Psikopat Love

Psikopat Love
Rasa Sedih


__ADS_3

Daren dan Zara setelah dari perusahaan langsung bergegas pulang ke villa bersama.


Sepulang dari perusahaan, Zara hanya diam tanpa ada kata yang keluar dari mulutnya, Daren sangat khawatir dengan kondisi Zara saat ini.


Di villa, Zara hanya diam di dalam kamar mereka, Daren berusaha untuk membuat Zara lebih nyaman.


"Sayang ada sesuatu yang membuat mu marah?" tanya Daren dengan nada lembut


Zara masih belum menjawab pertanyaan dari Daren, Zara masih tanpa pancaran sinar di matanya, hanya ada tatapan kosong disana.


Daren bingung harus bagaimana, tadi pas di perusahaan Zara sudah kembali normal seperti biasa nya tapi kenapa sekarang seperti ini.


Daren belum menyerah untuk membuat Zara kembali ceria bersama nya.


Daren mendekat ke arah Zara dan memeluknya, memberikan kenyamanan pada seseorang yang sangat di cintai itu.


Di pikiran Zara saat ini hanya ada kata mati yang ada pikiran nya.


Setelah merasakan nyaman dalam dekapan Daren, Zara Akhirnya tenang dan tertidur pulas.


Daren akhirnya tersenyum melihat Zara tidur dalam dekapan nya.


"Sebenarnya ada apa Sayang?, apa yang membuat mu seperti ini?" Ucap Daren Sambil mengelus kepala Zara.


Setelah beberapa saat kemudian, Daren melihat Zara benar benar tidur di kamar.


Daren Keluar dari kamar mencari keberadaan Austin.


Austin ternyata di ruang tamu sedang mengerjakan beberapa pekerjaan yang ada di laptop nya.


"Bagaimana kondisi queen king?" Tanya Austin ketika Daren duduk di samping nya


"Saat ini Zara sudah tertidur pulas, tapi Aku bingung apa yang membuat Zara kembali seperti itu. Setelah dari perusahaan tadi"


"Sebelum pulang ke villa apa queen sudah mengetahui tentang Acara perusahaan Beckham?"


"Sudah, setelah itu Zars sempat mengeluarkan aura pisikopat nya, tapi sudah tenang setelah itu"


"Mungkin Queen masih memikirkan itu king, makanya queen seperti tadi"


"Mungkin, oh ya acara nya kapan?"


"Acara nya Minggu depan king, dan undangan sudah kita dapatkan"


"Sudah ku duga tidak mungkin kita tidak di undang"


"Benar king, justru baru tadi Saya dapat email bahwa perusahaan Beckham mengajukan permohonan kerjasama dengan perusahaan kita"


"Biarkan Saja dulu, jangan di tanggapi buat mereka memohon kepada kita"


"Baik king, oh ya king u tuk mengisi waktu Anda dan Queen lebih baik kita ke Bali liburan biar queen menghilangkan beban nya"


"Iya sudah Aku runding dulu sama Zara"


"Baik King"

__ADS_1


Setelah beberapa percakapan tadi Daren kembali ke kamar untuk istirahat.


Sesampai di kamar, Daren melihat Zara yang masih tidur. Daren juga ikut berbaring di samping Zara Sambil menarik Zara untuk masuk ke dalam pelukannya.


Tidak butuh waktu lama akhirnya Daren ikut tidur.


Di ruang tamu


Austin setelah selesai mengerjakan pekerjaan nya, Austin hendak keluar dari villa ingin berjalan di sekeliling villa.


Sesampai nya belakang villa, Austin melihat ke arah Tiga perempuan yang tidak lain adalah anak buahnya Zars sedang duduk bersama sambil tertawa bersama.


Austin hanya tersenyum sekilas, setelah dari belakang villa, Austin berjalan mendekati pantai.


Sesampai di pantai, Austin duduk di kursi pantai Sambil melihat pantai.


Ketika Austin sedang duduk di kursi tersebut, ada anak kecil yang berjualan minuman mendekat ke arah nya.


