
Mereka semua sudah berada di Mension Zara, Daren dan Zara langsung mengistirahatkan tubuh mereka di kamar Zara, Sedangkan Ica dan Austin beristirahat di kamar yang sudah di siapkan untuk mereka di mension tersebut.
Di kamar Zara.
Sudah cukup lama mereka tidur, Zara perlahan membuka mata nya begitu juga dengan Daren.
"Kamu sudah bangun Sayang?"
"Hmm, Ara sudah tidak ngantuk lagi bagaimana kita ke Mension Papa dan mama kamu?"
"Aku terserah Sayang, tapi apa kamu sudah tidak lelah?"
"Sudah tidak kok, ya sudah Ara mau mandi dulu"
"Mandi bareng aja gimana?"
"Tidak, Ara mau mandi sendiri dan ingat ya kita belum menikah"
"Ya sayang"
Zara turun dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi, Sedangkan Daren melihat Zara sudah masuk ke dalam kamar mandi, Daren juga turun dari kasur dan berjalan menuju balkon kamar tersebut.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Zara keluar dari kamar mandi dengan baju mandi, Zara melihat ke sekeliling kamar tidak mendapati Daren di sana.
"Sayang kamu di mana?" Panggil Zara
Di balkon, Daren mendengar ada yang memanggil nya langsung masuk ke dalam kamar.
"Kenapa Sayang, sudah merindukan ku hm?"
"Siapa yang rindu, katanya mau mandi, buruan mandi setelah itu kita makan dulu"
__ADS_1
"Baiklah Sayang, "
Daren akhirnya memutuskan untuk mandi, sedangkan Zara berganti pakaian dan merias diri nya.
Sekitar 30 menit akhirnya Daren sudah selesai mandi dan Zara juga selesai dengan riasan wajah dan pakaian nya.
Daren yang masih menggunakan baju mandi berjalan mendekat ke arah Zara
"Sayang kamu sangat wangi, dan sangat cantik" Ucap Daren Sambil memeluk Zara dari belakang
"Ara memang selalu wangi dan Cantik ya" Ucap Zara Sambil manyun
"Iya Sayang kamu memang selalu wangi dan Cantik apalagi jika slalu di dekat ku"
"Oh ya Sayang udah ah, Ara mau turun. Ara tunggu di lantai Satu ya"
"Sayang, pakaikan baju ku dong"
"Tapi Sayang"
"Ya sudah kita tidak akan menikah" Ancam Zara
"Jangan dong sayang, ya sudah Aku ganti baju sendiri tapi setelah menikah jangan harap bisa lolos"
"Kita lihat saja nanti"
Zara langsung keluar dari kamar nya dan berjalan menuju lift ke lantai satu.
Zara sudah berada di lantai Satu tepat nya di ruang tamu.
Syela juga baru turun dan berjalan menuju ruang tamu
__ADS_1
"Ara, apa masih lelah hm?" Tanya Syela
"Sudah tidak kak, Ara juga setelah sarapan mau pergi dengan Daren"
"Oh ya sudah, kakak sama Brian juga sudah harus berangkat ke perusahaan"
"Ya sudah kak, jika ada sesuatu kasih tau Ara kak"
"Tenang saja adik ku"
Syela pun berangkat ke perusahaan bersama dengan Brian.
Austin dan Ica bergandeng tangan berjalan menuju ruang tamu
"Pagi tante," Ucap Ica
"Pagi Sayang, bagaimana tidurnya?"
"nyenyak tante, oh ya tante ini rumah Besar banget ya"
"Bagus jika Ica nyenyak. Ini mension tante dan nanti kita ke Mension nya papa dan Om Daren ya"
"Hore Ica ke rumah Papa"
Austin hanya tersenyum melihat tingkah Ica yang menggemaskan.
Tidak berapa lama kemudian Daren sudah bergabung dengan mereka
"Sayang, yok sarapan" Ajak Zara pada Daren
Mereka berempat akhirnya sarapan bersama, walaupun Ica sudah berumur 12 tahun tapi wajah nya sangat menggemaskan dengan pipi chubby nya.
__ADS_1