
Di hotel
Setelah acara lamaran selesai, Kini keluarga Suarez sudah kembali ke Mension mereka, begitupun dengan keluarga aliska termasuk Zara dan David..
Beberapa hari setelah Acara lamaran.
Di kediaman keluarga Aliska
"Pa maafkan David" Ucap David pada Maxsim
"Sudah lah, Udah masa lalu.Buatlah ini sebagai pelajaran" Jawab Maxsim
"Terimakasih Pa, MA"
"Hmm"
Zara Sangat bahagia karena keluarga nya bersatu kembali walaupun sang Mama sudah tidak bersama dengan mereka.
" Sayang, apa setelah menikah nanti kamu tetap di negara A?" Tanya Reina.
"Seperti nya iya Oma, karena perusahaan Ara di sana dan juga Daren "
"Baiklah jika memang itu keputusan kalian, tapi Oma harap kalian akan sering mengunjungi Oma dan opa"
"Tentu Oma"
"Baiklah lebih baik kamu istirahat"
"Baik Oma,Ara masuk ke kamar dulu"
Akhirnya Zara kembali ke kamar nya.
Setelah kepergian Zara ke kamar, kini di ruang keluarga tinggal lah David, Reina dan Maxsim.
__ADS_1
"David, Papa berharap kamu bisa pindah ke negara ini" Ucap Maxsim
"Maaf pa, David tidak bisa karena perusahaan David di Indonesia dan juga makam Zahra di sana"
"Baiklah jika memang kamu sudah memutuskan nya, Tapi Papa berharap kamu sering mengunjungi kami"
"Tentu pa"
"Ya sudah lebih baik kamu juga istirahat di kamar Zahra di lantai dua"
"Baik pa, MA kalian juga istirahat"
"Hmm"
Di kamar Zara.
Zara setelah masuk ke dalam kamar nya tidak langsung tidur karena Daren menelpon nya.
"Malam Sayang" Ucap Daren ketika telpon tersambung
"Kangen Sayang, oh ya Kapan kamu pulang ke Indonesia?"
"Mungkin Minggu depan"
"Oh gitu baiklah Sayang, kita bareng aja ya pulang ke Indonesia nya"
"Tidak, Pamali jika kita sebelum Nikah barengan"
" Ya sudah, Keluarga ku dua Minggu sebelum hari pernikahan berangkat nya"
"Ya sudah gitu,"
"Oh ya Sayang kamu tenang saja untuk semua kebutuhan acara nya sudah Aku persiapkan jadi kamu pulang ke Indonesia tidak mengerjakan apa-apa lagi"
__ADS_1
"Terimakasih Sayang"
"Sama sama, oh ya bagaimana kabar Papa David dan Opa Oma?"
"Mereka sehat, oh ya Ara bahagia banget Papa dan Opa Oma sudah tidak bermusuhan lagi"
"Bagus deh"
"Tapi yang Ara pikirkan itu dari anak tirinya eyang Sayang"
"Kenapa mereka?"
"Kata Oma, mereka adalah musuh dalam selimut"
"Kami tenang saja Sayang karena keluarga kita sudah bersatu maka tidak akan mudah di rusak, jadi kamu tenang saja Sayang"
"Tapi tetap saja, Ara masih khawatir dengan keselamatan Opa, Oma dan Papa"
"Tenang saja Sayang, Opa Maxsim bukanlah orang yang mudah di taklukkan percayalah pada Opa dan Oma ya"
"Ya sudah deh, Tapi Ara tetap menyuruh beberapa anak buah Ara untuk memantau Opa dan Oma di sini"
"Baiklah Sayang, Besok Aku dan papa berserta yang lainnya sudah harus kembali ke Negara A, apa kamu bareng aja gimana?"
"Tidak bisa Sayang, semua persiapan untuk pulang ke Indonesia sudah di persiapkan oleh Kak Syela dan Brian jadi dari sini langsung ke Indonesia Minggu depan"
"Baiklah Sayang, besok pagi kami juga akan ke kediaman keluarga Aliska dulu sebelum berangkat menuju negara A"
"Ya deh, Ara tunggu, ya sudah Ara sudah ngantuk selamat malam"
"Selamat malam juga Sayang"
Setelah menyelesaikan telpon, Ara benar benar tidur karena memang sudah larut malam.
__ADS_1
Begitupun dengan Daren di kediaman keluarga Suarez juga langsung tidur setelah menyelesaikan telpon nya.