Precious Idol

Precious Idol
Keluar


__ADS_3

Belum selesai kekesalanku, sekarang aku harus berjalan kaki sendiri ke supermarket. Jarak lokasi dengan minimarket kurang lebih satu kilometer, berjalan kaki tidak masalah, hanya saja jalan ini ramai dan banyak yang mengenaliku. Perjalanan yang cuma membutuhkan waktu setengah jam jadi dua jam.


Aku harus membuka topi sesuai dengan aturan. Meski tak ramai, tetap saja ada yang mengenaliku. Ini semua karena Seung Han si manusia aneh itu. Dengan cepat aku mengambil barang pesanan dan segera membayarnya meski sempat berfoto dengan petugas kasir.


Aku berlari kencang sepanjang kembali ke lokasi. Sudah dua jam, berarti aku tidak ikut satu bagian. Apa kata publik jika tau aku tidak ikut.


Aku terpaksa melepaskan sepatu hakku, beberapa mungkin berpikir aku sedang syuting sehingga memberikan semangat untukku.


Namun, dibalik kesialanku hari ini, setidaknya aku tahu ada orang yang menyuruhku terus berjuang.


Aku sampai dalam waktu sepuluh menit. Aku menyingkat waktu dua puluh menitku. Tentu saja dengan sedikit teleportasi. Sepertinya aku cocok juga menjadi atlet lari.


Aku membuka pintu dengan keringat deras yang mengucur. Bajuku basah semua.


"Oh kau sudah datang? Bersiaplah untuk adegan selanjutnya yang lainnya sedang beristirahat." produser kami duduk meluruskan kakinya diatas meja. Para kru dan staff juga sedang bersantai.


"Kalian tidak makan? Aku sudah membelikan sesuai pesanan"


"Ah kami sudah memesan makanan tadi, simpan saja untuk nanti"


"Kalian sudah memesannya dan tidak bilang padaku?" Emosi yang aku tahan dari tadi memuncak melihat mereka.


"Aku benar-benar tak mengerti. Aku sudah kehabisan tenaga untuk membeli ini semua. Aku terjebak di kerumunan fans selama berjam-jam, berlari kencang untuk kembali kesini. Tapi kalian.." air mataku tumpah. Aku menangis sejadinya.


Teman-temanku turun kebawah. Begitu juga member EVE. Mereka terkejut melihatku menangis. Kakiku gemetar karena tak kuat habis berlari tadi.


"Kalian tidak memberi tahuku. Aku bahkan membujuk kakiku untuk tetap berlari. Aku tidak makan satupun sejak pagi. Dan, kalian satupun tak ada yang memberi tahuku!"


"Aku yang melarang mereka. Itu hukuman untukmu karena terus menganggu jadwal syuting." kejam sekali dia memberikan hukuman padaku.


"Baik. Aku tidak akan menganggu syuting lagi. Silahkan lanjutkan. Aku akan mengurus produksi musik untuk TheA saja. Saya permisi." aku meletakkan makanan dan barang belanja dengan membantingnya di atas meja, dengan segera langsung pergi.


"Aliena tunggu" aku tidak mengindahkan panggilan mereka lagi. Enak saja! Aku juga tidak butuh promosi dengan kegiatan seperti itu. Menyebalkan.


"Dasar kau produser gila! Kenapa kau berbicara seperti itu padanya! Dia pergi, maka aku juga pergi." Teriakan Jessica menggelegar sampai keluar, dia bahkan menggunakan bahasa banmal.


"Aliena tunggu bentar aduh". Aku menghentikan langkahku. Seperti yang kuduga, Jessica pasti mengejarku.


"Aku akan pergi bersamamu."


"Tidak Je, pergilah. Aku lebih baik dalam mengurus musik kita saja"


"Sekali tidak tetap tidak. Aku tidak mau ditayangkan dengan jumlah empat orang. Selamanya kita berlima," katanya


"Aku juga lebih baik mengurus musik, syuting hanya selingan" dia tersenyum dan memeluk bahuku. Aku tersenyum sambil menghapus air mataku.

__ADS_1


"Kalian pikir, kalian dua saja yang mau mengurus lagu? Kami juga mau tahu!" aku tersenyum melihat mereka berempat menyusul dengan wajah sumringah.


"Aku TheA. Musik identitasku dan kalian hidupku" kami berpelukan bersama.


"Tapi tetap saja kalian tidak menghubungiku." aku mengerucutkan bibirku.


"Produser kejam itu bilang kalau kau sudah di jemput jadi tidak perlu dihubungi. Selama syutingpun ponsel kami ditahannya. Makanya kami sangat terkejut melihat kau menangis" jelas Jessica.


"Dasar produser kejam!" Hyo Bin mengumpat. Hyeri dan Ye Na mengangguk menyetujuinya.


"Sudahlah lupakan saja, jangan memanggilnya produser kejam. Dia memang kejam, dasar produser setan!" melihat Ye Na mengumpat, membuat kami semua tertawa.


"Meskipun aku tidak bisa berlama-lama dengan Ji Hoon lagi, tapi aku lebih suka menulis musik dan bersama kalian.


"Setidaknya aku tidak perlu melihat senyum


palsunya si Seung Han itu."


"Ji Joon sialan" mendengar namanya membuatku mengumpat secara spontan.


