Psikopat Love

Psikopat Love
Menceritakan


__ADS_3

Hotel


Daren dan Zara sudah berada di dalam mobil


"Sayang, apa tidak sebaiknya kita ceritakan tentang Mama tiri mu dan anaknya pada papa David, walau bagaimanapun papa harus tau jika mereka berdua memeng orang yang sudah salah dari awalnya" Ucap Daren


"Iya sayang, nanti di rumah papa ceritanya. Ara sebenarnya lupa jika mereka masih di markas Sayang"


"Oh ya kapan mau di eksekusi nya?"


"Menurut kamu kapan Sayang?" Tanya Zara balik pada Daren


"Hmm, menurut Ku lebih baik biar Mafioso saja yang mengeksekusi mereka. Karena Aku tidak ingin tangan mu menjadi kotor karena darah bajingan seperti mereka " Jelas Daren


"Baiklah sayang, Ara ikut pendapat kamu saja"


"Baiklah sayang, jika seperti itu keputusan mu"


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mobil mereka sampai di sebuah pemakaman Kristen Di Jakarta Pusat


"Sayang ayo turun " Ucap Daren


"Iya sayang "


Zara dan Daren turun dari mobil dan para Mafioso yang ikut bersama mereka mengikuti di belakang.

__ADS_1


Zara dan Daren berjalan menuju makam dan berhenti di sebuah makam yang sudah terurus, di karenakan Zara yang menyuruh seseorang untuk membersihkan nya setiap minggunya.


"Ayo Sayang, Ara mau memperkenalkan kamu pada Mama sebagai suaminya Ara sekarang " Ucap Zara


Daren tidak menjawab hanya ikut duduk di samping Zara.


"Hallo Ma, Ara anak mama sudah menikah dan laki-laki di samping Ara suaminya Ara Ma. Oh ya Ma Papa dan Oma serta Opa sudah berkumpul kembali. Mama tenang saja sekarang Ara sudah bahagia jadi Mama bisa tenang di surga sana " Ucap Zara sedikit menitikkan air mata


Daren yang memperhatikan Zara dan langsung merangkulnya.


"Iya Ma, Perkenalkan Aku Daren Luis Suarez dan sekarang Daren sudah menjadi suaminya Anak Mama, Mama tenang saja sekarang dan selamanya Ara Akan Daren lindungi dan sayangi jadi Mama tidak usah khawatir lagi" Ucap Daren


"Oh ya Ma, Jodoh memang tidak kemana, Ternyata Papa Bara dan Mama dulu pernah di jodohkan tetapi Mama dan papa Bara tidak berjodoh melainkan Kami anak-anak Mama dan papa Bara yang berjodoh" Tambah Daren.


"Ya sudah Sayang, Kita langsung ke mension papa David aja, mungkin yang lainnya sudah nungguin kita" Ucap Daren


"Baiklah sayang"


"Ya sudah Ma, Daren dan Zara pulang dulu. Daren janji akan selalu jaga anak Mama ini dan akan sering mengunjungi Mama juga tentunya " Ucap Daren.


Setelah mengucapkan itu Daren dan Zara meninggalkan pemakan tersebut dan bergegas menuju mension David.


Sedangkan keluarga Suarez baru saja sampai di kediaman David.


"Selamat datang " Ucap Reina pada Bara dan Mery

__ADS_1


"Iya Ma, Pa. Daren dan Zara sudah kesini?" Tanya Mery


"Belum Mer, mungkin sebentar lagi " Jawab Reina


"Oh gitu ya " Ucap Mery lagi.


Maxsim berjalan ke arah Ica, Selamat pagi cucunya Opa" Ucap Maxsim pada Ica.


Maxsim cukup menyukai Ica, karena Ica anak yang ceria dan baik.


"Selamat Pagi Opa" Jawab Ica


"Sudah sarapan belum?"


"Sudah Opa, "


"Kirain Opa belum"


"Hehehe sudah Opa"


"Baiklah jika seperti itu, Ayo masuk ke dalam kita nungguin mereka di dalam saja"


"Baiklah Opa" Jawab Ica dengan semangat.


Yang lainnya ikut masuk ke dalam mension David tersebut termasuk Austin.

__ADS_1


__ADS_2