
Aku tidak berhenti tertawa dari tadi. Aura keibuan Jessica akhirnya keluar juga. Selama dipasar terus memarahi Hyuk Jae jika dia minta hal aneh-aneh. Persis anak kecil minta beli mainan.
"Kalian sini-sini cepat!" Melompat-lompat kecil, Hyo Bin berseru semangat mengumpulkan kami.
Dia menunjukkan sebuah pajangan bola yang terbuat dari kaca. Didalam bola itu terdapat minimalisnya galaxy bima sakti. Aku tidak dapat menyembunyikan kekagumanku melihat detail. Juga terdapat bulan sabit di dalamnya.
"Pilihan wanita cantik memang selalu bagus ya. Bola kristal ini cuma ada satu"
Mendengar penjelasan penjualnya, aku dan Jessica tidak langsung tertarik. Berbanding terbalik dengan empat bocah ini. Matahari sampai malu kalah berbinar dari mereka.
"Kalian jangan langsung percaya, itu cuma taktik pedangang" Jessica berbisik ke Ye Na. Ye Na lanjut berbisik ke Hyo Bin. Bisik berantai ini berakhir di Hyuk Jae.
Aku mulai curiga sejak Hyeri berbisik Ke Hyo Bin. Mereka terlihat semringah. Dan benar saja, pesan itu jauh berbeda dari yang Jessica katakan.
Penjual bola ini mengambil keuntungan dengan menceritakan asal usulnya.
"Pembuatnya bilang ini bukan sembarang galaksi. Bahkan dia mengatakan, dia ingin menggabungkan lima warna didalamnya"
"Wah, lima warna? Sepertinya tiap warna beda arti ya" Hyo Bin mulai berspekulasi.
"Iya. Katanya lima warna ini hampir tidak pernah keluar bersamaan. Ah sepertinya bukan warna," Penjual ini menutup matanya, mencoba mengingat sesuatu.
"Ah sepertinya itu semacam sinar"
Aku terkejut begitu mendengar kata sinar.
"Sinar?" aku penasaran sekali. Pak Tua itu mengangguk, dia membalikkan bola kristal itu.
Tempat datarnya ada sebuah tombol. Begitu tombol itu menyala, lima sinar langsung keluar bersamaan.
Perpaduan warna mereka saling bertabrakan dan membuat galaksi mini ini menjadi jauh berkilau dan nyata. Entah ini hanya ada satu atau bukan, aku sudah jatuh cinta.
Entah mengapa sinar ini melambangkan five boom powers. Lima sinar ini memiliki sifat bertabrakan, namun seimbang. Warna sinarnyapun sama.
Aku tidak bisa mengeluarkan kelima sinar sekaligus, bahkan disana mereka banyak berlatih untuk mengeluarkan lima sinar secara bersamaan. Ide bola kristal ini seperti berhubungan denganku. Pembuatnya berkeinginan membuat kelima sinar itu bisa keluar.
__ADS_1
"Pembuatnya bahkan meracau mengatakan kalau dia bukan manusia makanya karyanya bisa sebagus ini."
"Tidak manusia? Tidak mungkin" Aku berusaha menjawab santai. Padahal jantungku berdebar sampai rasanya debarannya itu bisa mengebor tanah.
"Ah itu mungkin saja bisa kan? Anak muda kau belum tahu saja dunia ini seperti apa" Meskipun tersenyum, dia menakutkan.
"Ah lupakan itu, berapa harganya ini pak?" tanya Hyo Bin. Mereka bertiga sibuk mengecek kondisi barang.
"Siapa yang mau beli itu?" Jessica mengangkat satu alisnya. Hyuk Jae tahu Jessica akan melarang mereka.
Dia berusaha keras mengeluarkan ekspresi menggemaskan. Hyo Bin dan Hyeri mengikuti hal yang sama.
Aku berusaha keras menahan tawaku. Entah karena terus melihat mereka, justru sekarang mereka terlihat menjijikan.
Melihat Jessica tidak merespon, tampang menjijikan Hyuk Jae berubah menjadi sangat kesal "Jessica ya," Jessica hanya menatap tak berekspresi kearahnya. Jadinya Hyu Jae gregetan sendiri.
"Bola itu seperti kalian, kau lihat itu! lihat itu!" Tangannya menunjuk-nunjuk tak santai kearah bola kristal.
"Saat kelimanya bersinar, bukannya galaksinya jadi semakin indah. Sementara," Dia mematikan tombol kelima sinar bola itu.
