
Setelah kesepakatan yang terjadi kini Keluarga Suarez sudah berada di kediaman keluarga Aliska untuk berpamitan kembali ke negara Amerika.
Di kediaman keluarga Aliska
Bara, Mery, Austin, Daren dan juga Ica sudah berada di kediaman keluarga Aliska untuk berpamitan.
"Pa, Bara dan yang lainnya ingin pamit pulang ke negara A, dan untuk semua keperluan Acara Daren dan Zara sudah di persiapkan oleh Daren, karena ada beberapa pekerjaan yang harus di kerjakan dan segera di tuntaskan" Ucap Bara pada Maxsim
"Baiklah Bar, Papa sangat mengerti keluarga kalian seperti apa, dan jika perlu bantuan Jangan pernah sungkan karena kita keluarga"
"Tentu Pa"
David yang melihat interaksi antara Maxsim dan Bara merasa malu karena masa lalu yang pernah dilakukan nya dulu.
Bara yang melihat David hanya terdiam, membuat Bara mengerti hal itu.
"Bar, Aku minta maaf ya dengan kejadian dulu memisahkan kamu dengan Zahrah" Ucap David dengan rasa bersalah.
Bara tersenyum mendengar ucapan maaf dari seorang David Beckham.
"Sudah lah Dav, itu sudah masa lalu dan jika kejadian itu tidak terjadi bagaimana Daren dan Zara akan bertemu dan akan menikah, jadi masa lalu biarlah berlalu kini sudah saat nya kita bersatu menjadi keluarga" Jawab Bara
"Terimakasih Bar, Mery sudah mau menerima Ara menjadi bagian dari keluarga Suarez"
"Sama sama justru kami bangga menjadikan Zara bagian dari keluarga Suarez, apalagi dengan banyaknya kelebihan yang dimiliki oleh Zara" Jelas Mery
__ADS_1
Zara yang mendengar pembicaraan tersebut sangat bahagia karena keluarga nya sekarang sudah berdamai dengan masa lalu.
"Ya sudah, pa kami pamit karena sudah waktunya untuk berangkat" Ucap Bara pada Maxsim.
"Baiklah hati hati,"
"Sayang salim sama Opa buyut dan Oma buyut" Ucap Reina pada Ica.
"Opa buyut, Oma buyut Ica pamit ya " Ucap Ica ketika menyalami tangan Maxsim dan Reina
"Kamu sangat cantik sayang" Ucap Reina mengelus kepala Ica
Setelah Acara berpamitan, keluarga Suarez sudah bergegas ke Bandara.
Setelah kepergian keluarga, Zara kembali ke kamar nya untuk mempersiapkan segala sesuatu nya untuk besok dia harus kembali ke Indonesia bersama David, karena Maxsim dan Reina belum bisa pulang ke Indonesia bersama mereka di sebabkan ada beberapa pekerjaan yang harus di kerjakan oleh Maxsim terlebih dulu.
Di kamar
Zara langsung mempersiapkan segala sesuatu nya, walaupun tidak terlalu banyak yang harus di bawa karena untuk keamanan selama di Indonesia nanti sudah di atur oleh Daren dan Syela dan Zara juga tentunya jauh-jauh hari.
Setelah beberapa saat kemudian, Zara mendapatkan telpon dari nomor yang sangat ia kenal.
Drttt drttt..
"Hallo ada apa?" Ucap Zara to the point
__ADS_1
"Apa bisa kita bertemu?, karena ada sesuatu yang harus di bicarakan secara langsung" Ucap pria tersebut
"Tidak bisa karena Aku tidak ingin kamu mengetahui seperti apa aku, dan ingat kita sedekat itu"
"Aku tau, tapi ini harus di bicarakan Langsung oh ya untuk informasi tentang mu sudah aku ketahui dan maaf Aku mencari informasi tentang mu tidak minta izin dulu"
"Waww ternyata kepintaran mu bertambah karena berhasil mendapatkan informasi tentang ku, dan ingat jika sampai informasi tentang ku tersebar maka jangan harap kamu bisa hidup tenang" ucap Zara.
"Tenang lah Aku tidak akan menyebarkan nya, oh ya selamat ya sudah mau married, jangan lupa undangan nya"
"Hmmm,"
"Ya sudah Aku akasn datang di acara bahagia mu, oh ya Sayang sekali kamu sudah di miliki jika tidak Aku berharap bisa"
"Apa maksudmu?"
"Tidak ada, kamu tau Zara Aku sudah lama mengangumi mu tapi Aku juga tidak akan merusak persahabatan kita walaupun kita tidak pernah bertemu, dan juga aku tidak ingin mati di tangan pacar mu itu"
"Bagus jika kamu tau itu"
"Ya sudah Za, ketika bertemu saja akan aku kasih tau ya, Dah"
Langsung mati sambungan telepon nya.
Zara menarik nafas kasar, karena sedikit kesal dengan informasi nya sudah berhasil di ketahui oleh Sahabat nya itu..
__ADS_1