
Zara saat ini sudah berada di depan rumah David Beckham yang tidak lain adalah Papa kandungnya Zara Aliska.
Zara berjalan menuju gerbang rumah, sebelum Zara sampai di gerbang ada perempuan yang mendekat ke arah Zara berdiri dari dalam rumah.
Seorang perempuan yang sangat Zara benci, orang yang menyiksanya tanpa ada kata ampun dari nya.
Penyiksaan yang diterima oleh Zara 20 tahun silam akan Zara balas lebih dari apa yang telah mereka lakukan pada nya.
"Hey Pembunuh ngapain kamu kesini?" Ucap Sinta dengan nada tinggi
"Hehehehe tante, Ara hanya ingin bertamu, apa papa David ada?" Ucap Zara dengan nada rendah
"Untuk apa kamu mencari Suami Saya, kamu bukan lagi bagian dari keluarga Beckham"
"Oh itu Saya sudah tau itu Tante, tapi kedatangan Ara hari ini hanya ingin bertamu, Apa tidak boleh"
"Kami tidak tidak di perbolehkan untuk menginjak kan kaki mu di rumah ini"
"Kenapa begitu tante?"
"Karena rumah ini akan menjadi milik Stevani"
"Ara tidak butuh rumah ini"
"Jika kamu tidak pergi dari sini, akan Saya buat kamu pergi"
"Sebelum Tante mengusir ku, Ara harus masuk terlebih dulu"
Zara langsung menyuruh anak buahnya untuk membuka gerbang rumah dengan paksa.
Saat ini rumah sedang tidak ada orang hanya ada Sinta di sana.
Zara dengan leluasa masuk ke dalam rumah.
Tujuan utama Zara datang ke rumah tersebut hanya ingin mengambil foto ibunya yang di simpan di kamar nya dulu.
Hanya foto tersebut yang menjadi kenangan ibunya, karena Zara belum pernah bertemu dengan ibunya.
Ibunya meninggal dunia setelah melahirkan Zara kedunia.
Sinta sudah di kendali oleh Mafioso dan semua anak buahnya Zara ikut bersama Zara masuk ke dalam rumah.
Zara langsung menuju ke kamar yang dulu pernah di tempati nya, kamar yang begitu sempit yang terletak di dekat dapur.
Miris hati Zara ketika mengingat di kamar yang begitu sempit itu lah tempat yang mana Zar dulu tidur.
Anak buah Zara juga tidak menyangka segitu kejam nya Papanya Zara yang begitu tega pada anak kandung nya sendiri tidur di kamar yang sangat kecil dan sempit seperti itu pikir anak buah Zara
__ADS_1
Zara langsung mengambil bingkai foto perempuan Cantik yang sangat mirip dengan nya dari senyumnya hingga bentuk tubuhnya, Zara sangat mirip dengan ibunya ketika masih gadis nya.
Setelah mendapat apa yang di inginkan, Zara keluar dari kamar tersebut dan berjalan mendekat ke arah Sinta yang masih di pegang oleh Mafioso Daren
"Tunggu pembalasan ku tante" Ucap Zara langsung keluar dari rumah tersebut.
Zara keluar dari rumah tersebut di ikuti oleh Mafioso dan beberapa anak buah nya.
Dari rumah tersebut, Zara langsung bergegas menuju perusahaan Suarez Group.
Di perusahaan Suarez Group
Daren sedang rapat dengan semua karyawan perusahaan miliknya, mendapatkan kabar dari Mafioso yang ikut bersama Zara.
Seketika wajah Daren langsung memerah menahan marah karena mengetahui bahwa Zara dulu di perlakukan seperti pembantu bukan hanya dari perlakuan tapi juga dengan tempat tidur nya Zara, yang dari kecilnya tidur di kamar yang tidak layak huni.
Zara dan yang lainnya sudah sampai di depan perusahaan Suarez Group
Austin sudah menunggu kedatangan nya Zara langsung menuju ke ruang kerja Daren.
Daren setelah membaca laporan dari Mafioso, langsung mengakhiri rapat tersebut.
Daren keluar dari ruang rapat Menuju ruang kerja nya.
