Psikopat Love

Psikopat Love
Jangan pernah menjelekkan Nya


__ADS_3

Hari ini, Zara dan juga Daren beserta dengan Ica berjalan jalan ke suatu pusat perbelanjaan di Jakarta.


Karena hari ini, Austin masih sibuk dengan beberapa pekerjaan nya jadi mereka hanya bertiga


Sekarang mereka bertiga sudah berada di dalam Mall, Zara ingin memberikan kesenangan dan kepuasan kepada Ica menjalani masa anak-anak nya karena Zara tidak ingin hal yang terjadi di hidupnya terulang lagi pada Ica walaupun Zara cukup terlambat bertemu dengan Ica.


"Sayang kenapa kamu hanya termenung?" Tanya Daren


"Ara cuma teringat masa-masa Ara seumur dengan Ica tidak pernah berjalan bersama dengan papa untuk jalan jalan bersama" Jawab Zara dengan nada sendu


"Sayang kamu jangan di pikirkan lagi ya, sekarang dan selamanya ada Aku yang selalu bersama mu jadi katakan jika kamu mau kemana-mana Aku selalu akan berusaha untuk mengabulkan nya"


"Terimakasih Sayang" Ucap Zara sambil memeluk Daren.


Daren tersenyum membalas pelukan dari Zara.


Sedangkan Ica tengah bermain di time zone. dengan beberapa anak-anak di sana.


Tanpa Sadar ada yang mengenali Zara dari salah satu orang yang begitu membenci Zara


"Wah ada Pembantu keluarga Beckham di sini" Ucap perempuan Sexsi tersebut


"Siapa kamu" Ucap Daren dengan nada tinggi


"Oh tampan perkenalkan Aku Susan anak dari pemilik Mall ini dan juga salah satu dari orang terkaya di Indonesia" Ucap Susan dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Daren.


Daren menatap perempuan tersebut dengan tatapan tajam


"Tidak penting kamu Anak nya siapa yang terpenting kenapa kamu menganggu gadis Ku"


"Wah Tuan tampan kenapa kamu mau dengan pembantu ini apa dia sudah merangkak ke atas kasur anda dengan tubuhnya yang tidak seksi itu?" dengan nada sinis

__ADS_1


"Jaga ucapan mu lebih baik kamu pergi dari hadapan kami sekarang jika tidak mau menyesal" Ucap Daren


"Kenapa anda mengusir Saya tuan sedangkan ini mall orang tua Saya, oh ya tuan benar kan apa yang Saya bicarakan tadi pasti benar pembantu dan majikan sama sama menjijikkan pelacur" Ucap Susan


Daren sudah tidak bisa menahan emosinya


Plakkkk plakkkk dua tamparan keras dari tangan Daren di kedua pipi Susan


"Itu untuk mu karena telah membicarakan gadis ku jika kamu masih ingin hancur tunggulah setelah ini"Ucap Daren


"Kenapa tuan menampar Saya, apa tuan tidak takut dengan Saya?" dengan nada meringis karena menahan sakit karena tamparan keras dari Daren


"Aku tidak pernah takut dengan orang seperti anda dan juga Keluarga anda, dan ingat ini peringatan dari Saya." Ucap Daren Sambil membawa Zara untuk pulang. Sebelum itu Ica juga sudah selesai bermainnya.


Sepeninggalan Daren dan Zara. Susan menahan marahnya karena tamparan keras dari Daren dan juga ucapan nya yang berupa ancaman untuk nya.


Setelah kepergian Daren, Susan langsung mencari tau Siapa laki-laki yang bersama Zara tadi?...


Setelah mendapatkan informasi tentang Daren melalui foto nya, Susan susah menelan ludah karena terkejut dan kaget.


"A apa dia itu Daren Luis Suarez" Ucap Susan dengan terputus putus.


Aku sudah menyinggung nya, Tapi kenapa bisa bersama dengan pembantu itu pikir Susan.


Kembali ke Daren dan Zara


Di Mobil, Zara hanya terdiam setelah menyaksikan bagaimana seorang Daren yang merupakan laki laki susah untuk di dekati oleh perempuan dan sangat cuek terutama jarang berbicara panjang lebar. Tapi tadi Daren berdebat dengan seorang perempuan panjang lebar karena membela nya itulah yang membuat Zara terdiam.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Daren


"Tidak apa-apa Sayang, Ara cuma terkejut saja melihat kamu berbicara panjang lebar dengan Susan tadi"

__ADS_1


"Oh itu, Aku hanya tidak ingin gadis ku di rendahkan seperti tadi apalagi di depan ku "


"Terimakasih ya Sayang"


"Sama sama"


Sedangkan Ica tidak mengetahui apa yang sedang di bicarakan Zara dan Daren


"Tante ada apa?".


"Tidak apa-apa Sayang"


"Oh gitu tapi tante kenapa diam saja?"


"Tidak ada Sayang. Oh ya Bagaimana permainan nya tadi?"


"Senang Tante"


"Bagus lah jika ICa senang"


Ica tersenyum melihat ke arah Zara.


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di villa.


Sesampai di villa, Zara ke taman bersama dengan Ica, sedangkan Daren masuk ke dalam ruang kerja nya.


Daren Tengah mencari informasi tentang Susan dan keluarga nya.


Setelah mendapat informasi Daren hanya tersenyum Devils


"Begini saja sudah sombong" Ucap Daren setelah membaca informasi tersebut.

__ADS_1


__ADS_2