
Setelah beberapa hari lalu, Zara kembali ke Indonesia bersama seluruh keluarga besar aliska duan juga keluarga Suarez untuk acara pernikahan nya. Kini hari bahagia tersebut sudah di depan mata hanya menunggu beberapa jam lagi.
Kini Zara sudah tidak di perbolehkan untuk kemana-mana hanya di rumah saja dan tidak di perbolehkan untuk bertemu dengan Daren dulu hal tersebut sudah menjadi adat bagi masyarakat Indonesia biasanya di sebut dengan kata pingit.
Zara hanya diam di kamar, menanti hari esok. Sedangkan Daren sedang uring-uringan di kamarnya.
David sedang duduk di kursi ruang tamu. bersama dengan Maxsim.
"Pa, bagaimana dengan keluarga tiri papa?" Tanya David
"Tidak usah di pikirkan mereka, karena mereka tidak akan berani bertindak tapi yang harus kamu ketahui walau bagaimanapun mereka masih bagian dari keluarga Aliska"
"Iya Pa, David hanya tidak ingin nantinya Zara yang mereka jahati"
"Aku mengerti kekhawatiran kamu, tapi ingat Zara Ara juga Cucu kesayangan ku tidak Aku biarkan seseorang menyakiti nya ingat itu"
"Iya Pa, Maxsim mengerti" Akhirnya David terdiam.
Sedangkan Reina sedang berjalan menuju kamar Zara.
"Sayang Oma masuk ya" Ucap Reina ketika di depan pintu kamar Zara
"Iya Oma , masuk aja tidak di kunci kok" Jawab dari dalam kamar.
Reina masuk ke dalam kamar Zara.
Cekrekk suara pintu terbuka.
__ADS_1
"Sayang kamu lagi apa?" Tanya Reina sambil berjalan mendekati sang Cucu nya tersebut
"Tidak ada Oma, hanya memeriksa beberapa pekerjaan saja" Jawab Zara Sambil tersenyum.
"Banyak pekerjaan nya Sayang?"
"Tidak kok Oma, Ara cuma memeriksa saja"
"Oh gitu, kamu jangan terlalu lelah ya, ingat besok hari bahagia mu"
"Iya Oma"
Reina duduk di atas kasur Zara sambil melihat Zara tengah fokus dengan laptop nya.
"Sayang, apa kamu tidak ingin ajak Daren tinggal bersama Opa dan Oma?" tanya Reina lagi. Karena Reina merasa kesepian jika nanti Zara sudah tidak bersama mereka lagi.
"Baiklah Sayang, Oma hanya merasa sangat cepat untuk berpisah dengan mu, baru saja Oma merasakan kehadiran Cucu Oma dan sekarang sudah ingin pergi bersama suaminya"
"Oma jangan sedih, jika nanti kami sudah menikah dan di beri keturunan, Ara janji cicit cicit Oma akan bersama Oma dan opa sebagai ganti nya Ara"
"Janji ya Sayang?"
"Janji Oma"
Reina tersenyum bahagia mendengar janji dari Cucu tersayang nya itu.
setelah beberapa percakapan tadi, Reina keluar dari kamar Zara.
__ADS_1
----------*****-----
Di kediaman keluarga Suarez
Taman
Daren tidak henti-hentinya tersenyum, karena sudah tidak sabar akan hari esok.
Ica yang melihat Daren seperti orang gila yang tersenyum sendiri berkata
"Unle Daren kenapa?" Tanya Ica
" Tidak apa-apa Sayang, uncle hanya senang karena besok Uncle akan menikah dengan Tante Ara"
" Ica juga ikut merasa senang Uncle, oh ya uncle apa papa Austin tidak memiliki pacar?"
"Kenapa kamu tanyakan pada uncle, lebih baik kamu tanyakan saja pada Papa mu"
"Ica takut uncle"
"Tidak usah takut Sayang, Ada uncle jika Papa mu marah"
"Oke uncle, Ica cari Papa dulu"
"Siap"
Akhirnya Ica meninggalkan Daren di taman.
__ADS_1