Psikopat Love

Psikopat Love
Resepsi


__ADS_3

Setelah tadi pagi Acara pemberkatan pernikahan Zara dan Daren kini Daren dan Zara beserta keluarga besar sedang menunggu waktu malam, karena acara resepsi nya nanti malam.


Setelah Acara pemberkatan tadi seluruh keluarga sedang berkumpul di aula sedangkan Daren dan Zara di dalam kamar karena mereka butuh istirahat karena nanti malam mereka akan menyambut kedatangan para tamu undangan yang tidak bisa di hindari.


Resepsi


Malam harinya, Zara dan Daren sudah siap dengan pakaian resepsi mereka, Zara dengan gaun pengantin yang sangat indah dan sangat cocok di tubuhnya, sedangkan Daren dengan jas serta celana yang sangat sesuai dan senada dengan gaun yang di gunakan Zara..


"Sayang, kamu sangat cantik" Ucap Daren di telinga Zara


"Kamu juga sangat tampan " Jawab Zara


"Baiklah Sayang, mari kita keluar karena para tamu sudah menunggu kedatangan kita "


"iya "


Zara dan Daren keluar dari kamar mereka dan berjalan menuju ruang resepsi.


Kedatangan Zara dan Daren tentunya di sambut meriah oleh keluarga dan para tamu, kebanyakan tamu juga dari kalangan pembisnis.


para anak buah Zara dan Daren tentunya sudah siap siaga menjaga keamanan di sana.


Hingga Larut malam, akhirnya acara resepsi pernikahan Zara dan Daren selesai.


Zara yang kurang menyukai sepatu tinggi, membuat kakinya sudah bengkak.

__ADS_1


Daren yang melihat Zara merasa lelah dengan sigap Daren menggendong Zara. Zara yang di perlakukan bak seorang ratu oleh Daren hanya menahan malu, Zara menyembunyikan wajahnya di dada bidang Daren.


Keluarga inti masih berada di sana, membuat Zara sangat malu.


"Sayang, kamu bikin Ara malu ih" Ucap Zara sesampai di kamar pengantin mereka


Daren tidak menjawab hanya tersenyum.


"Sayang, kamu mau mandi atau langsung tidur?"


"Mau bersihin make-up aja, "


"Baiklah sayang"


Zara lagi-lagi di gendong bak bayi oleh Daren ke dalam kamar mandi, Daren pun dengan senang hati membantu Zara melepas gaun pengantin nya.


"Kenapa harus malu Sayang, toh ini semua sudah menjadi milik ku" Ucap Daren dengan nada sensual


"Sayang, kamu ingin malam ini?" Tanya Zara dengan sedikit malu


"Aku tidak memaksa kamu Sayang, kita istirahat aja malam ini tapi setelah malam ini Aku tidak bisa janji "


"Terimakasih Sayang, kamu sangat mengerti Ara "


"Sama-sama, ya sudah kamu selesaikan dulu bersih-bersih nya, Aku tunggu di luar, jika kamu sudah selesai panggil aku "

__ADS_1


"Oke "


Daren keluar dari kamar mandi, meninggalkan Zara sendiri yang membersihkan diri dan makeup nya di sana.


Setelah beberapa saat kemudian, Daren dan Zara sudah berada di atas kasur karena memang mereka sangat lelah acara seharian


Sedangkan di keluarga yang di pesan berada di hotel tersebut Reina, Bara, David, Mery dan Maxsim masih berada di sana.


"Akhirnya, acaranya selesai juga pa" Ucap Mery pada Bara


"Iya mah, "


Sedangkan David masih merasa tak enak hati dengan mertua nya dengan apa yang telah di perbuat nya pada istri serta cucu dari mertuanya itu.


"Pa" Ucap David memanggil Maxsim


Maxsim melihat ke arah David, masih dengan tatapan tak enak di lihat. Namun karena Reina sang istri menyenggolnya Maxsim dengan cepat merubah raut wajahnya.


"Hmm " Jawab Maxsim


"Pa, papa dan Mama kita pulang ke mension ku ya" Ucap David dengan ragu


"Baiklah" Jawab Maxsim


Mendengar jawaban dari Maxsim, David sedikit merasa lega.

__ADS_1


Sedangkan Bara dan Mery mereka memiliki rumah di Indonesia dan tidak jauh dari hotel tersebut jadi mereka kembali ke rumah itu.


Kini mereka berpisah dan kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan kedua pengantin sudah nyenyak dalam mimpi mereka.


__ADS_2