Psikopat Love

Psikopat Love
Akhirnya


__ADS_3

Setelah pembicaraan antara Daren dan Austin, kini Daren sudah berada di dalam kamar nya.


Setelah pulang dari kediaman keluarga Aliska, Daren tidak bisa tidur dengan nyenyak di sebabkan oleh rasa bahagia dan ingin cepat memiliki seorang Zara yang begitu di cintai nya.


Malam harinya.


Keluarga Suarez sudah berkumpul di ruang keluarga.


"Pa, Aku ingin segera melamar Zara, apa pendapat Papa?" Tanya Daren pada Bara


"Lebih cepat lebih baik, karena Papa tau ketika keluarga Aliska mengumumkan bahwa penerus nya Zara maka keamanan dari Zara akan terancam"


"Benar Pa, maka dari itu Daren ingin Zara untuk selalu bersama ku"


"Baiklah Papa Sangat setuju"


"Terimakasih Pa"


"Hmmm"


Mery yang tengah duduk di samping Bara hanya tersenyum melihat kedua orang yang begitu di sayangin nya yaitu Bara dan Daren.


"Apa persiapan untuk melamar nya sudah di persiapkan nak?" Tanya Mery pada Daren


"Sudah Ma, Daren sudah mempersiapkan segala nya jauh sebelum kita ke Italia"


"Ternyata memang sudah tidak sabar ternyata kamu"

__ADS_1


Daren hanya tersenyum mendengar ucapan dari Mery.


Sedangkan Ica dan Austin hanya dia dan ikut tersenyum melihat tingkah Daren yang sangat terlihat jika sedang bahagia.


"Jadi kapan mau lamaran nya?" Tanya Mery


"Dua hari lagi Ma"


"Oh oke"


Daren hanya mengangguk kan kepalanya menyatakan setuju.


Setelah beberapa percakapan tadi kini Keluarga Suarez sudah kembali ke kamar masing-masing termasuk Daren.


Di dalam kamar Daren.


πŸ“ž selamat malam Sayang" Ucap Daren ketika telpon tersambung


πŸ“ž"Selamat malam, apa sudah di bicarakan pada Papa Bara?"


πŸ“ž Sudah, oh ya Sayang Aku sudah menentukan harinya, jadi dua hari lagi Aku akan melamar mu, dan Minggu setelah nya kita menikah"


πŸ“žApa tidak terlalu cepat, bagaimana dengan persiapan nya?"


πŸ“žKamu tenang saja Sayang, ini sudah Aku persiapkan semuanya jadi kamu jangan khawatir ya!


πŸ“žTapi Ara jadi curiga jangan-jangan kamu sudah menyiapkan semuanya sebelum mengatakan pada Opa?"

__ADS_1


πŸ“ž Benar sayang, karena Aku sudah tidak sabar untuk memiliki kamu dan juga demi kebaikan kita juga, karena setelah acara lamaran kita maka identitas kamu sebagai pewaris dari keluarga Aliska akan terbongkar jadi keamanan kamu harus di perketat Sayang"


πŸ“ž Terimakasih ya Sayang sudah memikirkan kedepannya untuk Ara dan hubungan kita"


πŸ“žSama sama Sayang


πŸ“žYa sudah ya, Ara sudah mengantuk"


πŸ“žYa sudah selamat istirahat Sayang, I love you.


πŸ“žLove you too.


Telpon pun berakhir.


Setelah telpon berakhir, Daren juga ikut istirahat karena memang waktu sudah menunjukan pukul 24:00 yang artinya harus tidur. Tapi sebenarnya Daren sangat jarang tidur tepat waktu karena pekerjaan nya yang begitu padat.


Sedangkan di Markas Dragon.


Sinta dan Stevani di eksekusi oleh Mafioso dengan perintah dari Daren dan Zara, karena mereka berdua tidak ingin ketika mendekati hari bahagia mereka ada penghalang bagi mereka.


"Di mana Zara dan tuan Daren. Kenapa mereka tidak langsung yang menyiksa kami?" Tanya Stevani pada Mafioso.


"Ternyata ****** seperti mu masih kuat ya!, pertanyaan mu tidak perlu jawaban dan ingat beberapa saat lagi akan menjadi terakhir menghirup udara segar"


"Dasar bajingan"


Para Mafioso hanya tersenyum Devils mendengar ucapan dari Stevani karena bagi mereka Devils nya mereka belum sebanding dengan King mereka yaitu Daren.

__ADS_1


__ADS_2