Precious Idol

Precious Idol
Jun Soo


__ADS_3

"Meskipun dunia ini kau bertemu banyak orang jahat, tapi kau juga memiliki orang baik disisimu. Kau memiliki mereka bukan?"


"Alasan kau ingin menjadi manusia adalah mereka bukan?" Aku mengangguk. Alasanku sebenarnya adalah karena mereka.


"Merekalah yang disebut malaikat. Lebih tepatnya berhati malaikat!" Aku menoleh memandang wajah penjual itu. Sorot matanya terlihat bangga.


"Mereka membuang kita bukan karena kita buruk. Tapi karena kita masih memiliki hati seperti mereka"


"Hati yang dipenuh kasih sayang, kesedihan, kepercayaan pada orang lain."


"Mereka tidak butuh orang seperti kita disana. Tempat itu hanya pertarungan saja, tempat kesombongan tak berakhir. Tempat itu bukan surga seperti yang dibilang Pak Tua itu padamu"


"Kau mengenalnya?" Dia mengangguk. Berarti Pak Tua itu bukan hanya menjagaku seorang?


"Dia menyebalkan sekali! Dia selalu mengatakan hal yang buruk tentang manusia. Tapi dia menyuruh kita belajar dari mereka" Aku membenarkan perkataanya.


Waktu itu Pak Tua selalu mengatakan aku akan dilupakan, dia menampilkan sisi jahat manusia padaku, tapi pesannya aku harus belajar dari mereka.


"Aliena, lakukanlah keputusanmu. Jangan sampai melepas hal paling berharga." Dia menyerahkan kalung bulan sabit itu padaku. Aku ragu-ragu mengambilnya.


"Ambilah, ini milikmu. Kau sudah temukan jalanmu" Aku mengambilnya. Kalung ini cantik sekali. Terlihat kuno tapi elegan.


"Apa kau sekarang sudah menjadi manusia" Dia tersenyum simpul.


"Kau akan tahu jawabannya, saat kau sudah merasakannya" Aku tidak bertanya lagi. Jawaban itu berartu harus kutemukan sendiri.


Hyuk Jae melambaikan tanganya padaku. Aku balas melambai kearahnya. Meskipun sekarang dia terlihat dekil karena air bekas darah, tapi dia tersenyum bahagia.


Hyeri, Hyo Bin dan Jessica meski pernah memakai kacamata seharga motor, tetap saja tersenyum meski tahu itu palsu.


Ye Na pecinta kebersihan. Tapi dia tidak ragu menginjak becek dipasar ini. Dia tetap terseyum.


Hah. Penjual ini benar, bukan soal kita siapa atau dimana kita, kebahagiaan itu hanya tentang waktu saat kita bersama orang yang kita cintai


"Terima kasih Pak Tua, aku pergi dulu" Aku pamit pergi. Dia mengangguk tersenyum. Sekarang aku tidak takut lagi melihat senyumnya.


"Oh iya" Aku berbalik tiba-tiba teringat kembali.


"Kau tahu caranya mengeluarkan five boom powers itu secara bersamaan?"

__ADS_1


Dia tersenyum "Kau akan tahu sendiri jawabannya. Keahlian itu perlu dilatih secara keras."


"Bagaimana cara melatihnya?"


"Tidak ada teorinya, nanti kau juga tahu sendiri setelah melewati banyak hal" Aku mengangguk. Berbalik lagi.


"Oh iya" Aku berbalik lagi.


"Aku tidak terima aktingku dibilang buruk" Dia hanya tertawa sambil mengangguk.


Aku berlari mengejar mereka yang sedang asik bermain dan bergabung.


"Aku menemukanmu Aliena."


...


"Semuanya sudahkan? Ayo kita kerumah temannya Hyeri! Kami segera keluar dari pasar menyusuri gang yang berisi pertokoan yang tutup.


Suasana disini sepi. Aku mendengar suara nyanyian yang terdengar samar. Aku menghentikan langkahku, memusatkan pendengaran.


"Ada apa?" Tanya Hyeri yang ikutan berhenti.


"Apa kalian dengar sesuatu?" Aku memusatkan lagi, sepertinya suara itu berasal dari arah gang ini.


"Terus kalau ada yang nyanyi kita harus apa?" Dasar Hyo Bin tidak peka.


"Iya benar, suaranya bagus meskipun terasa lemah" kata Hyuk Jae setelah berhasil fokus.


"Ayo kita cari tahu!" Kami berjalan dalam diam mendengar asal suara itu. Semakin lama suaranya terdengar jelas. Suara pria. Seperti kata Hyuk Jae, suaranya terdengar merdu dan jernih walaupun terdengar lemah.


