Psikopat Love

Psikopat Love
Persiapan Berangkat


__ADS_3

Hari ini, Zara tidak kemana-mana hanya di Mension saja, karena nanti ia akan mengunjungi rumah keluarga Suarez bersama Daren tentunya.


Tiba jam makan siang, Daren sudah menunggu Zara untuk bersiap kerumahnya orang tua Daren.


Kini Daren dan Zara sudah berada di mobil Menuju mension keluarga Suarez.


"Sayang, besok kita berangkat ke negara Italia untuk bertemu dengan keluarga mu sayang"


"Apa benar sayang?"


"Tentu benar sayang, Papa sudah mengatakan hal itu pada ku, jadi malam ini kamu harus nginep di mension Papa"


"Baiklah, tapi untuk pakaian Ara bagaimana?"


"Sayang, jangan khawatir dengan pakaian bisa beli di sana saja"


"Baiklah terserah kamu saja" ucap Zara Sambil manyun


"Kamu sangat menggemaskan Sayang"


Zara tidak lagi menjawab ucapan dari Daren karena Zara sedikit kesal dengan Daren.


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka berdua sampai di kediaman keluarga Suarez.


Sesampai di sana, Zara dan Daren turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam mension mewah tersebut.


Sesampai di ruang tamu,Zara dan Daren melihat Ica yang tengah bermain bersama Sang Oma.

__ADS_1


"Hai Ica" Ucap Zara


"Hai Tante, kok nggak bilang mau ke sini?"


"Tante ingin kasih kejutan buat kamu sayang"


"Oh ya Tante ikut main yok?"


"Tante masih ada urusan Sayang dengan Om Daren jadi Ica bermain dengan Oma saja ya"


"Ya Tante nggak asik"


Zara hanya tersenyum mendengar ucapan dari Ica.


Sedangkan Mery hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari Cucu nya itu.


"Tok tok" Suara ketukan pintu yang Daren ketuk


"Masuk" Jawab dari dalam ruangan


Daren dan Zara langsung masuk ke dalam ruang kerja Papa tersebut.


Di dalam ruang tersebut sudah ada Austin juga disana.


"Ada apa Pa, mengumpulkan kami?" Tanya Daren


"Duduk saja dulu, ini hal penting"

__ADS_1


"Baiklah pa"


Daren dan Zara akhirnya duduk di kursi depan Bara tepatnya di samping Austin.


"Begini, Papa mengumpulkan kalian semua itu di sini hanya ingin memberi tau bahwa Papa sudah mendapatkan izin untuk kita datang ke kediaman keluarga Aliska, tapi yang harus kalian tau bahwa keluarga Aliska merupakan keluarga yang sangat terpandang di negara Italia Dandi dunia bisnis maupun dunia hitam" Jelas Bara.


"Jadi bagaimana pa, rencana selanjutnya?" Tanya Daren


"Untuk kedatangan kita besok ke sana harus di jaga ketat karena pihak musuh dari keluarga kita ataupun keluarga aliska akan mengetahui hal itu walaupun kita sembunyi sembunyi, dan untuk Zara Papa harap kamu menyiapkan mental karena keluarga Aliska bukalah keluarga biasa yang mana keluarga tersebut sangat dinantikan kehancuran oleh banyak pihak dan terutama kamu adalah putri dari anak kesayangan keluarga Aliska jadi kamu yang akan menjadi sasaran empuk musuh tapi jangan terlalu khawatir karena keluarga Suarez tidak akan diam begitupun dengan keluarga aliska" Jelas Bara.


"Terimakasih pa, Ara pasti bisa melewatinya pa karena ada papa, Daren dan juga yang lainnya yang bisa membantu Ara" Ucap Zara.


"Sama sama Sayang " Ucap Bara yang sudah sangat menyangi Zara sebagai putri nya.


"Untuk Daren dan Austin kalian siapkan semua nya untuk keberangkatan kita besok pagi itu dan untuk Ica juga harus ikut bersama kita jika di tinggal akan membuat musuh bisa saja mencari kelemahan kita melalui Ica" Ucap Bara.


"Baik pa" Jawab Daren dan Austin bersamaan dengan suara yang tegas dan kompak.


Setelah beberapa percakapan tadi, kini semua nya sudah kembali ke ruang tamu menyaksikan Ica yang sedang bermain dengan Mery, Tapi Daren dan Austin sedang berada di markas dragon untuk menyiapkan semuanya.


Zara juga sudah menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan segala sesuatu nya untuk berangkat besok baik dari persenjataan maupun lainnya.


Malam harinya, Daren selalu menyelinap ke kamar yang Ara tempati dengan alasan tidak bisa tidur jika tidak bersama Zara. Alasan hanyalah akal-akalan Daren saja.


Zara yang melihat kedatangan Daren ke kamar tersebut hanya bisa tersenyum dalam hati nya karena ketika Daren masuk ke dalam kamar tersebut Zara yang belum tidur hanya berpura pura tidur saja.


Hingga akhirnya mereka berdua sama sama terlelap dalam tidur mereka.

__ADS_1


__ADS_2