
kediaman keluarga Aliska
Zara dan Riena tengah duduk di kursi ruang tamu.
Datang lah dua orang yang selalu menjadi benalu di keluarga Aliska tersebut.
"Mau apa lagi kamu?" ucap Reina dengan nada sinis
"Tenang saja adik ipar, Aku hanya ingin bertemu dengan cucu kesayangan Mu, karena Aku dengar dia baru saja kembali" jawab Susan
Zara yang mendengar ucapan dari perempuan sudah lumayan sepuh.
"Perkenalkan saya, Zara Eliska Cucu tunggal dari Oma Riena dan Opa Maxsim" Ucap Zara
"Wahh ternyata kamu cukup berani ya, Jangan harap bisa hidup tenang karena masuk dalam keluarga Aliska" Ucap Susan
"Tenang saja, Ara sudah menyiapkan semuanya untuk melawan orang-orang yanh ingin merusak keterangan keluarga Ara, jadi jangan senang dulu"
"Dasar kurang hajar cucu tidak tau diri"
"Maaf ya, Ara hanya cucu dari Oma Riena dan Opa Maxsim bukan cucu anda Nyonya"
Susan yang mulai terpancing langsung mengangkat tangannya untuk menampar pipi Zara tapi sebelum itu, Zara sudah menepisnya
"Anda tidak berhak menyakiti Ara apalagi pada Opa dan Oma"
"Asal kamu tau, Aku juga adik dari Maxsim jadi Aku berhaq atas semuanya"
__ADS_1
"Iya nyonya adik dari Opa tapi bukan kandung atau jangan-jangan nyonya bukan anak dari papa nya Opa?" Ucap Zara dengan tersenyum sinis.
"Seperti nya perempuan muda ini tidak mudah untuk ditaklukkan" Ucap susan dalam hati.
Tidak berapa lama kemudian, di luar kediaman Aliska, Daren sudah berada.
Karena para penjaga sudah memasukkan sensor data Daren dan keluarga nya jadi Daren langsung bisa masuk tanpa harus menunggu lama.
"Selamat pagi Oma," Ucap Daren ketika melihat Reina
"Selamat pagi Daren" Ucap Reina dengan tersenyum.
"Oma, Daren boleh ya ajak Zara jalan jalan?"
"Boleh dong sayang, oh ya Sayang kapan mau meresmikan hubungan kalian. Oma Sangat tidak sabar bisa menyatukan keluarga kita"
Zara hanya tersenyum mendengar ucapan dari Daren, karena Zara sudah berjanji pada Daren jika Ia sudah bertemu dengan keluarga nya, maka Zara sudah membolehkan hubungan mereka di resmikan.
Susan yang melihat ke arah Daren, langsung tau bahwa Daren bukanlah keluarga biasa baik dari dunia bisnis maupun dunia hitam.
"Kenapa bisa itu anak mengenal seorang Daren ?" Pikir Susan.
Riena yang mulai mengerti apa yang di pikirkan oleh susan langsung berkata
"Lebih baik kalian pulang, karena keluarga Aliska tidak membutuhkan orang yang serakah seperti kalian"
"Baiklah untuk hari ini, tapi jangan pernah berharap untuk bisa hidup tenang jika kalian tidak ingin memberikan semua harta kekayaan keluarga Aliska pada ku"
__ADS_1
"Itu tidak akan, jadi jangan pernah bermimpi" Ucap Zar yang menjawab.
"Kamu hanyalah anak ingusan jadi Jangan banyak gaya"
"Eh orang tua jangan banyak omong lebih baik pergi dari sini karena Ara bukanlah lawan untuk Kalian jadi Jangan pernah bermimpi" ucap Daren yang mulai terpancing karena Zar dan keluarga nya mendapatkan ancaman.
Akhirnya susan dan anaknya pergi dari kediaman keluarga Aliska.
Setelah kepergian penganggu, Daren kembali duduk di dekat Zara.
"Oma, Maaf ya jika tadi Daren tidak sopan"
" Tidak apa-apa nak, Oma juga sudah sangat bosan terhadap mereka itu"
"Oh ya Oma, apa sebenarnya yang terjadi pada Oma dan perempuan tua tadi?"
Reina tersenyum langsung menjelaskan semuanya.
Daren yang mendengar penjelasan dari Riena langsung mengeram.
"Oma tenang saja, Daren tidak akan membiarkan sampah seperti mereka bisa mengusik Ara dan keluarga ini, jadi Daren berharap Oma tenang saja"
"Oma sangat senang karena kalian bisa bersama. Dulu waktu Bara seumur dengan kalian, Oma dan opa juga sudah menjodohkan Bara dengan Zahra tapi ya memang tidak jodoh."
"Iya Oma, Daren sudah Pernah mendengar cerita dari papa, Daren juga awal bertemu dengan Ara langsung menginginkannya, walaupun hanya di pertemukan sebentar. Dan setelah itu Daren sudah bertekad untuk memiliki Ara"
Reina hanya tersenyum mendengar ucapan dari Daren.
__ADS_1
Sedangkan Zara hanya bersemu kemerahan di wajah nya karena ucapan dari Daren.