Suaranya terdengar lebih dekat dengan dibalik toko satu ini. Kami saling memandang yakin melangkah kebalik toko ini.


Sekarang aku tahu kenapa suaranya terdengar lemah. Ya memang yang menyanyikannya sedang kelaparan. Pria ini sepertinya gelandangan atau pengamen bersuara merdu.


Kami mendekatinya. Menyadari ada yang mendekat, dia segera duduk menatap was-was. Melihat gerak-geriknya, sepertinya dia sudah sering berhadapan dengan hal buruk.


"Dia gelandangan ya?" Hyeri bertanya berbisik pada Hyuk Jae. Dengan polosnya, Hyuk Jae malah balik bertanya pada pria itu. Hyeri menyikut kuat Hyuk Jae. Aku lebih baik menyimak mereka saja.


Hyo Bin memberinya kue yang kami beli tadi. Karena terus menolaknya, Hyo Bin membolangkan matanya memaksa. Pria itu mengalah, menerima kue Hyo Bin.

__ADS_1


"Berapa umurmu?" tanya Jessica. Aku seperti mencium bau-bau perekrutan disini. Dia tidak langsung menjawab.


"Aku 19 tahun"


"Wah kau baru tamat SMA?" tanyanya lagi. Dia menggeleng.


"Aku tidak pernah sekolah. Kalian mau apa?" Dia berdiri setelah selesai makan kue. Tatapannya lebih awas lagi.


"Ah kau tenang dulu. Aku Jessica, ini Hyeri, Hyo Bin, Aliena, Jessica dan Hyuk Jae" Jessica memperkenalkan kami.


"Kami dari agensi The A&J Music Entertainment, kami tidak sengaja mendengar nyanyianmu." Kami tersenyum untuk meyakinkannya. Meski aku tidak terlalu suka dia, tapi suaranya tak bisa dilewatkan begitu saja.


"Jadi kami ingin kau bergabung bersama kami bagaima-?" Belum usai Jessica menawarkan, dia sudah berlari sekencang-kencangnya.


Terkejut melihat dia berlari, kami segera berpencar untuk mencarinya lagi. Larinya kencang sekali aku tersengal-sengal mengejarnya.


Ada begitu banyak orang berbakat dan berminat lainnya, kenapa kami harus terlibat kejar-kejaran seperti ini?


Aku berbelok mengambil arah lain. Semoga saja ini lebih cepat. Aku berhenti sebentar mengatur napas. Suasana sedang sepi, lebih baik aku teleportasi saja.


Pria itu muncul saat aku mengambil ancang-ancang untuk teleportasi. Jaraknya tidak jauh, dia belum tahu aku ada disini.


Aku berlari dari arah kirinya dengan kencang dan berhasil menangkap lengannya. Dia memberontak sekuat tenaga.


Aku terpaksa mengeluarkan sinar hijau agar dia tenang sedikit. Lelah aku tuh, pengen dikejar juga.


"Aku tidak tahu kenapa harus berlarian gini" Kalimatku tersengal-sengal karena lari tadi. Keringat mengucur dari pelipisku. Akhirnya dia bisa tenang juga. Aku berbicara sambil mengatur napas.


"Aku tahu kau sudah sering disakiti, tapi kami bukan orang jahat percaya lah." Ah sialan, bahkan sekarang aku meyakinkan dia? Apa aku sedang berjuang membangun agensi betulan?


"Banyak orang jahat berkedok itu. Teman-temanku tidak kembali setelah menerima tawaran begini"


"Ah persetanlah dengan mereka itu, percayalah kami tidak begitu. Kau kenal girlband TheA?" Dia menggeleng. Aku tersinggung sedikit karena dia tidak tahu.


"Kami sibuk bertahan hidup, tidak sempat melihat hal gituan." Aku bisa memakluminya kalau dia tidak tahu.


"Bersama kami kau ada tempat tinggal dan makan. Kau tidak perlu berkeliaran seperti ini. Kalau kau mau berusaha, bakat menyanyimu bisa lebih bersinar" Aku membujuknya. Wow aku terkejut, sekarang aku benar-benar membujuknya. Dia sudah tidak setegang tadi.


"Lagi pula aku tidak tertarik dengan onderdil tubuhmu itu. Toh nanti juga rusak. Bergabunglah dengan kami ya?"

__ADS_1


Tolong terima saja. Ini Alienayang minta. Aliena!


"Aku Jun Soo"


__ADS_2