Possesive Psikopat Mine

Possesive Psikopat Mine
Bebas


__ADS_3

Di sinilah Alexa berada, Los Angeles. Sala satu kota terpadat di negara California menurut sensus Amerika serikat tahun 2010. Dan kota terpadat kedua setelah New York. Setelah menempuh perjalanan 17 jam lebih 55 menit, kini gadis itu sedang membaringkan tubuhnya di Sala satu kamar hotel yang berada di sana.


Alexa lebih memilih tinggal di hotel untuk sementara waktu, sebelum ia pergi ke kediaman kakek dan neneknya.


"Hufftt.. Akhirnya gue bisa lepas dari psikopat gila itu" Ujar Alexa sambil mengingat kembali saat Alfaro yang selalu bermain pisau di tubuhnya.


Alexa bangkit dari tidurnya, ia berjalan kearah jendela yang memperlihatkan gedung gedung pencakar langit dan kendaraan yang berlalu lalang di bawah sana. Alexa berharap kepergiannya meninggalkan negara itu adalah keputusan yang benar. Ia berharap setelah ini kehidupannya akan jauh lebih baik, dan yang terpenting tidak ada Alfaro di kehidupannya!.


Tiba tiba Alexa teringat dengan sahabatnya--Dinda. Gadis itu tersenyum miris saat dirinya jarang bertemu bahkan berkomunikasi dengan sahabatnya itu. Setelah bertemu Alfaro, kehidupannya berubah drastis. Hidupnya bagaikan burung dalam sangkar. Jangankan bertemu dinda, dengan keluarganya sendiri pun Alfaro selalu melarangnya.


Gadis itu juga sengaja tidak mengaktifkan heandponnya, karena takut Alfaro akan mengetahui keberadaannya. Untuk sementara waktu biarlah seperti ini, Alexa akan memulai hidup barunya di sini.


.............


"Sudah lah nak, ayo makan. Nanti kamu bisa sakit" Tutur jihan--bundanya Alfaro yang melihat putra semata wayangnya yang hanya mengaduk aduk makanan.


"Hufftt.. cepat di makan, bunda mau ke ruangan deddy mu dulu" Lanjut jihan dan pergi dari sana.


Tanpa mendengarkan perkataan jihan, Alfaro berjalan mengambil hoodie yang tergeletak di atas sofa. lelaki itu memakainya dan pergi dari sana.


Semenjak Alexa pergi, Alfaro semakin menjadi jadi. Jiwa psikopat lelaki itu bahkan selalu muncul setiap saat. Seperti sekarang, lelaki itu menuju suatu tempat yang sudah terdapat target untuk kesenangannya.


Mobil pagani huayra Tricolore berwarna kuning hitam itu melaju dengan kecepatan tinggi. Pagani huayra Tricolore yang didapuk sebagai mobil mewah termahal di dunia. Mobil yang hanya di jual sebanyak tiga unit itu masing masing di bandrol dengan harga US$ 6,5 juta atau sekitar Rp. 92,2 miliar (kurs Rp. 14.194/US$).


Mobil itu melaju dengan kencang, Seperti yang mengendarainya tidak takut kecelakaan dan mati. Siapa lagi jika bukan Alfaro, lelaki dingin psikopat itu akan menghabisi siapa saja dengan pisau kesayangannya.


Matanya menatap tajam jalan di hadapannya, Tangan nya mencengkram setir dengan kuat dan otaknya yang masih memikirkan gadisnya.


Citttt


"Sial!" Umpat Alfaro saat tiba tiba seorang wanita dengan pakaian seksi menghalangi jalannya.


Tok tok tok


Wanita itu mengetuk kaca mobil Alfaro beberapa kali, mau tak mau Alfaro pun menurunkan kacanya mobilnya sedikit. Ia menaikan sebelah alisnya ketika menatap wanita itu.


Wanita itu tersenyum menggoda"Maaf tuan, bisakah kau memberiku tumpangan?"Tanya wanita itu.


Wajah Alfaro semakin datar ketika tau niat wanita di sampingnya ini. Tapi ia diam saja menunggu wanita itu melanjutkan perkataannya.


"Aku menaiki taksi untuk pulang, tapi tiba tiba supir taksi itu malah menyuruhku untuk turun di sini karena aku tidak membawa uang" Ucapnya sambil berlaga so sedih.


"Cih.. dia pikir gue percaya gitu?, baiklah sepertinya dia mau bermain main denganku" Batin Alfaro dalam hati.


Alfaro pun tersenyum devil"Ouh baiklah, dengan senang hati nona "Ucap Alfaro tersenyum manis. Dan wanita itupun terpana melihat senyumannya.

__ADS_1


" Masuklah "Lanjut Alfaro ketika wanita itu masih tetap berdiri sambil melihat nya dengan takjub.


" A.. ah maaf"Ujarnya malu malu.


"Nia" Ucap wanita itu setelah duduk di samping Alfaro dan menyodorkan tangannya.


"Alfaro" Sahut Alfaro tanpa menjabat tangan nia.


"Ah.. baiklah"Ujar nia menarik kembali tangannya.


Selama di dalam perjalanan Nia bercerita banyak hal, yang menurut Alfaro tidak penting sama sekali. Bahkan kuping Alfaro terasa terbakar karena suara nia yang di manja manja kan. Bukannya lucu, malah terkesan menjijikan di telinga Alfaro.


