
Masih ada beberapa hari lagi untuk promosi album kami. Tapi semuanya sia-sia. Kami telah kandas sebelum berlayar. Suasana terlalu suram ditempat yang biasanya dipenuhi canda ini. Tidak ada suara yang keluar sama sekali. Rasanya ini berlangsung cepat, baru kemarin aku merantau menjauh dari semua luka, berlatih menari, pergi ke korea untuk audisi, menjadi trainee, dinyatakan debut, mengenal TheA dan rasanya baru tadi kami menyelesaikan panggung kedua kami.
"Apa yang akan kita lakukan?"
Hening. Apa yang harus kami lakukan? Siapa yang bisa menjawab pertanyaan kami.
"Apa yang harus kita lakukan?"
Hening. Apa yang harus kami lakukan? Adakah yang bisa menjawab pertanyaan kami? Ini semua salahku.
Andai saja aku fokus saat memasak, andai saja tidak marah dan keluar dari akting. Andai saja ah.. Lagi-lagi aku menghilangkan hal yang paling berharga
"Maafkan aku" aku menunduk tak sanggup menatap mereka.
"Itu bukan karenamu" Jessica menjawab lemah. Mendengar perkataannya, aku memberanikan diri mengangkat kepala.
"Benar, lalu itu salah siapa?" suara Hyeri memberat. Aku tahu dia sangat kecewa. Kepalaku kembali tertunduk.
"Kalau saja dia tidak berurusan sama sekali dengan Seung Han, ini semua tidak akan terjadi!" aku hanya bisa tertunduk lagi, dia benar ini salahku.
"Sudah- sudah Hyeri, Aliena tidak salah. Itu karena fans gila yang bersembunyi dirumahnya, merekam dan menyebarkannya tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi." Jessica menenangkannya. " Kita semua sudah difitnah"
"Tetap saja, Hyeri tidak salah. Seandainya hari itu Aliena bisa menahan emosinya, kerja keras dan perjuangan kita tidak akan berakhir seperti ini." Ye Na menangis lirih. Tidak ada yang lebih perih saat melihat orang yang kau sayangi menangis. Hatiku teriris mendengar lirihannya.
Ye Na berlari kekamarnya sambil menangis. Bahkan untuk menutup pintu kamar saja, dia tidak bertenaga.
Air mataku tak terbendung lagi, aku menangis dalam diam. Semua perjuangan kami, masa muda yang kami habiskan distudio, semuanya kuhancurkan dalam satu hari.
"Menangislah. Ini hambatan kita yang kesekian kalinya. Kita bisa selesaikan seperti kemarin." Jessica beranjak ke dapur, mengambilkan beberapa cemilan untuk kami.
__ADS_1
Semenjak berita itu tersebar diportal online, kami hanya bisa terduduk dan terdiam. Fans dari EVE sangat besar dan kuat. Meskipun kami melakukan pers, tidak akan ada yang percaya. Fans akan selalu melindungi idolanya. Tidak akan ada yang peduli fakta. Jika ada mungkin tidak sampai seperempatnya.
Itu sama seperti ucapan perpisahan pada kami.
"Kita akan melakukan pers" Hyo Bin menyeka air matanya. Tubuhnya ditegakkan.
"Kita tidak akan diam saja disini. Seung Han harus mengakui kesalahannya. Kalau perlu kita harus meminta pertanggung jawaban dari si penyebar video.
"Tidak perlu. Itu hanya terdengar seperti pembelaan diri kita. Mereka tidak akan ada yang percaya. Seung Han menunjukkan wajah malaikat selama berada di publik." aku menghela napas, Jessica ada benarnya juga.
Mengatakan bahwa Ji Joon yang salah, hanya membuat fans mereka semakin marah. Mereka bakal mengira kami beralasan.
"Kita hanya akan meminta maaf di pers. Masih ada keberuntungan karena kita di agensi yang sama" Jessica menjelaskan sambil membagikan cemilan yang dibawanya. Aku tidak lapar, bernapas saja sudah berat apalagi pencernaanku.
"Jadi, hapus air mata kalian. Mari kita bangkit lagi!" Air mataku turun semakin deras. Aku menyeka air mataku. Kali pertamanya ini seseorang menyeka air mataku setelah bertahun-tahun.
Jessica benar, tidak ada yang selesai dengan menangis. Aku tidak perlu khawatir dengan masa depan, badai akan selalu ada tapi langit biru tetap disitu. Bunga akan hadir dari tetasan hujan yang dibawa badai. Meskipun dia merontokkan daun-daun yang sudah ada sebelemnya.
"Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf. Kalian tidak seharusnya menanggung ini semua. Maafkan aku Jessica, Hyeri, Hyo Bin." aku terbata-bata meminta maaf. Hyeri menghela napasnya, sementara Hyo Bin mendongakkan kepalanya berusaha untuk tidak menangis lagi.
