Psikopat Love

Psikopat Love
penyiksaan


__ADS_3

Zara dan Daren sudah berada di Markas besar Dragon, bersama Austin tentunya.


Sedangkan Ica tengah bermain di mension keluarga Suarez. Tepatnya Ica tengah bermain dengan Mery sang Oma.


Di Markas Dragon.


Kedatangan Daren beserta Austin dan Zara di sambut oleh para Mafioso Dragon dengan baik.


Ketika sudah sampai di Markas, sifat Daren dan Austin sudah kembali semula yaitu Dingin dan menyeramkan.


Zara tidak memperdulikan itu karena Zara sendiri juga memiliki sifat seperti itu.


Daren membawa Zara masuk ke dalam Markas tersebut, Zara tidak terkejut melihat Markas Mafia karena Zara sudah sering berhadapan dengan para Mafia sebelum nya, jika perempuan biasa pasti sudah ketakutan jika di bawa ke Markas Mafia.


Sesampai di ruang khusus milik Daren


"Sayang, kamu mau apakan mereka?" Tanya Daren ketika sudah berada di ruang pribadinya.


"Seperti nya memisahkan kulit dari danging nya akan sangat mengasikan"


"Apapun keinginan kamu lakukanlah,"


"Terimakasih Sayang sudah mau membantu Ara"


"Sama sama Sayang sudah kewajiban ku untuk melindungi mu"


"Sudah siap Sayang?"


"Sudah, yok"


Daren dan Zara akhirnya keluar dari ruang pribadi milik Daren, menuju penjara.


Sedangkan di penjara.


Austin sudah berada di sana


"Hey bangun" Ucap Austin pada kedua orang yang menjijikkan di hadapan nya itu (Sinta dan Stevani).


Stevani mengerjapkan mata nya. Di susul oleh Sinta, keduanya sudah terbangun.


"Mau apa kamu?" Tanya Stevani


Austin tidak menjawab pertanyaan itu karena bukan ranahnya untuk menjawab.


Tidak berapa lama kemudian, Daren dan Zara sampai di depan penjara tersebut.


"King, mau apakan mereka?" Tanya Austin


"Itu urusan Zara, kita hanya melihat nya, dan Siapkan peralatan eksekusi nya"


"Baik king"


Austin menyuruh Mafioso untuk menyiapkan hal itu.


Zara melihat ke arah Stevani dan Sinta dengan mata yang sudah memerah memancarkan Aura haus akan darah.


"Anak tidak tau di untung, mau apa kamu?" Ucap Sinta.


"Perempuan menjijikkan seperti kalian itu tidak pantas ada di dunia, maka dari itu Aku akan membuat kalian menghilang dari dunia ini tapi dengan perlahan" Ucap Zara, dengan nada Devils nya. Sebenarnya itu bukan lah Zara yang biasanya karena saat ini Zara sudah di kuasai oleh pribadi psikopat nya.


Daren yang mendengar ucapan dari Zara tersebut langsung mengerti bahwa saat ini jiwa Psikopat Zara sudah menguasai diri Zara.


Zara dengan mata merah nya melirik ke arah Daren.


"Daren, karena Aku ingin pisau dan air cuka" Ucap Zara

__ADS_1


"Apapun itu Sayang, Ini" Ucap Daren sambil memberikan Pisau dan Air cuka pada Zara.


Zara tersenyum smirk Sambil mengambil pisau dan air cuka tersebut dari Daren.


Zara mendekat ke arah Sinta dan Stevani. Zara akhirnya jongkok di hadapan Stevani terlebih dulu untuk ancang-ancang eksekusi nya.


"Mari mulai dari mana bagusnya ya" Ucap Zara dengan nada menyeramkan.


"Mau apa kamu"ucap Stevani dengan nada ketakutan.


"Aku mau apa?, Hahahaha"


"Dasar perempuan menjijikkan" Ucap Stevani


"Apa menjijikkan, kamu lebih menjijikkan Stevani, dan ingat Aku tidak akan pernah melepaskan orang yang membuat Zara menangis terutama kalian"


"Itu resikonya karena menghalangi kami".


"Sudah lah, jangan banyak bacot, Aku sudah tidak sabar melihat darah mengalir dari tubuh mu itu"


Zara langsung mengarahkan pisau yang di pegang nya ke arah muka Stevani.


Sretttt.. Suara hasil dari Sesetan pisau Zara di bagian muka Stevani.


"Akkhhhh" Ucap Stevani karena mukanya di seset oleh Pisau Zara.


Zara tidak puas sampai di situ, Zara kembali menyeset bagian tubuh Stevani yang lainnya.


Seperti bagian tangan,kaki dan perut tapi Zara tidak langsung membelah perut Stevani saat itu.


