Psikopat Love

Psikopat Love
welcome to Italia


__ADS_3

Pagi harinya, Seluruh orang yang berada di mension keluarga Suarez sudah terbangun dari tidur mereka karena mereka akan berpergian hari ini tanpa terkecuali mereka semua berangkat ke negara Italia tempat di mana keluarga aliska berada.


Di mension keluarga Suarez


Para anak buahnya Zara juga sudah hadir di sana untuk mengamankan Zara termasuk Syela dan Brian.


"Zara, ini semua anak buah mu?" Tanya Bara ketika melihat banyak orang yang datang ke mension nya bukan dari Mafioso Dragon


"Iya Pa" Jawab Zara dengan pelan


"Kamu memang keturunan Aliska, Papa bangga" Ucap Bara sambil tersenyum


Zara mendengar ucapan dari Bara hanya tersenyum membalas nya.


Zara mendekat ke arah Syela dan Brian


"Kak, Ara titip perusahaan dan mension ya" Ucap Zara pada Syela


"Tenang saja Sayang, Kakak akan menjaganya untuk mu, kamu juga harus berhati-hati dan ingat jangan jauh-jauh dari tuan Daren dan tuan Bara"


"Siap kak, tapi Kakak tau kan Ara pandai bela diri kenapa harus selalu dekat dengan Daren?"


"Sayang, Kakak tau itu tapi kita tidak tau kedepannya bagaimana jadi ingat pesan kakak jika sesuatu terjadi jangan lupa untuk mengabarkan kami di sini"


"Sip kak"


Setelah selesai berbincang dan berpamitan, akhirnya rombongan keluarga Suarez berserta Zara langsung menuju ke airport.


Kini Zara dan Daren sudah berada di dalam mobil bersama dengan Austin dan juga kedua orang tua Daren tentunya.


"Zara Sayang, perempuan yang tadi itu siapa nya kamu ?" Tanya Mery


"Kak Syela MA, Dia adalah perempuan yang Ara tolong ketika Ara baru datang di negara ini saat itu Kak Syela hampir di perkosa dan semenjak itu Ara menganggap kak Syela Kakak MA"


"Oh gitu, kasihan sekali dia, oh ya Sayang setelah sampai di kediaman Aliska Mama ingin sekaligus membicarakan perihal kalian berdua, apa boleh?"


"Ara terserah Mama dan papa Saja,Ara manut aja"


"Baiklah seperti itu"

__ADS_1


Daren mendengar ucapan dari sang mama hanya tersenyum bahagia karena orang tua nya ternyata sudah tidak sabar untuk menjadi Zara sebagai menantunya.


Tidak butuh waktu lama kini, mereka semua sudah sampai di airport.


Ica sangat bersemangat turun dari mobil melihat pesawat yang berada di dekat mereka.


"Ica Sayang, hati hati ya jangan berlari nanti jatuh" Ucap Mery melihat Sang Cucu berlari ketika turun dari mobil ke arah pesawat pribadi milik keluarga Suarez tersebut.


Austin yang melihat Ica berlari, Ia ikut berlari untuk mencegah Ica supaya tidak terjatuh.


Austin sangat menyayangi Ica, semenjak ada Ica Austin selalu berada di kediaman keluarga Suarez tidak seperti sebelumnya tidak ada Ica, Austin selalu berada di mension Daren sangat jarang kembali ke kediaman keluarga Suarez kecuali bersama dengan Daren.


Kini mereka semua sudah berada di dalam pesawat.


"Oma, Ica boleh duduk di dekat Oma?" Tanya Ica pada Mery


"Boleh dong sayang, sini duduk samping Oma dan opa"


"Yeee"


Ica akhirnya duduk di kursi samping Mery dan Bara


Sedangkan Austin hanya sendiri di temani beberapa Mafioso dan anak buah Zara


"Sayang, Ara takut jika mereka tidak menerima Ara"


"Sayang, kamu tenang saja masih ada keluarga Suarez karena keluarga Suarez juga keluarga mu jadi jangan takut ya"


"Terimakasih ya, Ara Sangat bahagia bisa memiliki mu"


"Aku juga sangat bahagia Sayang"


"Perjalanan ke Italia berapa jam?"


"Tidak terlalu lama mungkin Siang hari sudah sampai, kamu ingin apa Sayang?"


"Tidak ada, Ara hanya ingin memandangi awan"


"Baiklah Sayang"

__ADS_1


Di kursi Ica


Ica sangat bersemangat melihat ke luar jendela pesawat yang menampakkan Awan yang sangat bagus untuk di lihat karena cuacanya saat ini sangat lah bagus.


Perjalanan dari negara A ke negara Italia tidak lah begitu lama, karena itu pesawat pribadi milik keluarga Suarez sudah landing dengan sempurna di bandara internasional Italia di siang hari.


Daren berjalan bersama Zara turun dari pesawat, sedangkan Ica yang tertidur setelah puas melihat-lihat awan kini Ica dalam gendongan Austin.


Kedatangan keluarga Suarez membuat awak media bersemangat untuk mengabadikan momen tersebut, sudah tidak bisa di hindari oleh keluarga Suarez sendiri karena keluarga Suarez bukanlah keluarga biasa baik dari dunia bisnis maupun dunia hitam.


Seluruh Mafioso sudah bersiap siaga untuk mengamankan kedatangan keluarga Suarez di Negara Italia tersebut, dan akhirnya mereka semua berhasil masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan untuk mereka.


Ica tiba tiba bangun dari tidur nya dan melihat ke arah Austin yang sedang memangku nya


"Pa, kita sudah sampai ya?" Tanya Ica dengan suara serak khas bangun tidur


"Belum Sayang, kita masih ada di mobil sebentar lagi akan sampai"


"Pa, Ica lapar" Ucap Ica dengan polosnya


"Baiklah Sayang kita mampir makan dulu ya"


"Terimakasih pa"


"Sama sama Sayang"


Austin menyuruh Mafioso yang menjadi supir untuk berhenti di restoran terdekat sebelum Menuju mension keluarga Suarez yang berada di negara tersebut.


Akhirnya Mobil mereka berhenti di sebuah restoran mewah.


"Ayo sayang kita turun, kata nya lapar" Ucap Austin pada Ica


"yeee, kita makan"


Austin dan yang lainnya hanya tersenyum mendengar ucapan dari Ica yang menurut mereka sangat lucu.


Mereka semua akhirnya memutuskan untuk langsung masuk ke dalam restoran


Sesampai di dalam restoran, Mereka langsung di suguhkan dengan minuman sebagai penyambutan kedatangan tamu di restoran tersebut.

__ADS_1


Dan akhirnya mereka semua makan, Ica sedikit bingung di awal karena makan tersebut sangatlah asing baginya tapi setelah Ica mencicipi nya Ica langsung bersemangat untuk makan.


Setelah selesai makan mereka kembali masuk ke dalam mobil Menuju mension keluarga Suarez


__ADS_2