
setelah selesai sarapan kini Daren dan Zara sudah kembali ke dalam mobil mereka Menuju kediaman keluarga Aliska.
Tiga puluh menit akhirnya berlalu, kini Daren bersama dengan Zara sudah berada di depan kediaman keluarga Aliska.
Zara dan Daren turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kediaman megah tersebut.
"Pagi Oma, Opa" Ucap Zara ketika baru saja masuk ke dalam kediaman dan mendapati Riena dan Maxsim sedang duduk di ruang tamu
"Pagi juga Sayang, sudah sarapan?" Tanya Reina
"Sudah Oma" Jawab Zara.
"Oma, Opa ada yang ingin Daren bicarakan"ucap Daren
"Mau bicara apa Daren, apa kalian sudah melakukannya?" Tanya Maxsim dengan nada tegas.
Zara yang mendengar pertanyaan itu langsung mendekat ke arah Maxsim,
"Tidak Opa, kami tidak melampaui batas kok, Sayang mau membicarakan hubungan kami Opa" Ucap Zara dengan lembut.
"Benar Sayang,?"Tanya Maxsim ke arah Zara
"Benar opa, Saya ingin menyampaikan bahwa Saya dengan niat akan melamar Zara dalam waktu dekat"Ucap Daren dengan yakin.
"Baiklah, jika seperti itu tapi Opa ingin sesuatunya di kediaman ini" Ucap Maxsim
__ADS_1
Zara yang mendengar hal tersebut langsung menunduk.
Reina yang melihat Zara tertunduk langsung bertanya."Ada apa Sayang, apa kamu tidak ingin acara bahagia mu di kediaman ini?" tanya Reina pada Zara dengan nada lembut.
Zara yang mendengar pertanyaan itu langsung melihat ke arah Reina.
"Oma, Opa, Zara berniat untuk acara pernikahan nya Zara nanti di adakan di Indonesia karena walau bagaimanapun Papa David adalah Papa kandungnya Zara" Ucap Zara pelan takut Maxsim dan Reina marah.
"Baiklah Sayang, Opa tidak memaksakan kehendak mu tapi setelah nanti di Indonesia, Opa harap kamu ingin resepsi nya di kediaman ini karena walau bagaimanapun kamu hanya satu satunya penerus keluarga ini" Jawab Maxsim.
"Terimakasih Opa, Oma" Ucap Zara dengan nada sangat bahagia.
"Sama sama Sayang, " Jawab Maxsim dengan tersenyum pada Zara.
Setelah berkata demikian, Maxsim kembali menatap ke arah Daren.
"Secepatnya Opa, Daren sepulang dari sini langsung bicarakan dengan Papa dan mama".
"Baiklah kami tunggu, dan ingat jangan pernah kamu menyakiti cucu ku jika tidak maka kamu harus berhadapan langsung dengan ku"
"Terimakasih Opa, Oma Daren pasti akan slalu mencintai Zara sepenuh hati, tidak akan pernah mengecewakan opa dan Oma"
"Bagus, Jangan pernah mengingkari janji"
"Tenti opa"
__ADS_1
"Hmm"
"Baiklah Opa, Daren harus pamit pulang dulu"
"Baiklah"
Akhirnya Daren berpamitan pulang dari kediaman keluarga Aliska dan Menuju mension keluarga Suarez yang berada di negara tersebut.
Daren pulang dari kediaman keluarga Aliska dengan hati yang sangat bahagia, karena keinginan nya untuk menjadikan Zara sebagai istri nya sebentar lagi.
Sesampai di kediaman keluarga Suarez
Daren keluar dari mobil dan berjalan menuju dalam mension dengan wajah yang cerah dan sumringah.
Austin dan Ica yang sedang di ruang tamu langsung terheran melihat kedatangan Daren dengan wajah sangat cerah seperti sedang bahagia.
Austin melihat hal itu langsung bertanya.
"Bos apa yang terjadi kenapa seperti nya bos sedang bahagia?"
"Hmm, Aku tadi sudah mengatakan pada Opa Maxsim dan Oma Reina bahwa aku akan melamar Zara setelah mendapat izin dari mereka dan akhirnya mereka mengizinkannya"
"Wah selamat ya bos, jadi kapan ni lamaran resmi nya?"
"Mau di bicarakan dulu sama Mama dan papa"
__ADS_1
"Oh gitu, sekali lagi selamat ya Bos"
"Terimakasih"