
Kini Keluarga Suarez sudah sampai di mension mereka yang terdapat di negara Italia itu.
Sesampai di mension keluarga Suarez, Daren langsung membawa Zara untuk istirahat ke kamar tepatnya kamar pribadi milik Daren jika sedang berkunjung ke negara Italia tersebut.
Mery dan Bara juga masuk ke dalam kamar mereka, sedangkan Austin membawa Ica ke kamar nya yang ada di samping kamar Austin sendiri.
Kini semua nya Sudah masuk ke dalam kamar masing-masing.
Di kamar Zara dan Daren
"Sayang, kenapa kita harus satu kamar?" Tanya Zara
"Sayang, Aku tidak bisa pisah kamar dan apalagi ini kita satu atap"
"Tapikan Ara tidak mau kamu sampai khilaf"
"Sayang, Aku berjanji tidak akan melebihi batas ya terkecuali ini" Ucap Daren Sambil menunjukan bibir tipis milik Zara
Zara mendelik ke arah Daren dengan raut wajah yang sudah berbeda, Zara berkata
"Kamu jangan pernah melebihi batas mu Daren" Ucap Zara yang sudah berubah menjadi Zara yang mempunyai jiwa Psikopat
Daren menelan ludah karena melihat Zara yang sudah berubah dan Daren perlahan mendekat ke arah Zara dan memeluknya supaya Zara merasa aman dan kembali ke Zara yang selalu tersenyum padanya.
"Sayang, kamu jangan khawatir Aku tidak akan melebihi batas sebelum kita menikah" Ucap Daren menenangkan Zara.
Dengan pelukan dari Daren membuat Zara kembali tenang dan berkata
"Sayang, apa kamu tidak takut suatu saat nanti Aku bisa saja melukai mu?" Tanya Zara ketika sudah kembali seperti biasanya
"Sayang, kamu tidak akan pernah melukai ku karena Aku tau kamu tidak merasa berbahaya di dekat ku. Jadi jangan pernah berpikiran yang tidak-tidak"
"Terimakasih Sayang"
"Sama sama Sayang, ya sudah kita lebih baik istirahat karena nanti malam kita ke keluarga Aliska"
"Baiklah" Jawab Zara pasrah
Kini Daren dan Zara benar benar tidur.
Di kamar yang berbeda tepatnya kamar Austin, Ica yang awalnya di suruh istirahat di kamar sendiri malah ikut masuk ke dalam kamar Austin.
"Pa, Ica tidur bareng papa saja ya" Ucap Ica
"Baiklah Sayang, sini " Ucap Austin
"Terimakasih Papa, Sayang deh"
__ADS_1
Austin hanya tersenyum mendengar ucapan dari Ica.
"Pa, kita kesini mau liburan ya?" Tanya Ica dengan polosnya
"Tidak Sayang, kita ke negara ini untuk bertemu dengan keluarga Tante Zara, dan mungkin bisa sekaligus liburan tapi itu tergantung Opa dan Oma"
"Oh gitu, Ica tidak apa-apa jika tidak jalan jalan ataupun liburan yang penting bisa selalu bersama Papa, Oma opa, Om Daren dan Tante Zara sudah membuat Ica Senang" Ucap Ica Sambil tersenyum.
Tidak berapa lama kemudian kini Ica sudah tidur dengan pulas dalam dekapan Austin, sedangkan Austin sendiri juga ikut terlelap ketika melihat Ica yang sudah tidur dengan nyaman.
Malam harinya, keluarga Suarez sudah berada di ruang makan untuk makan malam
Setelah selesai makan mereka semua bersiap siap untuk berangkat ke kediaman keluarga Aliska.
Keberangkatan mereka di kawal dengan banyak Mafioso yang bersenjata lengkap, jarak dari mension keluarga Suarez Menuju kediaman keluarga Aliska cukup memakan waktu sekitar 30 menit.
Zara semenjak Keluar dari mension keluarga Suarez masuk mobil langsung diam karena Zara takut keluar dari Mama nya tersebut juga tidak menginginkan nya.
Daren yang melihat Zara diam tanpa ada suara yang keluar dari mulutnya, Daren langsung mengerti kekhawatiran Zara, karena itu Daren berbisik di telinga Zara.
"Sayang, Kamu jangan takut ya karena kamu tidak sendiri sekarang sudah ada Aku, Papa Bara, mama Mery dan juga Austin, Ica. Jadi jangan pernah takut ya karena di sekeliling mu masih banyak yang menyayangi mu" Bisik Daren
"Terimakasih Sayang" Ucap Zara pelan dan langsung memeluk Daren dengan erat.
Daren tersenyum menyambut pelukan dari Zara tersebut.
Tidak butuh waktu akhirnya Mobil mereka sampai di sebuah kediaman yang sangat mewah dan elegan seperti istana kerajaan yang di hiasi banyak bunga-bunga Indah di sekitar kediaman tersebut.
