Psikopat Love

Psikopat Love
Awal Kehancuran Beckham


__ADS_3

Setelah kejadian di acara Ulangtahun perusahaan Beckham tadi malam, para awak media lagi sibuk dengan berita yang menghebohkan dunia bisnis dan selebriti.


Di kediaman keluarga Beckham


David sedang memarahi Stevani dengan kelakuan nya yang membuat dirinya malu.


"Stevani, apa yang telah kamu lakukan hah?" Ucap David


"Apa Salah nya Stevani pa?"


"Kamu bertanya apa kesalahannya, dasar anak tidak tau diri karena mu saham perusahaan sangat turun"


"Papa saja yang tidak becus mengurus perusahaan"


"Apa ini, sifat asli mu Stevani?"


"Papa Saja yang bodoh, dan mulai saat ini kami tidak akan pernah mempunyai papa yang bodoh seperti mu" Ucap Stevani


Setelah mengatakan hal itu Stevani keluar dari ruang tersebut ntah kemana.


Sedangkan di ruang tamu, masih ada David dan Sinta.


"Sayang, sebenarnya apa yang membuat mu marah-marah" Tanya Sinta


"Perusahaan Beckham saat ini sedang di ambang kebangkrutan di karenakan Vidio anak kurang ajar itu tadi malam yang sudah tersebar di seluruh media sosial"


"Kan Vidio nya bisa saja editan dan juga bukan nya kamu bisa nyuruh orang untuk menghapusnya"


"Itu sudah Aku lakukan tapi Vidio tersebut tidak ada unsur editan dan vidio tidak bisa di hapus kecuali yang menyebarkan nya yang mau menghapusnya"


"Apa kamu tau siapa yang menyebarkan nya?"


"Aku tidak tau, yang pasti bukan orang sembarang"

__ADS_1


"Bukan nya Zara yang membuat kita melihat nya tadi malam, pasti dia yang telah menyebarkan nya"


"Tapi Zara anak yang bodoh tidak Mungkin bisa melakukan nya?"


"Kamu tidak ingat dengan tuan Daren yang bersama dengan Zara saat malam itu?"


"Benar pasti di bantu tuan Daren, apa kamu mempunyai teman yang bisa di andalkan?"


"Aku punya kenalan di dunia Mafia yang bisa membunuh mereka"


"Mafia, sejak kapan kamu mengenal mafia?"


"Itu tidak penting sekarang lebih baik, kita mencari solusinya"


"Ya sudah Aku Serahkan pada mu untuk menangani masalah ini, Aku harus kembali ke perusahaan"


"Baiklah Sayang"


David berjalan menuju mobil karena harus kembali ke perusahaan nya.


"Sebentar lagi seluruh kekayaan keluarga Beckham akan jadi milik ku" Ucap Sinta dengan tersenyum licik.


Sedangkan di villa Daren


Daren saat ini tengah duduk santai bersama dengan Austin dan juga Zara dan Ica.


"Sayang, apa rencana selanjutnya hm?" Tanya Daren


"Aku hanya tidak rela jika kekayaan keluarga Beckham jatuh pada nenek sihir itu, walau bagaimanapun Papa David tetaplah papa nya Ara"


"Kamu tenang saja Sayang, walaupun Sinta dari dunia Mafia mereka juga tidak akan bisa melawan kita, mafia milik suaminya Sinta itu masih di bawah naungan Dragon Sayang, walaupun jika mereka ingin melawan kita tidak akan Aku biarkan itu terjadi" Ucap Daren


"Tapi Ara ingin Sinta dan Stevani matinya di tangan Ara sendiri"

__ADS_1


"Kamu tenang saja nanti akan Aku Serahkan mereka pada mu"


"Terimakasih Sayang, Ara masih ingin bertemu dengan keluarga dari Mama"


"Maaf Sayang untuk sementara ini kami belum mengetahui indentitas mama, seperti yang Aku ketahui keluarga dari mama bukan orang sembarang, semua indentitas di tutupi dengan sangat baik"


"Tidak apa-apa, yang penting Ara tau jika Ara masih memiliki keluarga"


"King, Sinta mulai bergerak untuk meminta bantuan Mafia Nya" Ucap Austin


"Biarkan Saja dulu, dan pantau terus mereka"


"Baik King"


Sedangkan Ica tidak mengetahui apa yang di bicarakan oleh orang desawa di dekatnya itu, Ica hanya asik nonton film yang sedang di tonton.


"Ica Sayang, waktu di panti dulu apa Ica sekolah?" Tanya Zara


"Iya tante,Ara sekolah yang di biayai oleh panti tapi hanya bisa menamatkan sekolah dasar saja"


"Oh berarti Ica sudah selesai SD nya?"


"Benar tante, dan ijazah Ica juga sudah ada di ica sekarang"


"Bagus Sayang, besok jika kita pulang ke negara Amerika kamu bisa melanjutkan pendidikan di sana"


"Apa benar Om?" Tanya Ica pada Austin


"Benar Sayang, karena sekarang Ica sudah ada Om Daren, Om dan Tante Zara juga yang sudah menjadi keluarga Ica"


"Terimakasih Om, Ica besar nanti ingin seperti tante Zara dan Om Daren yang selalu bersama tentunya Ica dengan Om Austin"


Zars dan Daren hanya tersenyum mendengar ucapan dari Ica menurut mereka itu sangat lucu, dan mereka hanya menganggap perkataan dari Ica hanya sekedar gurauan saja. Tapi tidak bagi Ica, Ica memang bertekad untuk bisa bekerjasama dengan Austin bukan sebagai anak dan Ayah angkat tapi lebih dari itu.

__ADS_1


Untuk kisah Ica dan Austin nya masih lama ya....😂😂😂


Austin juga mendengar ucapan dari Ica hanya tersenyum saja.


__ADS_2