Precious Idol

Precious Idol
Pindah


__ADS_3

Mobil kami memasuki salah satu jalan yang sangat terkenal disini. Gedung-gedung area di sini terkenal dengan kemahalannya. Apa disini rumah Jessica? Apa kami tidak salah?


"Jessica ini memang alamatmu?" manajer bertanya memastikannya.


"Yes. Rumahku memang disini." Jessica menjawab enteng. Kami terkagum-kagum heboh. Selama traine dia hampir tidak pernah menggunakan barang-barang mahal. Bahkan dia juga makan ramen selama seminggu karena kami juga makan itu.


Hyeri dan Hyo Bin memandang keluar sambil memuji. Ye Na juga. Apalagi si heboh Hyuk Jae. Dia sudah lompat-lompat di dalam mobil. Semoga saja kepalanya ke jedot.


"Jadi kenapa kau kelihatan miskin selama traine?" Ye Na bertanya, matanya menyipit berusaha menggoda Jessica.


"Aku nggak benar-benar kelihatan miskin kok. Ingat tidak yang waktu kalian hanya makan ramen selama seminggu itu, pas lewat dari seminggu perutku benar-benar sakit." Pandangan kami beralih pada Jessica.


"Ingat nggak waktu aku belikan kalian makanan?"


"Oh yang itu ya ya kau bilang itu hasil dari kerja part timemu" jawab Hyeri.


"Jari kalian benar-benar percaya?" Jessica menutup mulutnya menahan tawa.


"Tentu saja kalau kau waktu itu menggunakan pakaian dari Louis Vuitton mungkin kami nggak percaya" pipi Hyo Bin menggelembung kesal. Jessica menariknya ke pelukan. Sambil mengelus punggung Hyo Bin, dia meminta maaf.


"Hore kita sudah sampai di rumah Jessica" Kami langsung melihat kedepan dengan antusias. Pagar rumah Jessica sangat besar dan indah, ukirannya benar-benar membuat mulutku ternganga.


"Wah wah wah"


"Lihat pagarnya itu" Hyuk Jae memekik-mekik menunjuk-nunjuk kearah pagar. "Ya ampun pagarnya saja besar sekali aku jadi takut masuknya." Jessica memukul pelan kepala Hyuk Jae.


Dia merasa malu karena sejak tadi kami malu-maluin dia.


"Setidaknya nggak akan ada yang tahu kalau kita tinggal di sini" Aku setuju dengan Jessica.


"Mungkin mereka berpikir tinggal di sini untuk band yang didisband terlampau mustahil. Jadi ya kita tetap aman" sambung Jessica.


Jangankan haters aku yang member kamu aja terkejut melihat rumah ini. Pintu pagar terbuka secara otomatis ternyata pagarnya itu dibuka oleh Jessica, melalui remote yang selalu dibawanya di tasnya.


Belum habis soal pagar kami sudah terkagum-kagum dengan remotenya. Dia tertawa geli lagi melihat kekampungan kami.


"Kalian belum masuk padahal. Simpan dulu kekagumannya rumahku tuh jauh lebih bagus daripada yang kalian kira."


"Wah tengok-tengok itu dari mana datang kepercayaan diri dan kesombongan Jessica, yang makan ramen dalam seminggu yang makan ubi doang" Hyeri menyindir halus dia.

__ADS_1


"Aku tidak mau kalian canggung melihat aku atau merasa rendah diri. Aku hanya ingin tumbuh bersama kalian. Lagipula itu bukan uangku sepenuhnya" Dua mobil kami sudau terparkir sempurna didepan rumahnya.


Aku dan lainnya otomatis berjalan kearah rumah Jessica. Halamannya luas. Pohon dan bunga tertata rapi. Rumahnya didominasi dengan warna putih dengan banyak ukiran. Disebelah utara rumahnya, ada seperti pondok lengkap dengan patung air mancur panda.


"Jessica cepat buka pintunya kami sudah tidak sabar" Hyuk Jae melompat-lompat seperti anak kecil.


"Ya! barang-barang kalian belum kalian angkat. Angkat dulu!" Hyuk Jae, Hyeri, Hyo Bin dan Ye Na memasang tampang pura-pura lemas. Aku geli melihat tingkah ansurd mereka.


Menyusul Jessica, aku mengangkat barang barang ku sendiri. Untung saja gitar ini dibolehkan untuk aku bawa. Pelan-pelan aku meletakkannya di lantai.


Yang lainnya menyusul mengangkat barangnya. Truk yang membawa barang-barang kami juga sudah sampai. Mereka mulai menurunkannya didepan koridor rumah.


Belum selesai Jessica membuka pintunya, Hyuk Jae sudah menerobos masuk membuat Jessica teriak-teriak kesal padanya. Kami hanya tertawa menyaksikan adegan pertengkaran mereka.


"Rumah ini memang besar tapi di sini tidak memiliki pembantu, jadi kita harus bekerja sama untuk membersihkannya."


