
Zara bangun dari tidur nya dan duduk di menyandar kan diri di kasur.
Daren yang juga terbangun karena merasa yang di samping nya bergerak.
"Ada apa Sayang" Ucap Daren lembut
"Siapa yang menganti pakaian Ara?"
"Oh itu anak buah Mu yang perempuan Sayang"
"Oh, Terimakasih Sayang sudah bisa menahan diri mu untuk tidak menyentuh Ara yang seperti tadi malam"
"Sama sama Sayang, Aku sudah janji untuk tidak menyentuh mu terlebih dulu sebelum kita menikah"
"Ya sudah Ara mau mandi dulu" Zara langsung turun dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi.
Sedangkan Daren hanya tersenyum melihat Zara berjalan menuju kamar mandi.
Daren hari ini akan memantau perkembangan perusahaan yang Ia bangun di Indonesia dalam setahun ini.
Daren Keluar dari kamar nya, mencari keberadaan Asisten nya siapa lagi jika bukan Austin.
Di ruang tamu
Austin sedang duduk bersama Mafioso dan juga beberapa anak buah Zara yang laki laki, sedangkan yang perempuan sedang menyiapkan sarapan untuk mereka semua.
Daren sudah berada di ruang tamu bergabung bersama dengan Austin dan juga yang lainnya.
"Austin, apa jadwal hari ini?"
"Memantau perkembangan perusahaan di sini king"
"Jam berapa?"
"Jam 8:00 king, oh ya apa queen juga ikut?"
__ADS_1
"Kita bicarakan nanti dengan Ara"
"Baik King"
Setelah selesai perbincangan tersebut, Daren kembali ke kamar nya.
Zara juga sudah selesai mandi dan saat ini sedang duduk di depan meja rias nya.
Daren tersenyum melihat Cahaya yang sedang berada di depan cermin.
Daren pun Masuk Kamar mandi.
Ruang makan
Semuanya sudah berkumpul di sana untuk sarapan bersama.
Di ruang makan ada dua meja makan, satu meja untuk Zara, Daren dan Austin. Satu lagi untuk Mafioso dan anak buah Zara.
Setelah selesai sarapan mereka berkumpul di ruang tamu.
"Sayang, Apa kamu mau ikut dengan ku nanti ke perusahaan" Ucap Daren
"Sejak Aku tau kamu berasal dari Indonesia Sayang tepat nya Beberapa bulan lalu"
"Wah ternyata kamu sangat kaya perusahaan dimana-mana"
"Sayang ini belum semua nya kamu ketahui tapi dengan sendirinya pasti akan tau"
"Terserah deh, tapi Ara hari ini ingin ke rumah papa David"
"Kenapa harus ke sana Sayang?"
"Ara cuma ingin tau Paman Ara itu siapa?"
"Bukan nya kamu sangat pandai dalam bidang IT Sayang?"
__ADS_1
"Itu yang membuat Ara semakin penasaran, selama ini sudah Ara cari tau tapi tidak ketemu"
"Dari nama Mama nya Ara tidak bisa ketemu juga"
"Ya sudah, kamu boleh kesana tapi harus bersama mereka" Ucap Daren menunjuk Mafioso dan juga Anak buahnya
"Hmm"
"Ya sudah kamu harus hati-hati ya, ingat jika ada sesuatu langsung kasih kabar"
"Iya Sayang"
Setelah beberapa percakapan, akhirnya mereka semua berangkat ke tujuan masing-masing.
Daren bersama dengan Austin berangkat ke perusahaan Suarez Group.
Setiap perusahaan milik Daren bernama Suarez Group di mana pun itu.
Sedangkan Zara berangkat ke rumah papa nya David.
Di perjalanan ke rumah papa David
"Queen, dari yang kami dapatkan informasi bahwa Stevani dan Sinta itu dari Kalangan Mafia, tapi sepertinya nya King sudah mengetahui itu" Ucap anak buah Zara
"Ini sudah bisa di tebak dari tingkah laku mereka" Ucap Zara tersenyum devil.
Para Mafioso dan anak buah Zara sangat takut melihat senyum Zara yang seperti saat ini, karena mereka tau jika jiwa seorang Zara langsung menjadi seorang pisikopat dalam keadaan tertentu seperti saat ini.
Setelah Zara tersenyum Devil nya, tidak beberapa lama kemudian, Zara sudah kembali normal seperti biasanya.
Para Mafioso dan anak buah Zara langsung lega, karena mereka saat ini tidak bisa sembarang membunuh jika tidak ada rencana yang matang terlebih dulu, ini negara Indonesia yang mana Indonesia merupakan negara Pancasila.
Tidak butuh waktu lama akhirnya mobil mereka sudah berada di depan gerbang rumah yang sangat besar yaitu rumah dari David Beckham.
Saat Zara turun dari mobil di ikuti oleh salah satu anak buah Zara yang perempuan.
__ADS_1
Sedangkan yang lainnya tidak turun dulu, hanya memantau kondisi dari mobil saja. Itu perintah dari Zara.
Sesampai di depan gerbang rumah, ada seseorang yang Sangat Zara kenal yang mendekat ke arah Zara....