Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Kekesalan Alfaro


__ADS_3

"Selesai" ujar Alexa senang ketika sudah mengobati luka di kaki puspita.


Gadis itu merasa tidak terlalu kesepian karena kehadiran puspita di sini.


"Mandi udah, makan juga udah, ngobatin luka nya udah, terus apa ya yang kurang" Tanya Alexa kepada diri sendiri sambil memperhatikan puspita.


"Tidur, ya tidur" Jawabnya dengan senang. Karena lelah dengan kegiatannya hari ini, Alexa memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum besok ia pindah dari sini.


"Sekarang waktunya kita bobo" Ucap Alexa sambil membawa Puspita ke dalam dekapannya. Ternyata kucing itu lucu sekali, lihat lah kini puspita kelihatan lebih cantik setelah di mandikan.


Cowok dengan nama belakang Rahardian itu beberapa kali mengumpat dengan kata-kata kasar, ia harus mencari Alexa secepat mungkin, kalau terus seperti ini ia lama-lama bisa gila!.


Bahkan emosinya semakin menjadi-jadi, ia tidak bisa mengontrol kemarahannya sendiri, ternyata Alexa begitu besar pengaruhnya. Gadis itu berhasil membuat Alfaro jatuh sejatuh- jatuh nya.


"Alexa lihat saja, setelah aku menemukan mu. Aku tidak akan pernah melepaskan mu sayang" Ujar Alfaro sambil memegang setir mobil dengan kencang.


Lihat saja ia akan melakukan sesuatu yang akan membuat Alexa menyesal, jangan salahkan Alfaro jika ia menyakitinya. Karena gadis itu sendiri yang tidak mau nurut pada nya.


"Sial setelah aku menemukan mu jangan harap kedua kaki mu masih utuh sayang" Desis Alfaro marah.


Laki-laki itu turun dari mobil kesayangannya, ia melangkahkan kakinya ketika sudah sampai di Apartment Yang di sana sudah berada kedua curut tidak beradab itu di sana.


Setelah memasukan sandi Apartment nya Alfaro melangkah masuk, hal pertama yang ia lihat adalah ruang tv yang kini sudah berubah menjadi tempat pembuangan sampah.

__ADS_1


Bagaimana tidak, di sana ada Tomi dan Rijal yang menonton tv dengan keadaan sekitar yang sudah di kotori oleh beberapa bekas cemilan di sana.


"Bersihin, sebelum lo pada mati!" Desis Alfaro tajam


Tomi dam Rijal terlonjak kaget karena suara Alfaro yang tiba-tiba.


"Buset, sejak kapan lo dateng?" Tanya Rijal yang menatap Alfaro dari bawah sampai atas. Ia bergidik ngeri melihat penampilan lelaki itu "lo udah jatuh miskin ya Al?, kenapa penampilan lo sekarang kaya gembel?".


Cowok itu hanya menatap tajam Rizal sekilas tanpa berminat menjawab pertanyaan nya.


"Seminggu lo ga sekolah, kemana aja?. Walaupun Alexa belum ketemu tapi lo ga harus bolos sekolah seminggu Faro, misalkan kalo Alexa ga ketemu sebulan, Apa lo ga bakalan masuk juga sebulan?" Tanya Tomi-- Sahabatnya yang kapan saja bisa berperilaku dewasa dan kapan saja bisa seperti anak-anak.


"Iya, lo ga boleh gitu. Lo harus tetep semangat buat jalanin hari-hari lo walau ga ada Alexa" timpal Rizal yang perihatin karena penampilan Alfaro yang bisa di bilang tidak baik-baik saja.


Tomi menghela napas panjang, Manusia seperti Alfaro mana bisa menerima nasehat dengan baik.


"Ro, gue izin bawa cewek ya ke apartment lo, boleh ga?" Tanya Rizal hati-hati takut membangunkan sisi kejam lelaki itu.


Tomi yang mendengar itu meneguk ludahnya kasar, bisa bisanya Rizal bertanya seperti itu padahal ia tau bahwa Alfaro tidak suka Apartment nya di masuki oleh wanita lain kecuali Alexa dan korbannya tentunya.


Alfaro hanya menatap datar kearah dua manusia yang sedang berdoa di dalam hatinya, cowok jangkung itu melangkah pergi kearah dapur tanpa menjawab pertanyaan Rizal.


"Buset sahabat lo tuh, gue nanya malah di anggap angin lalu doang. Emang bener ya titisan saiton tuh kaya begitu" Umpat Rizal sambil mendengus kasar.

__ADS_1


"Lagian lo sendiri udah tau dia kaya gimana malah pake di tanya kaya gitu segala. Heran gue, nanti di gorok tau rasa lo" Sahut Tomi sambil berdiri dari duduknya.


"Mau kemana lo?"


"Bersihin ini, sebelum gue ga bisa napas lagi" tunjuk Tomi kearah bungkus jajanan yang berserakan di lantai karena ulah mereka.


"Yahdah bersihin, gue mau tidur dulu" Rizal mulai melangkahkan kakinya kearah kamar, tapi sebelum itu terjadi Tomi lebih dulu menarik belakang baju rizal sehingga cowok itu mundur beberapa langkah.


"Ish.. apaan sih lo, pake tarik tarik segala. Nanti baju gue dower" Sewot Rizal sambil menepis kasar tangan Tomi.


"Enak aja lo maen tidur tidur, bersihin dulu baru tidur" Ucap Tomi "Oh mau gue bilang ke Faro kalo lo pernah hampir bawa cewek ke sini" Lanjut tomi yang melihat Rizal akan berucap.


"Ck rese lo, iya iya gue bantuin sat".


Sedangkan di dapur Alfaro tengah meminum minuman dingin yang tersedia di dalam kulkas. Cowok itu terlihat menyeramkan karena tatapan matanya yang tajam. Perlahan lahan tangannya meremas kaleng minuman itu hingga remuk, hatinya bergemuruh marah di tambah pikirannya yang selalu memikirkan gadisnya.


Keinginan membuat Alexa kembali padanya semakin besar, Sudah cukup gadisnya itu bermain-main. Waktunya ia mencari keberadaan gadisnya dengan caranya sendiri.


Persetan dengan waktu yang ia berikan pada ayahnya, ia tidak bisa menunggu tiga hari lagi, rasanya itu seperti tiga tahun!.


Senyum miring tercetak jelas di bibir cowok itu ketika sebuah ide muncul di kepalanya. Mungkin jika benda benda mati yang berada di dapur bisa hidup, pasti mereka cepat cepat melarikan diri karena melihat ekspresi Alfaro yang menakutkan.


Cowok itu mengeluarkan pisau kesayangannya dari balik hoodie, ia mengelus pisau itu dengan sayang"Kita akan bermain-main lagi malam ini, tapi dengan orang yang bisa kasih kita petunjuk" Ujar Alfaro tanpa mengalihkan tatapannya dari pisau itu.

__ADS_1


"Kalau dia ga bisa ngasih petunjuk, maka tidak masalah bagiku untuk menghabisinya malam ini juga!" Lanjut cowok itu dan bangkit dari duduknya.


__ADS_2