"Kenapa dengannya?" Ye Na menyipitkan mata memandangku dari atas sampai bawah.


"Ayo, aku lapar. Aku cerita disana saja nanti." kami bergandengan di sepanjang jalan. Kami lebih memilih berjalan kaki untuk menyapa fans kami. Tak sedikit yang mengatakan mereka menyukai musik dan persahabatan kami.


Aku memilih makan direstoran jajangmyeon saja. Tempatnya cukup sepi, aku bisa bercerita disana. Kami memesan beberapa mie dan minuman. Dekorasi tempat ini unik, sejenis bisa membuat orang tahan menghabiskan waktu disini.


"Kenapa kau bilang Seung Han sialan? Tumben sekali." pesanan kami datang. Aku mengoper sesuai pesanan mereka.


"Aliena kau tadi berjanji mau menceritakannya" Hyeri merengek meminta penjelasan.


Aku menghela napas pelan, menceritakan semuanya pada mereka. Aku menceritakan semua dengan rinci. Tidak ada yang di tutup-tutupi.


Sesekali aku menusuk-nusuk mie dengan sumpit, terbawa emosi karena membayangkannya kembali. Padahal sepanjang jalan aku berjanji untuk tetap tenang.


Saat bilang, Seung Han mengecupku, mereka semua tersedak serempak dan berebutan mengambil minum. Setelah reda mereka memintaku melanjutkan cerita.


Mereka tersedak lagi ketika kuceritakan soal tadi pagi. Minuman sudah habis, aku dan pelayan disini bolak-balik membawakan minum. Aku minta maaf pada pelayan karena merepotkannya. Aku kembali duduk dan makan dengan tenang.


"Bagaimana dia bisa dia berani menciummu! Ah dia sudah tidak waras." Hyeri langsung mengubah posisinya dengan sikap siap menggosip.


"Kau jangan keras-keras, orang lain bisa dengar dan membuat gosip nanti." Jessica memukul kepalanya Hyeri. Dia mengangguk mendengar perintah Jessica.


Ah satu hal lagi, TheA memang tidak pernah singkron dengan ucapan sebelumnya. Contohnya akan terjadi sebentar lagi.


"Bagaimana dia bisa dia berani menciummu! Ah dia sudah tidak waras." Hyeri dan Hyo Bin yang disamping Jessica, kompak menjitak jidat Jessica. Kami tertawa geli melihatnya. Tadi dia yang marahi Hyeri karena suaranya sebesar itu. Sekarang malah dia yang berbuat.

__ADS_1


"Sebenarnya, yang dilakukan Seung Han itu romantis" kata Ye Na


"Romantis kepalamu!" Hyo Bin melotot kepadanya.


"Kalau itu cowok normal, maka itu romantis. Tapi karena dia itu Seung Han , makanya aku bilang sebenarnya itu romantis bukan itu romantis. Kan masih ada kata sebenarnya" Ye Na tidak terima dipelototi oleh Hyo Bin.


"Uh apa bedanya itu? Sama saja rasanya"


"Itu berbeda. Sebenarnya dan kenyataannya itu terbeda. Tergantung konteks yang dibahas" Ye Na masih tidak terima.


" Ah sudahlah. Lalu apa yang akan kau lakukan? Dia akan terus mengejarmu." Hyeri mengeluarkan opininya.


"Kalau dia menyuruh kau belajar mencintainya, pasti dia menyukaimu."


"Dia itu gila. Mungkin dia punya kepribadian ganda." jawabku.


"Dia tidak punya kepribadian ganda." semua mata kami menuju pada Ye Na


"Dari mana kau tahu?"


"Aku melihat riwayat mereka sewaktu pertama kali disini."


"Loh kok bisa? Bukannya itu di ruangan direktur?" Jessica bertanya mewakili kami.


"Aku ingin mencari tahu hari ulang tahunnya Kwon. Jadi aku menyusun rencana matang-matang"


"Apa kau menyukainya? Tidak mungkin tidak. Mana ada seorang cewek yang bersusah payah cuma untuk mencari tahu hari ulang tahun." Aku lebih tertarik dengan cerita Ye Na saat ini.


"Dia itu temanku pertama kalinya disini. Aku belum bertemu kalian saat itu. Jadi aku mau berterima kasih padanya." jelas Ye Na. Dia menjauhkan piringnya, sudah selesai makan.


"Hanya itu? Kwon Won itu tampan, seorang pemimpin, baik hati, mapan. Dia punya semua tipe idealmu." tiba-tiba Jessica menjetikkan jarinya seperti memiliki ide hebat.


"Apa?"


"Sekarang kita punya misi penting" kami merapat mendengarkan dengan seksama.


"Apa?" Ye Na melihat parno ide Jessica


"Kita akan membantu Ye Na mengubah status teman menjadi teman hidupnya Kwon Won" Ye Na menepuk jidatnya tak percaya dengan ide Jessica. Kami tertawa sambil mengangguk setuju.


"Got Me In The Friend Zone Neowa nan chingu sairo sijakdwaessjiman Yeah Yeah


I Want You In My Love Zone


Uri dul kkeuteneun sarangigo sipeo"

__ADS_1


Kami semangat menyanyikan lagu berjudul Friendzone milik boyband terkenal. Sambil menoel-noel pipi Ye Na, kami terus mengganggunya dengan lagu berbau friendzone.


__ADS_2