Precious Idol

Precious Idol
Rencana


__ADS_3

Hari ketika kau berjalan sendirian..


Memetik satu persatu bunga


Tidakkah perasaanmu sedih


Tak perlu terlalu jauh


Mencari tahu pemilik kunci


Katika dirimu dihentikan sang badai


Berharap kau hancur atas hembusannya


Aku sampai tidak bisa berkata apa-apa ketika dia mulai bernyanyi. Suaranya terdengar sangat lembut dan dan dia mampu menggambarkan kesedihan dalam lagu itu dengan sempurna. Bahkan manajer lain yang mengantar kami terperangah mendengar suaranya.


"Suaramu sangat bagus. Apa kau yakin ingin bergabung dengan kami?" tanya Jessica.


"Kau pasti bisa diterima oleh perusahaan besar masa depanmu jelas bersama mereka. Kau perlu meyakinkan dirimu lagi" sambung Hyo Bin


"Terima kasih. Tapi aku tidak perlu. Aku ingin bersama kalian. Aku ingin kalian yang mendidik aku. Karena aku tahu, kalian bukan hanya sekedar grup. Jiwa musik mengalir dalam diri kalian."


"Aku tidak masalah memulainya dari nol aku ingin membantu kalian juga aku ingin benar-benar berjuang agar suaraku didengarkan orang lain. Tolong terima aku, aku akan berusaha." Dia membungkukkan badannya dengan hormat pada kami. Hyeri menatapnya takjub. Memang paling pandai ya ini orang mengambil hati orang lain.


"Ya sudah naik! Ah kami akan pergi ketempat rumah yang akan kita jadikan sebagai kantor agensi." Jessica dan Hyo Bin memindahkan tas-tas yang berada di bangku depan ke bagasi agar dia bisa duduk.


"Karena kau adalah traine pertama kami, maka kau di diizinkan untuk tinggal bersama kami atau tetap berada di rumahmu kau pilih mana?" tanya Jessica sambil memindahlan barang-barang ke bagasi. Mengaturnya agar muat.


"Aku tidak memiliki rumah. Aku ingin tinggal bersama kalian." Wajahnya bersemangat sekali. Aku jadi tidak tega mengusirnya lagi.


"Oh maksudmu maksudmu tinggal satu kamar dengan kita ya?" Hyo Bin bertanya terlalu naif.


"Memang otakmu kau jatuhin kemana lagi?" Jessica menjitak kening Hyo Bin.

__ADS_1


"Kan aku sudah bilang rumahku cukup besar Kita hanya lima orang sementara aku juga punya tiga kamar. Satu kamar untuk dia dan dan kalau kita berhasil kita bisa menambah traine lainnya."


"Saat kita berhasil debut dan mencari traine lain, berarti kita berhasil membangun agency kita" jelas Jessica. Dia jelas pemimpin yang visoner.


"Kita bukan hanya bisa mewujudkan mimpi kita, tapi juga mimpi yang lainnya" Hyeri mengacungkan tangannya bersemangat.


"Ya ya benar-benar apa aku juga boleh ikut mencari yang lainnya?" Jessica sudah mengemas barang. Aku langsung masuk meluruskan kakiku, kami harus segera pergi dan beristirahat. Hyuk Jae juga ikut masuk, dia duduk disamping manajer kami yang membawa mobil.


"Hyuk Jae boleh ikut mencari traine terbaik tapi kau jangan lupa juga harus mencapai cita-citamu!" Jessica memajukkan badannya kebangku depan. Aku memilih mendengar mereka saja sambil beristirahat.


"Karena kami agensi mandiri, kau harus tahu dari sekarang kami melakukannya sendiri. Mulai dari produksi lagu, perekaman dan visual efek untuk MV, fotografer dan sebagainya dan yang berkaitan dengan industri musik" Hyo Bin menambahkan sambil menghitung dengan jari.


"Kau tidak perlu khawatir dengan koreografi karena kita punya seorang koreografer yang hebat" Hyeri menepuk bahuku dan Hyo Bin bangga.


"Aku tahu, aku menonton debut kalian di televisi restoran tempat kerja part timeku. Aliena dan Hyo Bin melahirkan mahakarya" jawabnya sambil mengubah posisi duduknya menghadap kearah kami.


"Karena kau sudah tahu, jadi yang kita perlukan sekarang itu, ehm apa kau mau membantu kami dalam pembuatan MV? seperti memegang kamera dan lampu atau editan lainnya?" Aku merinding melihat Jessica berbicara imut.


