Psikopat Love

Psikopat Love
Selalu bersama


__ADS_3

Di villa


Zara di tengah malam terbangun karena haus.


Zara membuka matanya perlahan dan melihat ke sekeliling, "Ini di mana seperti nya bukan di kediaman keluarga Aliska ataupun Suarez" Gumam Zara.


Zara perlahan melepaskan diri dari Daren yang memeluknya erat. Ketika Zara memindahkan tangan Daren dari perutnya, Daren malah terbangun.


"Sayang, mau kemana?" Tanya Daren dengan nada serak khas bangun tidur


"Ara haus, mau minum"


"Ya sudah tapi jangan kemana-mana ya"


"Iya Ara hanya ingin ambil air putih"


"Ya sudah biar Aku temani"


Daren bangun dari tidur dan duduk di samping Zara.


"Ayo Sayang"


"Ini kita dimana sih?"


"Oh ini kita lagi di Villa, soal nya tadi malam kamu tertidur di pantai karena sudah terlalu malam jadi Aku bawa ke villa"


"Oh gitu tapi Oma dan opa bagaimana?"

__ADS_1


"tenang saja Sayang Aku sudah meminta Izin pada Oma"


"Bagus deh, nanti Oma khawatir lagi"


Kini Daren dan Zara sudah berada di dapur.


Sesampai di dapur,Zara langsung meneguk air putih karena Zara memang merasa sangat haus.


"Jam berapa sekarang Sayang?" Tanya Zara pada Daren yang menahan ngantuk


"Jam 3:00 sayang, yok tidur lagi"


"Kenapa harus Ajak Ara, kamu bisa tidur sendiri"


"Sayang, Aku tidak bisa tidur jika tidak dengan mu" Ucap Daren.


Daren yang mendengar ucapan dari Zara langsung seger dan tidak ngantuk lagi. Daren berjalan ke arah belakang Zara dan memeluknya.


"Kamu serius Sayang, ini yang Aku tunggu-tunggu, baiklah besok kita pulang langsung bilang ke Oma, Opa dan papa Mama ya, Terimakasih Sayang"


"Sama sama, ya sudah tidur lagi gih"


Daren tidak ingin kembali ke kamar sendiri langsung mengangkat Zara dan membawa Zara ke dalam kamar.


"Ehhhh kok gini sih kan Ara nyuruh kamu ke kamar sendiri kenapa Ara di angkat seperti ini" Ucap Zara karena terkejut Daren langsung mengangkat nya.


"Sayang diamlah, karena semakin kamu cerewet itu semakin seksi" ucap Daren.

__ADS_1


mendengar ucapan dari Daren, Zar langsung diam karena Zara tau Daren selalu menahan khasrat nya ketika bersama dengan nya.


Sesampai di kamar seperti kata Daren tadi ia ingin kembali tidur, dan akhirnya mereka berdua memang kembali tidur.


Tepat pukul 7:00 pagi Daren dan Zara sudah bangun dan kini mereka sudah siap untuk kembali ke kediaman keluarga Aliska, sebelum itu mereka harus sarapan pagi dulu.


Zara dan Daren sarapan pagi bersama di villa dengan beberapa roti 🍞 dan susu.


Setelah selesai sarapan, Daren dan Zara bergegas kembali ke kediaman keluarga Aliska.


Di dalam mobil


"Sayang terimakasih ya, Aku sangat senang mendengar kamu sudah mau menerima Aku" Ucap Daren


"Sayang, sudahlah jangan berkata seperti itu lagi kita sama sama saling menerima satu sama lain itu lah yang paling penting"


Daren tersenyum mendengar ucapan dari Zara.


"Sayang, kamu ingin acara pernikahan kita di mana?"


"Ara inginnya di Indonesia, walau bagaimanapun Papa David harus menyerahkan Ara pada mu dan Ara ingin Oma dan Opa bisa berbaikan dengan Papa"


"Baiklah Sayang, apapun untuk mu"


"Tapi Ara takut Oma dan opa tidak bisa memaafkan papa" Ucap Zara sendu


"Tidak Sayang, Aku yakin Oma dan opa pasti memaafkan papa mu jadi jangan sedih dan berfikir yang tidak tidak ya" Ucap Daren sambil mengelus kepala Zara.

__ADS_1


Zara merasa nyaman dengan perlakuan Daren dan Zara akhirnya memeluk Daren dari samping karena Daren tengah mengemudi mobil.


__ADS_2