"om minum dinginnya" Tawar anak kecil tersebut.


Austin melihat ke anak kecil tersebut dan tersenyum


"Adex jualan minuman apa?"


"Ada banyak Om, hanya 10 ribuan tuan"


"Ya sudah Om beli satu ya"


"Terimakasih Om" Ucap Anak kecil tersebut dengan gembira


"Om ini uang nya kebesaran, Ica tidak ada kembaliannya, Karena Om pertama yang membeli minuman Ica"


"Ambil saja, oh ya nama kamu siapa?"


"Saya Ica Om"


"Ica umur berapa?"


"Ica umur nya 12 Tahun Om"


"Orang tua nya Ica dimana?"


"Ica tidak tau Om orang tua Ica dimana, selama ini Ica tinggal di panti"


"Oh gitu ya sudah ICa mau ngak ikut bersama Om ke villa sana" Ucap Austin Sambil menunjukkan ke arah villa Daren


"Ica Takut Om"


"Kenapa harus takut, Om bukan orang jahat "


"Benaran Om bukan orang jahat"


"Iya, Ya sudah yok ikut Om, biar semua minuman nya Ica Om beli"


"Terimakasih Om"

__ADS_1


"Sama sama"


Akhirnya Austin berjalan bersama Ica Menuju villa, Austin sebenarnya sangat heran dengan tingkah dia saat ini, karena Austin bukan orang yang suka dengan anak kecil. Tapi entah mengapa Austin sangat suka dengan Ica, walaupun Ica dengan pakaian compang camping seperti itu.


Pertama kali melihat Ica langsung membuat Austin ingin memiliki nya.


Austin juga hidup sendiri dari kecil dan ikut bersama dengan Daren dari umur belasan tahun karena Daren yang menyelamatkan nya. Diri Ica Saat ini membuat Austin mengingat bagaimana dirinya dulu.


Hal itu juga yang membuat Austin ingin memiliki Ica sebagai Tanggung jawab nya.


Dan Juga Ica memiliki mata yang sangat indah menurut Austin.


Sesampai di villa, Austin membagikan minuman yang di jual Ica pada Mafioso dan anak buah Zara.


Para Mafioso sangat penasaran dan kaget melihat Austin membawa seorang anak perempuan tersebut.


Austin tidak berkata apa-apa pada mereka semua, karena Austin akan mengatakan ketika Daren sudah bangun dari tidur nya nanti.


"Ica mau mandi dulu" Ucap Austin


"Tapi Om, Ica tidak ada baju gantinya"


"Nanti Om belikan, jadi Ica mandi ya, Om juga mau mandi"


"Baiklah Om"


Austin menyuruh beberapa untuk membeli pakaian baru untuk Ica.


Austin membawa Ica ke kamar nya untuk mandi, Austin menyiapkan air mandi untuk Ica dan perlengkapan lain nya seperti handuk.


Setelah itu, Austin menunggu Ica di luar kamar mandi, Ica bisa mandi sendiri. Walaupun Ica baru berumur 12 Tahun, tapi Ica tetap perempuan.


Setelah beberapa saat kemudian baju untuk Ica juga sudah ada di tangan Austin.


Setelah beberapa saat kemudian Ica sudah selesai mandi, dan kini Austin yang mandi dan Ica berganti pakaian dengan pakaian yang Austin baru beli.


Setelah selesai Austin dan Ica Keluar dari kamar bersama.


Austin sangat senang melihat Ica yang sudah bersih dan Cantik.


Austin mengajak Ica untuk makan bersama.


Di kamar Daren.


Zara bangun dari tidur nya, dan melihat ke arah Daren di samping nya.


"Sayang bagaimana perasaannya sekarang?" Ucap Daren yang sebenarnya sudah bangun dari tadi


"Sudah enakan, Tapi Ara lapar"


"Ya sudah yok kita makan hari juga sudah Sore"


Daren dan Zara keluar dari kamar bersama dan berjalan menuju ruang makan.


Daren sangat terkejut melihat Austin bersama seorang anak perempuan.

__ADS_1


__ADS_2