"Bagaimana rasanya Stevani?" ucap Zara.


"Lebih baik kamu bunuh Aku bajingan" Ucap Stevani dengan nada tinggi.


"Waww, ternyata masih kuat juga ya"


"Daren, bantu Aku untuk mengeluarkan lidahnya"


"Baik Sayang," Daren mendekat ke arah Zara dan jongkok di depan Zara, Daren langsung memegang kepala Stevani dengan kuat dan bagian mukanya, supaya lidah Stevani keluar.


"Silahkan Sayang bersenang senang lah" Ucap Daren


Zara yang melihat itu langsung mengarahkan pisau nya pada lidah Stevani.


Sretttttttttttttttttt.


"Akkkkklllhhhhhhh"Suara terakhir dari Stevani karena lidahnya berhasil di putus oleh pisau Zara.


"Bagaimana rasanya Stevani" Ucap Zara.


Stevani hanya bisa bergumam dalam hati karena tidak bisa berbicara lagi.


"Terimakasih Daren" Ucap Zara.


"Sama sama Sayang"


Daren kembali ke posisi semula yaitu di dekat Austin yang sedang duduk.


Para Mafioso yang menyaksikan itu langsung menelan ludah karena terkejut akan kesadisan perempuan yang baru mereka lihat datang bersama King.


Kembali ke Zara.


Zara beralih ke Sinta, yang sudah meringkuk ketakutan karena melihat Zara menyiksa Stevani


"Bagaimana Tante, apa sudah siap?"

__ADS_1


"Mau apa kamu, ingat Suami Saya itu ketua Mafia, Dia tidak akan pernah melepaskan kamu jika berani mengusik Ku"


"Apa ketua Mafia?, hey sadar lihat lah saat ini kamu itu di Markas Mafia Dragon jadi jangan berharap bisa lolos apalagi dengan bantuan Suami mu yang menjijikkan itu"


"Apa Mafia Dragon?"


"Sudah sadar sekarang, mari kita mulai"


Zara langsung mengarahkan pisau nya ke arah bagian tangan Sinta terlebih dulu.


Zara langsung memotong semua jari tangan Sinta.


"Akkhhhh" Suara Sinta kesakitan karena semua jaringan telah lepas dari posisi nya.


Zara tidak puas dengan itu, Zara langsung menyeset nya semua bagian tubuh Sinta hingga memisahkan antara kulit dan daging.


"Lebih baik kamu bunuh Aku, anak tak tau di untung" Ucap Sinta dengan nada lemah.


"Aku tidak akan membiarkan kalian mati dengan mudah"


Setelah mengucapkan itu, Zara sudah kembali ke semula menjadi Zara yang biasa tanpa mata merahnya.


"Sayang, suruh mereka untuk menyiramkan air cuka pada kedua bajingan itu"


"Baiklah Sayang, apa kamu puas?"


"Ara belum puas, tapi untuk hari ini cukup dulu"


"Baiklah Sayang, ayo kita ke ruang ku"


"Hmm"


Austin langsung memberikan perintah pada Mafioso untuk menyiramkan air cuka pada Stevani dan Sinta setelah kepergian Daren dan Zara.


Daren dan Zara sudah berada di dalam ruang pribadi milik Daren


"Sayang, Boleh Aku bertanya?" Ucap Daren


"Iya silahkan"


"Apa kamu masih ingin melanjutkan kuliah sedangkan kamu sudah menyelesaikan S3 " Ucap Daren


"Bagaimana kamu tau jika Ara sudah menyelesaikan S3?"


"Sayang, apa yang bersangkutan dengan mu itu pasti Aku mengetahui itu, jadi bagaimana?"


"Ara masih ingin mempunyai teman dan Saat ini Ara sudah mempunyai sahabat baik di universitas namanya Alexsa"


"Ya sudah tidak apa-apa Tapi Aku ingin kamu selalu bersama ku, apa Aky boleh meminta kamu berhenti kuliah?"


"Untuk itu Ara harus berpikir lagi"


"Baiklah Sayang, Aku tidak memaksa mu, oh ya Sayang setelah ini kita jalan jalan bagaimana?"


"Maaf, tapi Ara ingin istirahat saja dulu"


"Baiklah Sayang, sini kita istirahat dulu di sini, "


"Tapi Ara kotor karena darah"


"Kamu bisa mandi di sana dan untuk baju ganti, sudah Aku siapkan untuk mu"


"Terimakasih Sayang"


"Sama sama"

__ADS_1


Zara langsung mandi dan setelah itu berganti pakaian di dalam kamar mandi.


Hari ini Zara dan Daren hanya menghabiskan waktu mereka untuk bersantai di Markas tepat nya di ruang pribadi milik Daren setelah selesai bermain dengan kedua tahanan Zara


__ADS_2