"Rumah sebesar ini perlu dua hari untuk menyapunya" Hyuk Jae memang tidak bahagia kalau tidak mengeluh.


"Dasar pemalas! Kau tahu rumah ini kita tidak perlu dua hari tapi satu minggu tahu" Hyeri menggerutu, membuat kami tertawa geli. Sepertinya Hyeri punya teman pemalasnya.


"Nah jadi nanti di sebelah barat-"


"Karena rumahnya sebesar ini kita harus mengatakannya sebelah barat utara" Ye Na ikut menambahkan.


"Ih sudah jangan berlebihan dua kamar itu milik kita"


"Tapi rasa aku dua kamar terlalu banyaklah aku nggak yakin ruangan kamar itu kecil pasti besar" kataku.


"Lebih baik satu ruangan lagi kita gunakan untuk penyimpanan yang lain" usul Ye Na.


"Apa aku nggak bisa satu kamar dengan kalian satu kamar berlima pasti kamarku terlampau besar untukku." Hyuk Jae beraegyo yang malah membuat kami jengah.


"Mungkin beberapa bulan kau tidur sendiri. Makanya kita usahakan debut modelmu sukses. Jadi kita bisa menambah traine lainnya" Hyuk Jae mengangguk patuh bersemangat.


"Kalian benar-benar serius soal menambah trainee?" Aku kira mereka hanya main-main tadi.


"Apa kau pernah lihat agensi cuman ada satu grup saja?"


"Aliena terlampau bodoh sudah dia tidak usah ditanggapi. kita akan sukses lebih cepat dari yang kita pikirkan" Hyuk Jae menirukkan adegan superman dengan tangannya.

__ADS_1


"Ya ya tanamkanlah sifat optimis itu selalu ya karena kedepannya mungkin nggak akan mudah" Aku mengibaskan tanganku, membalas ucapannya yang mengatakan aku bodoh.


Akhir-akhir ini banyak sekali yang mengatakan aku bodoh. Apa lagi diriku sendiri.


"Aliena benar, kedepannya nggak akan mudah kita harus optimis!" Hyeri dan Hyo Bin berteriak-teriak mengatakan optimis.


"Oke malam ini kita langsung istirahat saja. Tempat tidur sudah ada. Cuma nggak sama seperti tempat tinggal kita di asrama.


Jessica menghampiri petugas-petugas itu dan berterima kasih kepada mereka. Kami juga ikut berterima kasih kepada mereka dan manajer. Barang-barang kami sudah masuk kerumah semua


Kami mengantar mereka sampai ke pintu gerbang. Usai mereka pergi, aku berlari ke kamar yang sudah ditunjuk oleh Jessica.


Mataku sudah benar-benar ngantuk. Badanku pegal. Sementara dikamar sebelah, Hyuk jae sudah tidak keluar lagi, dari balik kamar ini aku bisa mendengar suaranya berteriak heboh.


Aku juga ingin berteriak heboh tapi tahan, aku tidak mau terdengar seperti orang kampung. Ya walaupun dari tadi aku sudah seperti orang kampungan.


Kamar Jessica luas terdapat dua tempat tidur big size di sini. Bahkan ini lebih dari muat untuk kami tidur berlima.


Kamar ini juga dilengkapi dengan toilet dan balkon. Dari balkon kami bisa melihat aliran sungai yang indah terpadu dengan gemerlap lampu.


Satu sisi dinding ini dilapisi kaca. Mungkin Jessica berlatih menari di sini.


"Kau latihan nari di sini juga ya?


"Terkadang kalau aku sedang berada di kamar dan merasa bosan. Tempat kita berlatih nanti sudah aku persiapkan." Jessica sibuk menata barang-barangnya. Sekarang koper kami terlihat mengenaskan kalau diambandingkan dengannya.


"Melihat persiapanmu, kau seperti sudah tahu kalau kita akan disband" Hyeri ngomong asal. Jessica hanya diam mendengarnya.


"Kau kira aku cenayang apa? Aku menghabiskan waktuku lebih lama di sini daripada di negara asalku jadi aku membangun ruangan khusus untuk menari."


"Aku tidak tahu kalau ruangan itu ternyata lebih jauh berguna sekarang" Dia sudah siap merapikan barangnya.


Tidurlah besok kita mulai menyusun dan membicarakan rencana- rencana ke depan"


"Padahal aku perlu kekaca toko untuk berlatih menari" Hyeri melemparkan badannya kekasur. Hyo Bin langsung menendang Hyeri, menyuruhnya membersihkan diri.


Aku langsung mengambil handuk di dalam koper ku dan peralatan mencuci muka. Setelah beres cuci muka, aku menggunakan rangkaian Skin Care malam untuk menjaga kulitku.


Kamar hening, kami tidak ada yang berbicara satu pun. Aku langsung memilih tidur agar setelah perjalanan panjang hari ini

__ADS_1


__ADS_2