di tinggal lagi oleh gadis itu. Sudah cukup ia kehilangan dunianya, dan itu tidak akan terjadi lagi. Alfaro pastikan itu!.


Sebelum matanya terpejam, ia lebih dulu mengecup kening Alexa dan menjadikan tangan kanannya sebagai bantal kepala Alexa. Melihat Alexa seperti ini, ia ingin cepat cepat menghukum gadis itu karena sudah berani beraninya melarikan diri dari seorang Alfaro Rahardian!.


Hanya ada beberapa bodyguard di kapal itu, sisanya masih berada di Amerika, yang masih berurusan dengan Arlan dan Rose.


Alfaro tidak peduli, toh jika Arlan dan Rose berani melaporkannya, maka siap siap pisau Alfaro akan menembus jantungnya!.


..........


Raka sedang uring uringan karena sala satu anak buahnya mengatakan jika Alexa sudah berada di tangan Alfaro lagi. Pria itu menggeram marah ia harus secepatnya menyingkirkan Alfaro.


"Bocah siala*, berani berani nya dia membawa gadisku lagi. Lihat saja, akan ku rebut suatu saat" Ujar Raka sambil mengepalkan tangannya.


"Dasar ga guna, percuma aku bayar mahal mahal kalian semua, jika untuk mengawsi gadis ku saja kalian tidak bisa!" Teriak Raka sambil menunjuk beberapa bodyguard di sana.


"M-maaf tuan, tapi pengawal Rahardian berjumlah sekitar lima puluh orang yang mengawal tadi" Ucap sala satu bodyguard yang bertugas mengawasi Alexa selama gadis itu di sana.


"Bodoh kalian semua! Kalian bisa cepat cepat memberitahuku, akan ku kirimkan bantuan dari sini. Bukan kalian kembali ke sini dengan tidak membawa gadisku, dasar tidak becus!" Murka Raka dan pergi dari sana dengan amarah yang meledak ledak.


Lihat saja nanti, ia pasti akan mendapatkan Alexa suatu saat, tapi sebelum itu terjadi, ia harus secepatnya membuat Alfaro lenyap dari bumi!.


**Haii, makasih yang masih setia baca cerita aku, maaf ya jika gambarnya tidak sesuai sama Ekspetasi kalian;)

__ADS_1


Makasih buat yang masih terus baca sampai sekarang🄰 maaf kadang ceritanya ngaur hehe**.


__ADS_2