
Setelah selesai dari Markas, Zara bersama dengan Daren langsung menuju ke mension Zara. Sedangkan Austin membereskan hasil dari Zara lakukan tadi di markas.
Sesampai di Mension Zara, Zara dan Daren langsung menuju kamarnya Zara.
Sesampai di kamar, Zara bukan mau istirahat tetapi langsung menuju arah pintu tersembunyi di belakang cermin hias Zara.
Daren yang melihat Zara membuka pintu tersebut hanya bisa tersenyum
"Sayang,Apa Aku boleh ikut?" Tanya Daren.
"Masuklah, Kamu juga harus tau seperti apa sebenarnya Ara"
"Baiklah Sayang"
Daren berjalan mengikuti Zara masuk ke dalam ruangan tersembunyi tersebut.
Bertapa terkejut nya Daren ketika melihat isi ruangan tersebut yang sangat besar dan terdapat banyak alat canggih di sana dan banyak layar di mana mana.
Zara berhenti di depan sebuah komputer canggih dan Zars duduk di depan nya.
"Sayang ini semua kamu yang mengendalikan?' Tanya Daren yang masih tidak menyangka akan melihat ke ahlihan Zara dalam menggunakan komputer canggih tersebut.
"Hmm,"Jawab Zara singkat, karena sudah fokus pada layar monitor tersebut.
Zara yang sedang fokus membuat Daren semakin penasaran dengan apa yang sedang di lakukan oleh Zara.
"Sayang kamu sedang berkomunikasi dengan siapa?" Tanya Daren ketika mendengar Zara tengah berkomunikasi dengan seseorang melalui Hengshet .
"Teman, dan dia sudah mengetahui informasi tentang keluarga Aliska "
__ADS_1
"Apa dia seorang hakher seperti kamu ?"
"Iya, tapi dia hanya sebatas peretas bukan pembuat virus"
"Apa dia Laki laki?"
"Iya"
"Apa dia tampan?"
"Iya dia sangat tampan"
"Sayang, kamu buat Aku cemburu jadi Aku tidak ingin kamu berdekatan dengan laki laki lain"
"Sayang, dia itu hanya partner bisnis jadi jangan banyak berpikir ya"
"Baiklah Sayang, oh ya Aku sebenarnya masih sangat penasaran dari mana kamu bisa belajar IT sedangkan kamu sendiri dari kecil di Siksa Kapan belajar nya?"
"Tentu Sayang, Aku tidak akan pernah pergi jauh dari mu"
"Terimakasih"
"Sama sama Sayang, oh ya kamu sedang mencari keberadaan apa?"
"Ada yang berusaha untuk menyabotase data perusahaan Ara Campeny"
"Siapa sayang?"
"Penyusup"
__ADS_1
"Jadi bagaimana, apa yang akan kamu lakukan pada nya?"
"Biarkan Saja dulu biar dia puas bermain nya tapi tidak semudah itu untuk menyabotase data Ara Campeny" Ucap Zara dengan senyuman liciknya
"Aku akan selalu mendukungmu Sayang"
"Terimakasih"
"Ya sudah, Aku harus ke perusahaan dulu Apa kamu ingin ikut?"
"Tidak, Ara masih ada yang perlu dilakukan"
"Baiklah Sayang, Aku pergi ya"
"Iya"
Akhirnya Daren keluar dari ruang tersebut dan memutuskan untuk berangkat ke perusahaan nya.
Sedangkan Zara kembali fokus pada layar komputer di depan nya.
Di mension Keluarga Suarez
Ica tengah bermain di taman belakang Mension, bersama Mery.
"Oma, apa Oma tidak malu dengan Ica yang hanya anak buangan?" Tanya Ica
"Sayang, Oma malah sangat senang karena kehadiran mu membuat Oma, Opa dan Yang lainnya menjadi lebih hangat, dan sekarang kamu juga sudah menjadi bagian dari keluarga Suarez, jadi jangan pernah berpikir lain ya"
"Terimakasih Oma"
__ADS_1
"Sama sama Sayang"
Mery tersenyum mendengar ucapan dari Ica, walaupun umurnya masih Anak anak tapi pemikiran Ica sudah sangat luas, tidak sesuai dengan umurnya.