"Hyeri, Hyo Bin" Jessica mengenggam tangan mereka berdua.
"Tidak ada yang kita punya selain kita dan diri kita sekarang. Jika kalian saling membenci, apalagi orang yang tidak kenal kita sama sekali." Jessica berpindah duduk ditengah mereka dan mengalungkan kedua tangannya di leher mereka.
"Ingat apa tujuan TheA? TheA akan bernyanyi dan berdiri untuk mereka yang menyukai maupun tidak. Kita akan selalu menjadi Bulan meskipun tidak di agensi ini." kalimat Jessica membuat kami terkejut. Apa maksudnya?
"Meskipun kadang orang lain tidak peduli apakah bulan bersinar hari ini" tatapan Jessica sendu lurus ke depan.
"Meskipun orang hanya menyadari keberadaan kita ketika malam. Ketika kita berada dalam kegelapan."
__ADS_1
"Tunggu, apa maksudmu agensi lain?" Sama seperti Hyeri, aku hanya terfokus dengan perkataan Jessica tentang agensi lain. Apa kami akan disband?
"Direktur Kim tidak bisa menolong kita, jika dia bisa harga saham akan turun. Banyak yang menyuruh kita bubar. Kita tidak boleh merugikan orang lebih banyak lagi. Dua hari lagi kita akan mengadakan pers dan salam perpisahan."
Udara diruangan ini serasa pergi menjauh dari kami. Dunia gelap gulita sekarang. Agensi tempat yang melahirkan kami, tidak bisa melindungi kami sama sekali. Aku hanya bisa melihat sinar hitam pekat keluar dari tanganku, menyelimuti kami.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" pertanyaan itu lagi. Tolong, kenapa pertanyaan itu sulit sekali jawabannya.
"Tidak akan ada satupun agensi yang akan menerima member yang bermasalah Jessica!" Hyeri berteriak nyelekit.
"Kita bisa melewati ini. Aku tahu, tidak akan ada agensi yang mau menerima tak peduli seberapa keras kita mencoba. Satu-satunya cara, kita akan mendirikan agensi sendiri. Aku yakin, masih ada yang mencintai kita."
"Mendirikan agensi butuh modal yang banyak Jessica. Kita baru debut dan masih mendapat sedikit sekali royalti itupun bukan dari hasil debut kita." Aku dan Hyo Bin hanya diam saja mendengar perdebatan mereka. Ye Na masih belum keluar dari kamar.
"Aku tahu Hyeri. Mimpi kita besar, pengorbanan juga harus besar." dia berlari ke kamar membawa kertas dan pena.
"Perhatikan sini" kami mendekat membentuk lingkaran. Dia menulis nama kami semua.
"Aku punya rumah yang bisa kita jadikan sebagai studi dan kantor" dia menulisnya didepan namanya.
"Kita tinggal disitu saja untuk menghemat biaya. Selebihnya kita tanggung bersama"
"Biaya produksi lagu, MV dan promosi?" Hyeri mengernyitkan dahi.
"Itu masalah gampang. Kita adalah TheA, langka"
"Maksudnya?" tanya Hyo Bin. Sekarang dia sudah lumayan tenang. Aku mendekat, mulai tertarik dengan rencana Jessica. Dia memang leader yang profesional.
"Kita menguasai beberapa instrumen musik dan sudah tahu cara mengomposi lagu. Lirik dan pembuatan lagu bisa kita buat sendiri. Untuk produksi MV, aku bisa dalam pengeditan" usulku takut-takut melihat respon mereka. Aku bersyukur pernah terlibat pada proses pengeditan MV.
"Cerdas. Kita punya investasi lebih berharga daripada uang. Hyeri, Kau dan Hyo Bin mahir dalam fotografi. Jadi kita tidak perlu menyewa orang lain.
"Apalagi translator, Sudut pandang berbeda, bisa membuat kita unggul dari perusahaan besar sekalipun." Kami diam mencerna ucapan Jessica.
Setelah dia menjelaskan ulang lagi, Kami semua tersenyum lebar dan bisa menegakkan badan. Selalu ada harapan, saat ada hambatan. Dan jangan lupa, akan ada hambatan saat ada harapan.
Ah Jessica selalu luar biasa. Dalam kurun waktu kurang dari dua puluh empat jam dia sudah bisa menrancangkan rencana yang fantastis.
__ADS_1
"Jika tidak mau berkorban untuk mimpi, maka mimpi kita yang menjadi korbannya".
Sekarang aku tahu, kenapa kami diizinkan menerima semua ini. Untuk menjadi berhasil, kita hanya butuh dua hal. Berdoa dan berusaha