
pagi harinya,Zara terbangun dari tidurnya dan langsung ke dapur untuk membuat sarapan pagi untuk sang Oma dan opa.
Sesampai di dapur.
Zara melihat para maid yang sudah bersiap untuk membuat sarapan pagi untuk mereka, tapi Zara langsung mendekati para maid.
"Pagi Bi" Sapa Zara
"Pagi juga nona,"
"Bi, untuk hari ini biar Ara saja yang memasak sarapan untuk Oma dan opa, bibi siapkan bahan-bahan aja"
"Tapi nona?"
"Tidak usah ada tapi bi, Ara ingin membuat sarapan untuk Oma dan opa jadi bibi semuanya bisa membantu Ara menyiapkan bahan saja"
"Baiklah Nona"
Para maid yang mendengar tutur kata Zara sangat lah sopan dan ramah, mereka semua sangat mengagumkan keluarga Aliska tersebut mereka semua sangat baik dan ramah.
Akhirnya Zara memulai memasaknya, Zara berniat membuat nasi goreng dan beberapa salat asli dari Indonesia yaitu gado gado.
Tidak butuh waktu lama akhirnya semua hidangan telah selesai, baik dari nasi goreng dan gado gado telah selesai.
"Bi, Ara kembali ke kamar ya mau mandi, minta tolong di Siapkan ya ke meja makan" ucap Ara
"Baik nona"
"Oh ya Bi, itukan banyak nanti sisakan aja untuk bibi semuanya "
"Baik nona Terimakasih"
"Sama-sama BI, ya sudah Ara ke kamar bi"
"Iya Nona"
__ADS_1
Akhirnya Zara kembali ke kamar nya untuk mandi.
Dua puluh menit berlalu, Ara sudah selesai dari mandi nya dan kini sudah fresh kembali.
Zar keluar dari kamar menuju ruang makan.
Sesampai di ruang makan
"Good morning, Oma, opa" Sapa Zara
"Morning Sayang, ayo duduk kita sarapan"
"Iya Oma"
Zara akhirnya duduk di kursi samping Reina
"Sayang ini kamu yang masak?"
"Iya Oma, tapi Ara tidak tau, apa Oma dan opa suka atau tidak nya"
"Terimakasih Oma, opa"
"Sama sama, ayo makan"
Maxsim mulai menyuapkan nasi goreng ke mulut nya.
"Hmm, sungguh enak Sayang, Opa sangat suka" Ucap Maxsim setelah mengunyah nasi goreng di dalam mulutnya
"Terimakasih Opa" ucap Zara dengan tersenyum bahagia, Zara merasa sangat bahagia karena sekarang dia tidak sendiri lagi ada Oma dan opa nya yang sangat menyayangi nya.
Sedangkan Reina mulai menyuapi Gado gado ke mulut nya, setelah selesai mengunyah Reina berucap
"Sayang ini sangat enak, Oma bangga memiliki kamu yang sangat mirip dengan Mama mu yang pintar masak dan akademik"
"Ara juga sangat senang menjadi cucu Oma dan opa"
__ADS_1
Akhirnya kini mereka bertiga telah selesai sarapan. Mereka duduk diruang tamu, sedangkan Maxsim bersiap untuk berangkat ke perusahaan nya. Walaupun Maxsim sudah tidak mudah lagi namun, Maxsim memiliki tubuh awet muda dan masih sangat bugar untuk umuran seorang laki-laki yang memiliki cucu yang sudah dewasa.
Setelah kepergian Maxsim, dari luar mension datanglah dua orang perempuan dan laki-laki.
Karena mereka tidak di izinkan masuk oleh penjaga, Reina melihat ke arah CCTV gerbang Mension ternyata mereka lagi, pikir Reina.
"Ada apa Oma?"
"Tidak ada, cuma penganggu saja. Oh ya Sayang Oma harap kamu bisa selalu bisa menjaga diri ya karena banyak musuh dari keluarga Aliska dan juga terutama mereka" Ucap Reina sambil menunjuk ke arah monitor CCTV.
"Memang Siapa mereka Oma?"
"Mereka adalah anak tiri dan cucu tiri dari papa nya Opa, jadi mereka menginginkan harta kekayaan keluarga Aliska"
"Apa mereka tidak mendapatkan bagian hartanya Oma?"
"Mereka sudah di berikan sama seperti Opa Sayang, cuma memang Mereka yang serakah dan akhirnya harta milik mereka yang di berikan pada nya tidak bisa dikelola yang membuat mereka bangkrut"
"Jadi selama ini mereka hidup bahagia Oma, jika mereka sudah bangkrut?"
"Setelah kebangkrutan mereka datang menemui Opa dan meminta bagian Opa tapi opa tidak memberikan nya. Karena mereka tidak mendapatkan yang mereka inginkan jadi mereka selalu datang kesini. Hal itu yang membuat Opa marah dan akhirnya memberikan mereka anak cabang perusahaan milik Opa, tapi ya walaupun begitu mereka tetap saja tidak merasa puas karena memang mereka serakah dan apalagi mereka berkata bahwa kami tidak memiliki penerus jadi otomatis semua kekayaan milik keluarga jatuh pada anaknya, tapi karena sekarang kamu sudah kembali bersama Opa dan Oma jadi satu satunya penerus kami adalah kamu sayang, jadi Oma berharap kamu bisa menjaga diri dan amanah ini"
"Tentu Oma, Ara akan menjaganya tapi sebenarnya Ara tidak membutuhkan itu semua karena Ara masih bisa berkarir dengan kerja keras Ara sendiri"
"Sayang, Oma tau kamu perempuan pintar dan mandiri tapi itu semua memang hak kamu jadi Oma dan Opa sangat berharap jika kamu bisa menjaga nya"
"Terimakasih Oma, Ara pasti akan menjaganya"
"Nah itu bari cucu Oma yang cantik"
Setelah selesai perbincangan, akhirnya Reina memutuskan untuk membolehkan mereka masuk.
Setelah gerbang di buka perempuan yang seusia dengan Maxsim berjalan bersama dengan seorang laki-laki yang umurnya di bawa dari Bara, dan dia masih cukup muda jika di lihat dari wajahnya.
Reina Sangat tidak suka akan kedatangan kedua orang tersebut
__ADS_1
"Mau apa lagi?" Ucap Reina dengan nada tidak suka.