
Hotel
Zara terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah samping nya, melihat Daren yang masih terlelap dalam tidurnya. Zara tersenyum dan membelai lembut muka Daren.
"Kamu sangat tampan, Ara beruntung bisa memiliki mu" Ucap Zara
Daren yang sebenarnya sudah bangun dari tadi, ia perlahan membuka matanya dan melihat ke arah Zara.
"Tenang saja Sayang, ini semuanya milikmu " Ucap Daren. Perkataan Daren membuat Zara langsung memalingkan wajahnya dari hadapan Daren.
"Kamu dari tadi sudah bangun ya?" Ucap Zara
"Mmmm, menurutmu bagaimana Sayang?"
"Be berarti Kamu mendengarkan apa yang tadi Ara ucapkan " Ucap Zara dengan malu-malu
"Sayang, memang kenapa toh Diriku ini sudah menjadi milik mu. Eh belum dong karena kita belum malam pertama." Ucap Daren dengan nada sensual
"Oh berarti jika belum berhubungan intim kamu belum menjadi milik Ara gitu?"
"Tentu tidak Sayang, tapikan kamu belum merasakannya "
"Au ah, Ara mau mandi dulu "
"Jangan dong sayang, kita ganti malam tadi yang tidak terlaksana "
"Mandi Sayang, Ara merasa risih dengan badan ini, tadi malam kan langsung tidur tanpa mandi dulu "
"Ya sudah deh, pagi ini kamu Aku lepaskan, Tapi tidak untuk malam ini "
"Terserah kamu saja "
__ADS_1
Zara turun dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Zara selesai mandi Daren pun selesai mandi menggunakan kamar mandi di kamar sebelah, Karena Daren memesan beberapa kamar di hotel tersebut hanya tidak ingin di ganggu oleh orang lain.
"Sayang kita sarapan dulu ya " Ucap Daren
"Iya, Ara juga sangat lapar" Ucap Zara
Zara dan Daren akhirnya turun untuk mencari sarapan di hotel tersebut.
Sedangkan di kediaman keluarga Suarez.
Ica juga sudah bangun dari tidurnya.
"Pa, Om Daren dan Aunty Zara kok nggak pulang?" Tanya Ica pada Austin
"Om Daren dan Aunty Zara mungkin nanti juga ke sini Sayang "
"Iya sayang"
Beberapa saat kemudian, Bara dan Mery ikut bergabung bersama Ica dan Austin di ruang makan.
"Pagi Sayang nya Oma " Ucap Mery pada Ica
"Pagi Oma, Opa " Ucap Ica
Sedangkan di Sebuah ruang eksekusi, Stevani dan Sinta berada.
"Ma, apa Papa tidak bisa membebaskan kita" Tanya Stevani dengan suara yang sangat lemah pada Sinta
"Mama juga tidak tau." Jawab Sinta
__ADS_1
Para Mafioso yang di tugaskan untuk menjaga mereka hanya tersenyum licik dan 👿 Devils.
"Dasar manusia keji" Ucap salah satu dari Mafioso melihat ke arah Stevani dan Sinta.
"Benar, apa yang kamu katakan itu. Oh ya King dan Queen kemarin menikah nya" Ucap Mafioso lainnya
"Benar, ikut senang mendengar king dan Queen menikah"
Kembali ke Indonesia
Daren dan Zara baru saja menyelesaikan sarapan mereka.
"Sayang kita ke vila keluarga Suarez atau ke kediaman papa David?" Tanya Daren
"Hmmm, ke makam mama dulu ya"
"Baiklah sayang kita ke makam mama "
"Terimakasih Sayang "
"Sama sama "
Daren dan Zara langsung keluar dari hotel dan masuk ke dalam mobil mereka menuju Pemakaman umum tempat di mana makam Zahra aliska dimakamkan.
Sedangkan di kediaman David, Maxsim dan Reina sedang duduk di ruang makan.
"David ini kamu yang masak semuanya?" Tanya Reina pada David
"Iya Ma, Maaf jika mungkin tidak sesuai dengan selera Mama dan Papa " Ucap David.
"Tidak kok. Ini enak " Ucap Reina
__ADS_1
"Terimakasih Ma"