
Mereka langsung kikuk melihat kami, tapi tidak dengan satu pria yang rambutnya cokelat karamel dengan poni coma hair itu. Dia tersenyum hangat pada Ye Na yang juga dibalas. Menurutku pasti dia yang bernama Kwon Won.
"Kami tidak menyangka bertemu kalian disini" pria yang berambut cokelat karamel itu angkat bicara sementara yang lainnya menatap bingung antara mau menyapa atau tidak pada kami, pria yang mengunciku kemarin malah sibuk memandangi ponselnya.
Hyeri yang sudah kesal semakin kesal dibuatnya. Tatapannya jelas ingin mengajak pria angkuh itu berperang. Jessica berbisik mengingatkan Hyeri agar tidak meninju wajah itu sekarang.
Kami tetap diam karena mereka belum memperkenalkan diri. Seharusnya kami yang mulai duluan, tapi karena kejadian kemarin para anggotaku pasang tampang harga diri tinggi.
Melihat kami tetap diam, pria karamel itu jadi ikut-ikutan kikuk. Merasa binggung, akhirnya dia memperkenalkan diri dan disusul yang lainnya. Pria itu baru mau memperkenalkan diri setelah disikut oleh Won Ah.
"Hmm, masalah yang kemarin itu, kami benar-benar minta maaf dan menyesal" mereka berempat membungkukkan badan pada kami.
"Bukannya seharusnya Yoon Seung Han yang meminta maaf, kenapa dia malah terlihat tidak bersalah?" Hyeri nyolot.
Panas sekali dia melihat Seung Han tak ikut membungkuk, padahal aku yang memiliki masalah dengannya. Kami berempat menahan tawa melihat Hyeri kesal seperti itu.
Gantian giliran Myung Hee yang menyikutnya. Seung Han menatap mereka binggung. Kwon Won bahkan harus meninggikan suaranya agar meminta maaf. Setelah mengerti, di menghela nafas malas dan meminta maaf padaku.
"Aku sudah memaafkanmu dari kemarin, tapi kau tidak kelihatan tulus meminta maaf. Simpan saja itu kalau tidak tulus" balasku. Aku melihat sinar itu masih melingkupinya. Pantas saja daritadi dia terlihat seperti orang bodoh.
__ADS_1
Kwon Won yang ternyata leader EVE segera memecah suasana dengan mengajak kami makan bersama. Hyeri dan Jessica langsung menolaknya. Hyeri aku mengerti alasannya, tapi Hyo Bin? Melihat kami semua kebinggungan, dia bilang kalau dia tidak suka Seung Han sejak tadi dia tidak ikut membungkuk dan tidak tulus.
"Terima kasih tapi kami tidak bisa ikut Kwon Won, meskipun kalian senior kami, ada empat orang dari kami yang tidak menyukai Seung Han, jadi kami tidak bisa memaksa pergi" kami berenam binggung dibuat Jessica, jika dihitung aku maka masih tiga lalu siapa satu lagi?.
"Siapa satu lagi?" Ye Na lebih dulu bertanya.
"Aku. Jessica Park". Perkataannya sontak membuat kami seketika tertawa mendengarnya. Mereka berlima semakin binggung melihat kami dan memandang kami aneh. Kalau Seung Han jelas kelihatan binggung, toh dia masih dibawah sinarku.
"Ayolah, tak guna mengingat kesalahan orang lain. Lagi pula Seung Han juga masih memiliki sisi baik" aku menarik tangan Hyeri dan Hyo Bin yang dibantu Ye Na menarik tangan Jessica.
Mendadak dadaku terasa sakit, jantungku berdebar kencang. Biasanya ini rasa ketika aku melakukan kesalahan pikiran. Aku baru sadar, perkataanku tadi tidak sesuai dengan perilakuku. Aku harus belajar memaafkannya dan melepaskan sinar itu.
"Kalian harus siap, makan kami porsinya banyak" Kwon Won berterima kasih padaku yang ku jawab tidak apa, lagian kami satu agensi. Nantinya kami harus saling mendukung dan menguatkan.
Baru pagi, Ye Na sudah membuat kehebohan dengan menjerit-jerit karena mimpi buruknya. Aku yang baru bisa terlelap jam dua pagi setelah selesai membuat lirik lagu, ingin menangis mendengar alasannya. Bagi sebagian orang percaya bahwa mimpi itu menandakan sesuatu yang terjadi di masa yang akan datang. Mimpi Ye Na memang terdengar sangat buruk dan menakutkan. Tapi aku tidak peduli, aku tidak takut. Tak usah jauh-jauh contohnya, untuk berdiri disini saja, aku sudah melewati ribuan bahkan ratusan mimpi buruk di jalan-jalanku. Jadi, melewati satunya lagi tidak akan membuatku tumbang.