"Sabar, setelah ini gue robek sampe ga bisa bicara lagi "Ucap Alfaro dalam hati.


Bahkan nia tak segan segan menggoda Alfaro dengan mengangkat sedikit mini dress yang di kenakannya. Wanita itu bahkan tak segan segan mengelus tangan Alfaro. Dan itu membuat Alfaro ingin cepat cepat melenyapkannya.


Dug


"Aduh, eh ma.. maaf" Ucap nia yang sengaja menjatuhkan air minum yang berada di tangannya.


Ketika wanita itu mengambil botol minuman yang berada di dekat kaki Alfaro, lantas saja belahan dad* nya terpampang jelas. Karena wanita itu menggunakan pakaian yang begitu seksi dan minim.


" Kita ke hotel "Ucap Alfaro tiba tiba dan membuat nia tersenyum kemenangan.


"Kena juga kan lo, setelah ini gue bakalan jadi orang kaya" Ucap nia dalam hati sambil tersenyum tersenyum senyum sendiri.


"Cih.. murahan" Gumam Alfaro dalam hati, sedetik kemudian ia tersenyum miring.


"Ta-tapi mau ngapain kita ke sana?" Tanya nia pura pura tidak tau.


"Aku hanya ingin bersenang-senang saja, apakah kau keberatan?" Tanya Alfaro sambil melihat wanita itu sekilas.


"Tentu tidak, aku dengan senang hati ikut dengan mu" Ucap nia.


Di sinilah mereka berdua berada, Alfaro terpaksa menunda kesenangannya yang lain demi memberikan hadiah pada tikus kecil ini. Kamar hotel yang di pesan Alfaro adalah kamar yang biasa di gunakan oleh pasangan suami istri yang baru menikah, kamar yang luas yang langsung di suguhi pemandangan indah di kota ini.


"Bagus sekali" Kagum wanita itu dengan mulut sedikit terbuka.


"Kau suka? aku sengaja memilih kamar yang romantis seperti ini" Ujar Alfaro dan membuat nia semakin melebarkan senyumannya.


"Bagaimana kita mulai kesenangannya" Ucap nia sambil memegang tangan Alfaro.


"Baiklah jika kau sudah tak sabar" Sahut Alfaro menjeda "Kita mulai permainannya bitc*" Bisik Alfaro di telinga nia.


Gadis itu nampak terkejut mendengar perkataan Alfaro "Maksud kamu apa?" Tanya nya tak mengerti.

__ADS_1


"Biar ku beritahu" Ujar Alfaro. Sedetik kemudian ia menarik rambut nia dan menyeretnya menuju kamar mandi.


"Lepas! Tolong.. " Jerit nia sambil memberontak mencoba melepaskan jambakan Alfaro.


Byur


"Akhhh" Pekik nia terkejut saat tiba tiba saja Alfaro mendorongnya hingga masuk ke dalam Bathtub.


Srek


Nia langsung mendongakkan kepalanya saat mendengar benda yang di gesekkan satu sama lain. Matanya membola ketika melihat pisau Dan cutter lah yang di gesek gesekan oleh Alfaro. Tubuhnya perlahan mundur ketika melihat senyum menyeramkan di bibir Alfaro yang tercetak. jelas di sana.


"Mari kita mulai" Ucap Alfaro dingin.


"A-apa yang ingin kau lakukan! " Tanya Nia sambil terus melihat ke kanan dan ke kiri mencari suatu benda yang bisa ia gunakan untuk melawan Alfaro.


"Bersenang senang bitc*, sudah ku bilang tadi bukan?" Jawab Alfaro santai.


Nia menggelengkan kepalanya kuat"Ngga! Jangan ku mohon!".


"Hahahaha" Tawa Alfaro menggema "Bukankah ini yang kau mau?" Tanya lelaki itu semakin mendekat.


"Lep-as ku mohon" Mohon nia tapi tak d gubris oleh Alfaro.


Srek


Tanpa perasaan Alfaro menyayat pipi kiri nia dengan pisau yang ia genggam di tangan kanannya. Darah muncrat dari sana sehingga tawa lelaki itu menggema bersamaan dengan jerit kesakitan dari nia.


"Terus lah menjerit bitc*" Ujar Alfaro sambil menari rambut nia, sehingga gadis itu mendongak menatap wajah Alfaro.


Srek


srek


"ARGHHH, LE-PAS KUMOHON" Jerit nia dengan air mata yang terus membasahi pipinya. Perih, itulah yang di rasakan nia saat Alfaro kembali menyayat telapak tangan kanannya.


"Ini hukuman buat tangan nakal lo, yang udah pegang pegang gue" Tekan Alfaro.


"Maaf, kumohon hentikan. ini sa-kit" Ucap nia dengan napas tercekat karea Alfaro mencekiknya.


"Diam! nikmati saja permainannya!" Tegas Alfaro.


"Cek" Alfaro berdecak ketika nia bukan nya diam, malah mengeraskan tangisannya.


"Bangsa*!, GUE BILANG DIEM YA DIEM TOLO*! "Bentak Alfaro tepat di depan wajah nia.

__ADS_1


__ADS_2