Psikopat Love

Psikopat Love
Bahagia


__ADS_3

Setelah acara pernikahan di Indonesia.


Kini mereka semuanya sudah berada di Italia


Lebih tepatnya di kediaman keluarga aliska


Sebelum keluar dari kamar.


"Sayang, apa sudah siap?" Tanya Reina pada Zara


"Sudah Oma"


"Yuk keluar"


Zara hanya mengangguk sambil berdiri dari duduknya dan berjalan mengikuti Reina dengan gaun pengantin yang super mewah dan elegan serta di bantu beberapa maid.


Di depan kediaman keluarga aliska yang begitu luas sudah ramai dengan para tamu undangan dari berbagai negara dan mereka bukanlah orang sembarangan.


Sesampai di depan pintu mension, Daren berdiri dengan tegap menunggu nya di sana.


Daren tersenyum melihat ke arah Zara. Sedangkan Zara hanya tersenyum malu-malu.


Daren menjemput Zara dan mengambil Zara dari Reina dan membawanya ke pelaminan.


Namun belum sampai di pelaminan, Zara berbisik di telinga Daren.


"Sayang, Ara ingin hari ini menjadi hari kebahagiaan untuk kita dan juga akhir dari segalanya " Ucap Zara


"Kamu benar sayang, Walaupun perjalanan kita berdua baru di mulai namun kita harus menyelesaikan permasalahan yang di masa lalu "


"Iya sayang, untuk itu sebelum kita naik ke pelaminan itu Zara mohon pada kamu untuk meminta para Mafioso yang berada di markas untuk mengeksekusi mereka hari ini "


"Baiklah Sayang "


Daren melihat ke arah samping nya ada kaki kanan nya yang bersiap siaga di sana.

__ADS_1


Sang kaki kanan langsung melihat ke arah Daren mengetahui bahwa ada perintah dan tau apa perintah tersebut, dia langsung faham dan langsung mengerjakan tugas tersebut.


Setelah selesai memberi perintah, Daren dan Zara langsung menuju pelaminan.


Sedangkan di negara A


Markas Dragon Sinta dan Stevani langsung di eksekusi dengan dua macan kesayangan mension milik Daren, dua macan tersebut tidak memakan daging manusia melainkan hanya menyukainya hingga tak bernyawa.


Kembali ke Italia


Austin yang duduk bersama Ica sambil memandang para tamu undangan yang berdatangan silih berganti.


"Pa, apa papa tidak mau menikah juga seperti Aunty dan uncle Daren?" Tanya Ica pada Austin


"Sayang, Papa tentunya mau seperti mereka hanya saja Papa belum menemukan perempuan yang benar-benar tulus terhadap Papa dan juga terhadap mu nantinya"


"Oh gitu ya pa"


"Iya Sayang"


Austin meninggalkan tempat resepsi pernikahan Daren dan Zara, ia membawa Ica masuk ke dalam mension aliska tersebut lebih tepatnya ke kamar tamu.


Setelah Ica tidur dengan nyaman, Austin kembali ke tempat resepsi.


Di pelaminan


"Sayang apa kamu lelah?" Tanya Daren


"Lumayan, kakinya pegal"


"Ya sudah lebih baik kita istirahat saja"


"Tapi kan tamu undangan nya masih ada di sini?"


"Sayang kamu tenang saja masih ada papa, mama, Opa dan Oma dan juga ada Austin juga"

__ADS_1


"Iya deh"


Daren membawa Zara untuk kembali ke kamar mereka, Reina yang melihat itu hanyalah bisa tersenyum malu karena sang pengantin yang diam-diam menyelinap lari dari pelaminan


Maxsim yang melihat ke arah pelaminan tidak terdapat pengantin nya langsung menatap ke arah sang istri.


"Sayang mereka kemana?" Tanya Maxsim


"Istirahat pa, sudahlah mereka mungkin lelah"


"Tapikan ini baru beberapa jam"


"Pa, bukannya kamu ingin lebih cepat memiliki cicit?"


"Ya mau sih ma, kan masih siang juga "


"seperti tidak pernah jadi pengantin baru aja kamu pa ".


Maxsim langsung terdiam mendengar penuturan dari sang istrinya


Sedangkan di kamar pengantin


Zara dan Daren berbaring di atas kasur hanya saling tersenyum


"Akhirnya kamu sudah tidak bisa lari lagi dari ku Sayang" ucap Daren


"Mmmm, Ara tidak menyangka jika Ara bisa bertemu keluarga dari mama dan juga bisa memiliki Suami yang begitu mencintai Ara, karena Ara dulu tidak di sukai semua orang "


"Sayang semuanya sudah berlalu, Aku janji akan selalu membahagiakan kamu dan keluarga kecil kita nantinya "


"Mmmm"


The And.......


(Jika mau seseion 2) komen ya.. bagaimana kisah mereka serta kisah Austin mencari ibu untuk anaknya.....

__ADS_1


__ADS_2