Zara duduk di kursi yang ada di dalam ruang kerja nya Daren
Daren dari ruang rapat langsung masuk ke dalam ruang kerja nya
"Tidak apa-apa, Ara baik-baik saja"
"Bagus lah jika kamu baik-baik saja, oh ya setelah ini mau kemana lagi Sayang?"
"Ara ingin makan"
"Maaf Sayang, Aku lupa jika sudah waktunya untuk makan siang"
"Hmm"
Daren dan Zara langsung keluar dari perusahaan menuju restoran terdekat, walaupun sebenarnya di perusahaan Suarez Group sendiri ada kantin khusus karyawan tapi Daren tidak ingin makan di sana.
Para karyawan yang tadi sangat ingin memiliki seorang CEO dari Suarez Group tersebut langsung hilang karena melihat Daren Sedang merangkul pinggang seorang perempuan yang sangat Cantik
Siapa yang tidak ingin memiliki seorang laki-laki seperti Daren Luis Suarez yang mempunyai wajah tampan dan mempunyai pesona yang sangat memikat hati perempuan, seorang pembisnis sukses yang memiliki perusahaan di berbagai manca negara.
Daren dan Zara sudah berada di sebuah restoran yang cukup besar di Jakarta.
Zara dan Daren duduk di kursi VIP yang ada di restoran tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Austin dan 6 orang yang bersama nya makan di kursi biasa tapi tepat di depan ruang makan Daren dan Zara berada.
Setelah selesai makan, mereka kembali ke perusahaan Suarez Group.
Daren masih ada pekerjaan yang harus di kerjakan, Zara ikut bersama dengan Daren ke perusahaan.
Sesampai di perusahaan, Daren pokus terhadap pekerjaan nya, Sedangkan Zara Asik dengan handphone nya.
Zara tengah sibuk melihat berita terbaru tentang bisnis.
Perusahaan Beckham baru saja mengumumkan bahwa akan mengadakan peringatan ulang tahun perusahaan dan juga akan mengumumkan pewaris tunggal dari keluarga Beckham.
Setelah membaca berita bisnis tersebut, Zara langsung menjatuhkan handphone nya
Daren yang sedang fokus dengan pekerjaan nya langsung bergegas mendekat ke arah Zara duduk.
"Ada apa sayang?"
Zara tidak menjawab pertanyaan Daren, hanya ada tatapan kosong yang ada di mata Zara saat ini.
Daren langsung mengambil handphone Zara yang sudah tergeletak di lantai.
Daren hanya tersenyum sinis membaca berita tersebut.
"Sayang kita buay acara mereka menjadi acara yang tidak bisa mereka lupakan" Ucap Daren Sambil memeluk Zara
Zars merasakan kenyamanan dalam pelukan Daren.
"Tapi bagaimana kita bisa datang ke Acara nya?"
"Sayang kamu sekarang memiliki Aku, jadi jangan pernah khawatir ya itu tugas ku"
"Baiklah Sayang jadi kamu harus tenang, Aku tidak ingin jiwa pisikopat mu mengendalikan diri Mu Sayang" Ucap r
Daren lembut
"Apa Kamu membenci Ara yang memiliki jiwa seseorang pisikopat?"
"Tidak Sayang, Aku juga seperti dirimu pada musuh ku, tapi Aku hanya tidak ingin jiwa pisikopat tersebut mengendalikan semua pikiran mu. "
"Terimakasih sudah mau menerima Ara dengan kekurangan Ara"
"Sama sama Sayang, Aku juga beruntung bisa mengenal mu"
Setelah beberapa saat kemudian, Zara sudah kembali normal dengan tatapan biasanya, tidak seperti tadi yang mana matanya tidak tatapan lain selain memancarkan haus akan darah yang tinggi.
Daren akhirnya juga ikut tenang melihat Zara sudah kembali tersenyum pada nya.
__ADS_1
Sebelum mengenal Daren, Zars sering kali membunuh apa saja yang ada di dekatnya, baik itu hewan sekali pun, karena tidak ada yang berani untuk memberikan kenyamanan pada seseorang yang memiliki jiwa pisikopat seperti Zara, hanya Syela yang berani mendekati Zara ketika Zara lagi seperti itu.
Dan sekarang Daren yang memberikan kenyamanan bagi Zara yang dulu tidak pernah di dapat dari orang tua nya.