Precious Idol

Precious Idol
Komentar


__ADS_3

Sekarang aku bisa sedikit berlagak ketika Jun Soo terkejut ria melihat rumah Jessica. Tak heran jika dia bereaksi seperti itu.


"Jun soo, padahal kau sudah melihat rumah Na Hyun yang lebih bagus dari rumahku. Kenapa masih saja alay? tanya Jessica. Kami melepaskan sepatu dan langsung duduk meluruskan badan diatas sofa dengan meja kaca berukiran indah ditengahnya.


Ah badanku lumayan pegal. Hari ini sibuk sekali. Hyuk Jae meletakkan pelan-pelan galaksi kristal yang kami beli diatas meja kaca berukir ini. Rasanya bola kristal itu ditakdirkan untuk berada disana.


Jun Soo berbinar-binar menatap bola itu. Dia belum duduk, malah berdiri canggung menatap bola.


"Jun Soo apa kau tidak bisa duduk saja?" tanya Hyeri dengan mata terpejam. Jun Soo menggeleng.


"Sofanya terlalu cantik"


"Jun Soo sayang, tadi juga kau sudah duduk disofa yang cantik. Kenapa baru lebaynya sekarang?" Aku tertawa kecil mendengar sindiran Hyuk Jae.


"Tadi disana aku mati-matian menahan kagum. Begitu melihat rumah ini, aku tidak bisa menahannya lagi"


"Memang kenapa kau harus menahannya?"


"Kau tahu Na Hyun cantik sekali" tiba-tiba Jun Soo duduk dengan semangat disamping Hyuk Jae menceritakan Na Hyun. Kami yang cewek ini hanya diam mendengarkan mereka.


Jun Soo jatuh cinta pandang pertama pada Na Hyun. Ah tidak, mungkin itu rasa kagum semata. Aku juga terkagum-kagum melihat dia.


"Berarti secara tidak langsung kau bilang kami jelek ya?" Hyo Bin pura-pura tersinggung. Dia menyingsingkan lengan bajunya ala preman dengan mata melebar tak terima. Jun Soo menggaruk-garuk kepalanya, merasa bersalah.


Saat sedang duduk bersantai, bel rumah Jessica berbunyi. Kami berlarian melihat sosok didalam kubus kecil yang dipasang didepan bel.


Seorang pria paruh baya dengan menggunakan pakaian pengantar paket, menyapa.


"Kalian pesan barang?" tanya Jessica. Kami menggeleng, Jessica melihat kembali kearah kotak itu, memutuskan membuka pintu.


Kami mengikutinya dari belakang. Pagar dibuka, Jessica menandatangani sebagai tanda penerimaan paket. Usai pagar ditutup, Jessica membawa masuk paket seperi amplop itu. Kami menghampirinya, penasaran apa yang ada didalam itu.


Kami duduk penasaran mengelilingi, amplop diatas meja ini. Amplop itu terlihat seperti amplop formal berukuran kertas ketik. Dibagian depan sampul diketik bertuliskan TheA&J Ent. Jelas ini amplop untuk kami.


Dengan gerak cepat Ye Na membalikkan amplop itu. Amplop itu direkatkan dengan selotip serta cap.

__ADS_1


Tanpa menunggu persetujuan dia membuka amplop dan mengeluarkan isinya. Itu adalah file yang berisi berlembar-lembar kertas.


Surat itu adalah izin usaha yang telah ditanda tangani dan disetujui badan hukum. Kami semua terkesiap, memajukan badan, merasakan sendiri kertas itu nyata.


The A&J Music sudah terdaftar menjadi perusahaan. Senyum bahagia terkembang masing-masing diwajah kami. Ini seperti langkah pertama menuju mimpi-mimpi tak terbatas.


"Tapi, tunggu! Kenapa izinnya cepat sekali ya? Perasaan belum ada dua puluh empat jam." Jessica membolak-balik membaca isinya bersama Hyo Bin yang duduk disebelahnya.


"Ini benar-benar baru diterima,bahkan-" Hyo Bin mencium aroma kertas itu. "Bau kertas dan warnanya masih tercium"


Aku menempuk jidat, tiba-tiba teringat sesuatu. "Apa karena kita pemegang saham terbesar di Yayasan Precious?" tanyaku mengutarakan pendapat.


Mereka mengangguk "Mungkin saja ya. Ha Joon tadi mengatakan kalau dirumah sakit sedang heboh dengan kita"


Dengan cepat, kami menggambil ponsel masing-masing. Benar saja, nama kami menjadi trending topik disini.


Aku membuka satu postingan dengan pembaca terbanyak. Foto kami diatas panggung saat promosi debut terpampang di halaman artikel.


Ada beragam komentar mengiringi artikel tentang kami. Aku bergulir kebawah ingin tahu respon masyarakat seperti apa.


