
Pagi harinya, Zara sudah terbangun sebelum matahari terbit. Daren terganggu tidurnya karena Zara bergerak menjauh dari pelukannya.
"Sayang kenapa sudah bangun?" Tanya Daren
"Aku sudah tidak mengantuk dan ingat kita sekarang di rumah mama"
"Iya-iya,Aku ingat Sayang ya sudah Kamu mandi dulu, Aku mau kembali ke kamar ku "
"Baiklah Tapi Ara tidak ada baju gantinya"
"Kamu tenang saja Sayang, mandi lah nanti Aku siapkan baju nya"
"Ya sudah deh"
Daren akhirnya keluar dari kamar Zara dan berjalan menuju kamarnya, tapi sebelum itu Daren di pergokin oleh Mery.
"Daren, Dari mana kamu?" Tanya Mery
"Dari kamar Zara ma" Jawab Daren santai
"Daren kalian itu belum menikah, Mama tidak mau kamu merusak Zara "
"Mama Tenang saja Daren bisa menahan nya, dan juga setelah urusan keluarga Zara selesai Daren dan Zara langsung menikah Ma"
"Bagus jika seperti itu tapi Mama berharap kamu bisa menjaganya"
"Pasti itu Ma, Ya sudah Ma, Daren mau mandi dulu"
"Hmm"
Daren akhirnya meninggalkan Mery dan berjalan menuju kamar nya.
Sesampai di kamar, Daren langsung menelpon Anak buah untuk membelikan baju ganti Zara beserta CD nya.
__ADS_1
Setelah itu Daren langsung mandi, tidak butuh waktu lama akhirnya pesanan Daren sudah berada di tangan nya dan Daren pun juga sudah selesai mandi dan berganti pakaian nya.
Daren berjalan menuju kamar Zara Sambil membawa paper bag yang berisi pakaian untuk Zara.
"Sayang,Aku Masuk ya" Ucap Daren ketika sampai di depan pintu kamar Zara.
"Masuklah"
Daren masuk ke dalam kamar Zara.
"Sayang kamu sangat menggoda seperti itu" Ucap Daren ketika melihat Zara hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya yang putih bersih itu.
"Sudah ya jangan berpikir mesum, mana baju ganti nya?"
"Ini Sayang"
"Ya sudah Ara ganti baju dulu" Sambil berjalan ke kamar mandi
"Sayang kenapa harus di kamar mandi di sini aja ganti nya"
Daren hanya mengerucut kan bibir nya mendengar ucapan dari Zara.
Zara sudah selesai berganti pakaian nya, mereka berdua memutuskan untuk keluar dari kamar bersama.
Sesampai di ruang makan, ternyata Ica dan Austin juga sudah berada di sana bersama kedua orang tua Daren juga.
"Pagi pa, Ma" Ucap Zara
"Pagi Sayang"Ucap Mery.
Zara dan Daren duduk di kursi yang di sediakan untuk mereka.
Mereka semua akhirnya Sarapan dengan damai.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Mereka semua baru berbincang sedikit sebelum pergi ke sibukkan masing-masing.
"Zara, kamu sekarang kerja atau kuliah?" Tanya Bara
"Ara kuliah, Pa perusahaan di handle sama orang kepercayaan Ara"
"Kamu punya perusahaan sendiri?"
"Iya pa, perusahaan baru Satu tahun ini"
"Perusahaan bergerak di bidang apa?"
"Di bidang IT pa, nama perusahaan nya Ara Campeny"
"Oh Ara Campeny itu perusahaan milik mu?"
"Iya pa"
"Wah wah memang keturunan dari Zahra, masih muda tapi sudah mempunyai karir yang cemerlang, Papa salut"
"Ara masih belajar pa"
"Kamu sudah bisa membangun perusahaan sendiri itu sudah sangat luar biasa di umur mu masih muda"
"Iya pa"
"Oh ya sudah sukses selalu, pesan Papa jangan pernah puas akan keberhasilan mu karena masa depan mu masih panjang"
"Iya pa"
Setelah beberapa percakapan, Akhirnya Bara sudah berangkat ke perusahaan Utama Suarez Group, sedangkan Daren itu memimpin di Suarez Group kedua.
Hari ini Zara dan Daren tidak berangkat ke perusahaan masing-masing melainkan akan berangkat ke Markas Dragon.
__ADS_1
Sedangkan Austin tetap mengikuti keberadaan King nya.