"Setelah dimatikanpun dia masih tetap berbentuk galaksi. Tapi jauh lebih indah jika nyala bersamakan. Kalian juga seperti itu!" Jessica mengulurkan tangannya. Dia memati-hidupkan kelima sinar dan mengangguk-angguk.
"Untuk kalian aku bakal kasih murah. Hanya empat juta rupiah saja" Tak sampai satu menit menyampaikannya, tapi bisa membuat rahang kami jatuh kebawah bersamaan.
"Ini sudah murah. Ini adalah barang termurah disini. Anak muda, jangan perhatikan harganya, perhatikan kualitasnya." Penjual itu lagi-lagi tersenyum. Senyum para penjual ternyata bisa mematikan.
"Oke kita beli. Sebagai gantinya, kita hanya akan makan dua kali sehari, tidak menggunakan lampu lebih dari tiga jam kecuali di aera studio dan,"
"Dan?"
"Tidak ada cemilan ataupun minuman coklat" Mata kami terbuka sempurna tak percaya.
Pengorbanannya tinggi sekali hanya untuk sebuah bola kristal yang dibuat oleh yang katanya bukan manusia. Ah tidak! Eh, ngomong-ngomong aku belum tahu siapa pembuatnya.
Penjual itu langsung memasukkannya kekotak begitu Jessica menyerahkan uangnya.
__ADS_1
Begitu mereka sibuk dengan itu, aku mendekati penjualnya secara diam-diam. Tentu saja untuk bertanya. Aku masih punya tipe ideal kok. Jangan berpikir macam-macam!
"Aku boleh tahu siapa pembuatnya?" Suaraku cukup pelan agar yang lain tidak dengar. Dia tersenyum lebar tanpa menampakan giginya. Dia melirik aku dari atas sampai bawah. Aku juga balas memandangnya dari atas sampai bawah.
"Aku tahu siapa kau" Dia tersenyum lagi. Senyumnya persis seperti seorang guru tua
"Sudah lama kau tidak pakai kekuatan lagi ya? Aku jadi tidak peka."
"Maksudmu?" Sepertinya dia tahu sesuatu, aku tidak boleh terpancing. Lebih baik sekarang memasang tampang bodoh.
"Haiyaa, tak perlu lagi berakting. Aktingmu payah!" Dia hanya terkekeh melihatku.
"Kau juga bukan manusia. Kau sama sepertiku. Terbuang"
"Maksudmu?"
"Kau kelihatan terkejut saat aku bicarakan soal lima sinar warna yang sulit dikeluarkan bersamaan. Hanya mereka yang terbuang yang tahu itu..."
"Ah... " Aku benar-benar tak mengerti sekarang. Ais ini karma dari berpura-pura bodoh. Giliran soal karma datangnya cepat sekali.
"Bukannya rumor tentang itu populer disana?" Sepertinya aku tahu apa yang dimaksudnya. Jadi dia benar-benar sejenis denganku?
"Anak muda kau bukan malaikat! Hanya karena kau punya apa yang tidak dipunyai manusia, bukan berarti kau malaikat. Kau dan aku adalah yang terbuang"
Yang terbuang? Aku tidak mengerti. Bukannya disana kami menyebut diri kami malaikat?
Dia beranjak memanggil sebuah kalung bulan sabit yang dipahat dengan indah. Dia menunjukkannya didepan mataku. Aku harus mundur agar tidak tercolok jari raksasanya.
"Tapi kau berbeda. Aku bisa merasakan kau bulan yang bersinar sendiri. Kau melawan hukum alam." Seseorang tolong! Dia seperti berbicara dengan rumus matematika campuran kimia. Rumit!
"Kau sudah bisa mengendalikan powermu, bahkan hampir tidak menggunakannya sama sekali. Keinginanmu menjadi manusia seutuhnya kuat sekali.
Aku tersentak kebelakang mendengarnya. Seperti ada sesuatu yang menghajar jantungku. Aku memang berpikir cara menjadi manusia seutuhnya.
"Anak muda. Meskipun dunia ini penuh kebusukan, keirian tapi ini lebih baik daripada disana." Kami sekarang sudah berada di depan toko.
__ADS_1
Aku melihat Hyuk Jae usil mencipratkan air bekas cuci ikan kewajah Ye Na. Ditangan Ye Na ada seplastik kecil air berwarna hitam kemerah-merahan. Dia menaruhnya dibelakang. Aku bisa tebak air itu dihadiahkan oleh siapa.
Hyo Bin, Jessica dan Hyeri sibuk bergaya sambil tertawa mencoba kacamata palsu.