Setelah menenangkan Ye Na, kami segera beranjak mandi dan memakai pakaian yang telah dibawakan stylist kami. Hari ini kami melakukan pemotretan untuk teaser lagu debut. Semakin mendekati hari debut, kami semakin tak karuan. Semua perasaan bercampur aduk, aku tak bisa bohong kalau aku sangat gugup. Padahal aku adalah Aliena si malaikat perfeksionis. Ya walaupun harus dibuang.
Giliranku sudah selesai dan untung saja semuanya berjalan lancar, bahkan photographer memuji dan menyemangati kami. Setelah pemotretan kami langsung menuju studio untuk berlatih koreografi lagi.
__ADS_1
Tentu saja kami sudah hafal mati koregrafi ini. Yang membuat aku makin salut kepada member yang akan bersama-sama denganku nanti ini, tidak pernah menyepelekan meski sudah hafal betul. Mereka akan berlatih sungguh-sungguh seolah ini hari terakhir mereka. Semangat mereka banyak membantuku saat aku meragukan diriku sendiri. Hidup jadi manusia memang jauh lebih istimewa.
"Oke kita istirahat sebentar." Jessixa menyudahi latihan kami setelah kami mengulang lima belas kali lagu yang sama. Badanku terasa pegal setelah mengambil botol air, aku mengambil notes dan menuliskan kalimat yang menyemangatiku
JIKA KAU MENUNGGUKU UNTUK MENYERAH, MAKA KAU AKAN MENUNGGUKU SELAMANYA
Kalimat yang ku kutip dari perkataan Naruto itu aku tulis besar-besar. Note yang sudah kami tulis akan kami tempel di dinding ruang dance milik kami.
Jika grup lain membiarkan dindingnya hanya dengan warna dan nama grup, kami justru mengisi satu dinding dengan notes yang berisi kalimat penyemangat, curhatan dan harapan kami.
Sewaktu trainee, mereka heran melihat aku yang menuliskan harapanku di notes, karena dulu aku juga begitu ketika melihat dia tersenyum sambil menulis dikertas.
Aku bilang kalau mimpi bisa nyata sembilan puluh persen jika ditulis diatas kertas. Mereka langsung mengambil notesku dan menuliskan mimpi-mimpi mereka. Kami sepakat untuk menempelkannya di dinding itu. Jadi saat perekaman video dance practice, di belakang kami akan terlihat dinding yang berisikan notes milik kami. Meski tetap saja tulisanny tidak tampak.
Hyeri masih sibuk menulis dua notes sekaligus. Kami masih menunggunya selesai sebelum berlatih lagi. Setelah selesai menulis, dia tersenyum. Itu membuat kami penasaran, kami langsung membaca notesnya setelah ditempel. Isinya benar-benar membuat kami tertawa terpingkal-pingkal tapi itu memang niat yang indah. "AKU TIDAK AKAN MEMBENCI SEUNG HAN LAGI. AKU AKAN BELAJAR MEMAAFKAN ORANG LAIN, TERUTAMA SEUNG HAN, KARENA DIA TEMAN JI HOON YANG TAMPAN" Kalimat itu ditulisnya besar-besar, kami langsung menggodanya yang memaafkan Seung Han karena dia menyukai Ji Hoon.
Selama makan bersama kemarin, dia dan Ji Hoon sangat akrab dan terlihat cocok, padahal kemarin dia menolak tegas ajakan Kwon Won. Ah, setiap kejadian memang punya hikmah.
"Semoga saja EVE datang ke sini dan melihat notesmu" Ye Na mencoleki pipi Hyeri yang membuat pipinya memerah. Hyo Bin mengambil ponsel dan memotretnya
__ADS_1
"Biar langsung sampai niatnya" tambah Hyo Bin dengan ekspresi evil khasnya yang membuat kami semakim terpingkal-pingkal.
Hyeri berlari mengejar Hyo Bin untuk merebut ponselnya dan berakhirlah mereka dengan kejar-kejaran dan kami tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi mereka. Hyeri dan Hyo Bin adalah Tom and Jerry kami. Kadang aku juga ikut menjahili mereka saat berkelahi.