Dari yang Zara lihat bahwa laki laki paru baya tersebut bukanlah pemilik kediaman besar tersebut malah seperti ketua pelayan.
Mereka semua di bawa ke dalam rumah besar tersebut lebih tepatnya mension mewah lebih mewah dari milik keluarga Suarez. Mereka semua di persilahkan untuk duduk di kursi ruang tamu seperti nya.
Zara duduk di kursi samping Daren, Zara hanya diam sambil mempererat genggaman tangan nya dengan Daren.
Daren melihat Zara masih terlihat ketakutan, Daren dengan senyum berkata
"Sayang, ada Aku disini jadi tenang ya Sayang, Aku selalu ada bersama mu" Ucap Daren untuk menenangkan Zara, karena Daren tidak ingin jiwa Psikopat Zara kembali menguasai diri Zara.
Tidak berapa lama kemudian, datanglah seorang laki-laki paruh baya bersama seorang perempuan yang semuran mendekat ke arah mereka.
"Selamat datang tuan Bara, Apa kabarnya" Ucap Laki laki paruh baya tersebut.
"Saya sangat baik tuan Maxsim Aliska" Jawab Bara
"Tidak seperti biasanya tuan Bara yang super sibuk bisa berkunjung ke kediaman ini"ucap Maxsim
"Maaf karena Saya sudah tidak pernah lagi berkunjung ke sini setelah kepergian Zahra, dan untuk kedatangan kami ingin memberitahu bahwa putri dari Zahra ada bersama Saya" Ucap Bara
__ADS_1
Mendengar penuturan dari Bara, Maxsim dan istrinya saling berpandangan dan akhirnya Maxsim membuka suara.
"Apa benar Bara Cucu ku bersama dengan mu?" Tanya Maxsim
Mendengar ucapan dari Maxsim mengatakan Cucu berarti mereka mengakui bahwa Zara sebagai bagian dari keluarga Aliska.
"Sayang perkenalkan dirimu" Ucap Bara pada Zara dan tersenyum padanya
Zara yang mengerti permintaan dari Bara langsung berkata.
"Maaf sebelumnya perkenalkan Saya Zara Aliska Putri kandung dari Zahra Aliska" Ucap Zara sedikit dengan nada gemetar
Kedua pasang Suami istri tersebut langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju Zara, ketika mereka berdua sampai di depan Zara langsung memeluk Zara dengan erat.
"Sayang, Cucu ku, ini Opa Sayang Opa Maxsim, dan ini Oma Reina" Ucap Maxsim
Zara menitikkan air mata mendengar ucapan dari mulut Maxsim mengatakan bahwa mereka adalah Opa dan Oma nya Ara.
"Terimakasih Opa, Oma sudah mau menerima Ara" Ucap Zara
Kini Maxsim dan Reina sudah melepaskan pelukannya pada Zara.
"Sayang, sekarang kamu sudah umur berapa dan kenapa bisa bersama dengan keluarga Suarez?" Tanya Maxsim
"Opa, Ara sudah berumur 20 tahun, dan Ara kenal dengan keluarga Suarez berawal dari Ara menyelamatkan Daren" Jelas Zara.
"Sekarang kamu kuliah atau bagaimana Sayang?" Tanya Maxsim
"Ara sebenarnya sudah menyelesaikan S3 Ara, tapi karena Ara ingin memiliki teman jadi Ara kembali Kuliah di negara A"
"Sayang, maafkan Opa dan Oma sudah membuat mu menderita selama ini, jika Mama mu tidak di perdaya oleh David bajingan itu tidak menjadi seperti ini" Ucap Maxsim
"Tidak apa-apa Opa, Oma. Papa juga sudah menyelasi perbuatannya"
"Terus sekarang kamu tinggal di mana?, atau bersama dengan Daren?"
"Tidak Opa, Oma Zara memiliki mension sendiri jadi Zara tinggal di sana bersama kakak angkat Ara"
"Tapi Opa ingin kamu tinggal bersama dengan kami sayang, menurut mu bagaimana?".
"Untuk itu, Ara sebenarnya sangat ingin tinggal bersama Opa dan Oma tapi Ara tidak bisa meninggalkan anak buah Ara dan juga perusahaan yang Ara bangun"
"Kamu memiliki perusahaan Sayang?" Tanya Maxsim tidak percaya
"Iya Opa, Ara memiliki perusahaan yang bergerak di bidang IT yang bernama Ara Campeny"
"Kamu memang keturunan dari keluarga Aliska" Ucap Maxsim bangga.
__ADS_1
Setelah selesai perbincangan hangat, Zara sangat bahagia mengetahui jika Zara di sambut baik oleh Opa dan Oma nya. Karena Reina menyuruh Zara untuk tidur di sana jadi malam ini Zara menginap di kediaman Aliska, awalnya Daren bersikeras untuk menginap bersama Zara, cuma Bara menentang nya karena mereka belum menikah jadi Zara menginap sendiri di kediaman Aliska.
Sedangkan keluarga Suarez langsung pulang ke mension mereka.