"Aku bisa nulis lirik lagu" Hyuk Jae menatapku dengan tatapan anak anjing yang berusaha membuatku luluh.


"Aku ragu melihatmu. Kau melamar untuk posisi model, yang meskipun kau memiliki suara bagus tapi belum tentu kamu punya rasa untuk menciptakan musik" Aku menolaknya mentah-mentah.


"Ya! jangan terlalu keras padanya lagi pula kan kita sudah melihat cara dia bernyanyi dia bisa belajar dari kau dan Ye Na cara membuat musik." Hyeri menusuk-nusuk pipiku yang reflekku gembungkan.


"Kita harus mempertimbangkan debut model kau terlebih dahulu bersamaan pembuatan MV kami." Hyeri mengusulkannya yang langsung mendapat persetujuan dari Hyo Bin dan Jessica.


"Kita akan usahakan kau bisa bersinar dulu. Pembuatan lagu dan koreografer cukup lama" tutur Jessica.


"Kalau ini aku setuju. Sebagai model, aku bisa melihat potensi besarmu kau juga bisa mendapatkan gaji lebih cepat dan membantu kami dalam soal dana. Itupun kalau kau mau bantu" Setidaknya aku sudah memberi lampu hijau padanya.


"Oke dengan senang hati. Sudah kubilang jangan terlalu sopan sama aku. Aku seumuran kalian tapi," dia diam sejenak.


"Apa aku boleh bertanya kenapa Ye Na dari tadi hanya diam? Apa dia tidak suka melihatku?" Pertanyaan Hyuk Jae menyadarkan daritadi Ye Na hanya diam.

__ADS_1


"Dia memang diam dari tadi bahkan sebelum kami mengadakan pers" jawab Hyo Bin karena Ye Na tak menunjukkan tanda-tamda dia ingin menjawab.


Aku masih belum menyelesaikan masalah dengannya. Apa dia masih terlalu memikirkannya? Aku jadi masih merasa bersalah lagi.


"Ye Na, Ye Na, Ye Na ya" dia tidak menjawab panggilan Hyeri yang ada disampingnya. Tatapannya kosong. Raganya saja yang ada di sini.


"Ya Ye Na!" Hyeri memukul lengannya dengan cukup keras. Pukulan itu berhasil menyadarkan Ye Na dari lamunannya.


"Ah benar-benar! Apa kau dari tadi tidak mendengarkan kami?" pekik Hyeri kesal.


"Sudahlah buat apa berkutat dalam masalah, masalah terus. Kita harus dewasa! kau tidak harus menjadi nomor satu tiap hari!" Hyo Bin berkata tegas sambil mengelus jari-jarinya.


"Maafkan aku. Aku terlalu memikirkan yang berlebihan. Siapa namamu?"


"Hyuk Jae"


"Oh gitu, tapi Hyuk Jae, kau ngapain disini?" pertanyaan polosnya membuat kami menepuk jidat. Dia benar-benar tidak mendengarkan kami dari tadi.


Aku rasa ada yang disembunyikannya. Tidak mungkin masalah ini saja yang membuatnya menjadi tidak fokus.


"Aku sakit hati sekarang. Aku tadi menyanyikannya dengan sepenuh hati tapi kau tidak mendengarkan suaraku. Begitu sampai nantikau harus mendengar nyanyianku." Hyuk Jae memasang wajah pura-pura cemberut.


"Aku tahu suaramu merdu tapi emang harus di dengerin ya tiap hari?" aku membalasnya ketus. Dia hanya nyengir menanggapiku.


"Oh iya kita juga harus memikirkan konsep-konsep debut kita dan debut Hyuk Jae" Hyeri tiba-tiba berteriak mengejutkan kami. Kontrol mobil sempat hilang, untung saja tidak ada kucing disana.


"Apa kau ada ide?" Hyeri tidak peduli.


Masih mengelus-elus dadanya, Hyuk Jae menjawab "Sepertinya aku cuma ada ide untuk konsep debut aku sebagai model. Aku sangat mahir menggunakan konsep bad boy."


"Kau benar juga. Kau mahir menggunakan konsep bad boy. Ya aku jadi tidak sabar untuk sampai ke rumah Jessica. Aku tidak sabar untuk memulai ini semua" Hyeri berteriak lagi. Dia yang teriak tenaga aku yang habis dengarnya.


"Kalian yakin berhasil?" Ye Na bertanya. Aku bisa mendengar keputusasaan dari nada suaranya.

__ADS_1


__ADS_2