"The A itu girlband yang bermasalah kemarin dengan boyband satu agensinyakan*?" Aku menyetujuinya dalam hati. Ah sial aku jado teringat dengan si berandal itu. Aku menggelang sekali, menepis wajahnya dari pikiranku.


"Yayasan Precious siap-siap menerima kehancuranmu hahaha" Aku tersenyum pahit membacanya, akan selalu ada pembenci yang mengiringi jalan kita.


"Mereka luar biasa! Sungguh! Kurasa kita sudah termakan video palsu dari fans gilanya EVE!" Baru tahu kamu nak? Kami difitnah!


"Sesuai Direktur Kim, mereka akan terbang tinggi, Direktur Kim sadar betul potensi lima gadis itu. Congrats!!" Terima kasih. Kami berusaha menjaga kepercayaanmu. Ah ingin sekali ku tuliskan terima kasihku padanya.


"AKU PENGGEMAR THE A. SAAT MEREKA BUBAR AKU MENANGIS, DAN SEKARANG AKU MENANGIS LAGI MENDENGAR MEREKA KEMBALI DENGAN LUAR BIASA!!!" Terima kasih. Terima kasih banyak. Air mataku mengalir melihat dukungan mereka.


"Wah aku dengar juga dari sepupuku yang bekerja di rumah sakit itu, Yayasan Precious juga menjadi investor terbesar The A&J Ent" Sepupunya? Apa karyawan Na Hyun? Komentarnya ditanggapi oleh beberapa orang. Penasaran, aku membaca komentar dipostingannya


"Kau serius?"


"*Iya, The A&J dipimpin oleh member The A dan bahkan satu lagi trainenya dan katanya The A belum memiliki staff, jadi mereka mengerjakan semuanya"

__ADS_1


"Mereka sekarang sudah punya traine*?" Seseorang lagi ikut menanggapi.


"Katanya sih sudah, dibalik kasus video itu, The A itu girlband yang sangat berpotensi" sahut akun pemilik komentar ini.


"Iya benar, aku melihat music video mereka ketika berita itu viral, aku bahkan tak bisa berpaling. Lagipula video itu tidak mendapat konfirmasi dari EVE kan?" Komentar ini disuka lebih dari empat ratus akun juga.


"Aku tak sabar fans EVE mulai kocar-kacir nanti memberi pembelaan hahahaha" Komentar ini disukai oleh lebih dari empat ratus akun juga.


Apa mereka sekarang ingin menyerang EVE? Mereka tidak bersalah, bagaimanapun agensi itu menaungi kami dari nol.


"Annyeong, kami percaya setiap kejadian selalu ada hikmahnya, tidak ada yang sia-sia. Kami bisa berdiri sekarang karena kecintaan kami dengan musik dan pasti karena cinta kalian yang mempercayai kami. Terima kasih telah mendukung kami, mohon nantikan kami. Terima kasih 💖" tulisku menambah simbol love diakhir postingan.


Aku mengirim komentar dengan menggunakan akun Official The A&J. Selain membela EVE, aku juga ingin mengenalkan akun kami.


Aku menutup ponselku, merenggangkan badanku. Aku memejamkan mata usai membaca artikel itu. Yang lain masih sibuk mengutak-atik ponselnya.


Menarik nafas dengan mata terpejam, aku menyadari satu hal.


Akan ada hari dimana aku akan bertemu badai. Angin kencang itu menghancurkan semua yang disekelilingku, tak punya hati membuatnya berpuing-puing.


Tapi tanpa sadar, anginnya tidak pernah menghancurkanku, dia hanya membawaku terbang lagi ketempat yang lebih tinggi.


Seperti cerita bahtera Nuh yang pernah diceritakan Hyo Bin, akan selalu ada tempat kapal kita kandas, berhenti berlayar di temoat yang indah. Asal kita selalu berlayar.


Aku tidak pernah membayangkan aku akan dikirim kesini, bertemu dia, jatuh cinta dengan menari, bertemu mereka, menjadi The A, berkasus dengan EVE, mendirikan agensi, bertemu Na Hyun dan Ha Joon serta menjadi investor.


Aku tidak pernah membayangkan cerita rumit akan dimulai sejak hari ini, hari ketika perusahaan kami telah terdaftar.


Perihal asal usulku, aku belum tahu pasti. Aku bangkit dari tempat duduk, menguap sekali. Jam menunjukkan pukul sebelas malam.


Mereka masih asik membuka sosial media. Tentu saja ada perasaan bahagia di balik itu semua.


Jun Soo yang belum memiliki ponsel, berbagi, membaca bersama diponselnya Ye Na. Kami harus memberikan Jun Soo ponsel.


Aku berpamitan tidur lebih dulu. Menaiki satu per satu anak tangga untuk sampai ke tujuan. Hari ini memang melelahkan, tapi aku tahu hatiku mengembang.

__ADS_1


__ADS_2