Putri Cupu

Putri Cupu
13


__ADS_3

'Hangat banget pagi ini' batin Lionder setelah terbangun dari tidurnya, tapi dia masih enggan membuka matanya. Dia memeluk erat guling kesayangannya.


'Ko guling gue berbentuk gini? empuknya beda?' batinnya lagi dengan alis mengkerut, tangannya terus meraba hingga keatas.


'Lah ko kaya Human, tapi kan gue tidur sendiri, masa setan?!' dengan cepat dia membuka kedua matanya dan berteriak histeris.


"Yakkk! Breng**k! ngapain Lo tidur di kamar gue?!" Sentak Lionder yang langsung berdiri di atas kasur, dia merinding disko setelah mengingat tadi meraba tubuh human didepannya yang sialnya memiliki wajah sama dengannya.


Laonder mengabaikan teriakan kembarannya memilih menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.


"Sial*n tangan Dede ternodai" dramatis Lionder dengan muka sok sedih sambil menendang kaki Laonder dengan sengit.


Teringat oleh sesuatu, Laonder langsung bangun dan berlari mengabaikan rasa pusing di kepalanya karena bangun tiba-tiba meninggalkan Lionder yang kebingungan.


"Mulai gila dah tu anak" gerutu Lionder memasuki toilet untuk menabung.


Sedangkan Laonder menuju kamarnya yang kini ditempati oleh adiknya dan kedua sepupunya.


"Vi bangun!" ucap Laonder setelah mengetuk pintu kamar.


"Sya? Cle? bangun" lanjutnya lagi sambil terus mengetuk pintu.


Lama tidak ada balasan Laonder pergi ke kamar mandi tamu untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah itu dia pergi ke dapur memeriksa stok makanan yang ternyata kosong.


Akhirnya Laonder menggunakan jasa pesan antar untuk membeli sarapan dia dan saudara-saudaranya. Berjalan ke arah ruang tv sambil fokus memainkan ponsel, dia hampir tersandung sesuatu.


Dilihatnya ternyata kaki Cleo yang menjuntai dengan tubuh sandaran pada sofa, Livia dan Tasya juga berada di sana mereka sedang menatap tv yang menayangkan film kartun mengabaikan keberadaannya.


"Kapan kalian bangun?" tanya Laonder.


"Pas Abang ketuk pintu" jawab mereka serentak tanpa menoleh ke arahnya, Laonder hanya bisa menganggukkan kepalanya dan duduk nyelip di antara Livia dan Tasya.


"Bang Aon ih! itu di sana masih kosong" tunjuk Tasya ke sofa single didekat Cleo dengan cemberut.


"Ivi baik-baik aja kan?" tanya Laonder kepada Livia mengabaikan Tasya. Tanpa dia sadari ketiga gadis tersebut menegang sedikit gugup.


"Iya bang" kemarin nggak lanjutnya dalam hati.


"Kenapa akhir-akhir ini suka gak bales chat Abang? kamu tau Abang khawatir untung mami sama papi kabari Abang terus" ucap Laonder.


"Kalo ada apa-apa, Ivi udah janji kan mau bilang sama Abang" lanjutnya.


"Iya bang Aon yang paling ganteng" peluk Livia manja di balas elusan kepala oleh Laonder.


"Oh ****! bang Lo bawa cewe ke apart?!" marah Lionder yang baru datang dari arah belakang mereka.

__ADS_1


Mereka semua pun refleks menoleh kebelakang melihat Lionder.


"Bwahahahaaa!" tawa mereka pun meledak secara bersamaan.


Lionder tentu saja terkejut dengan kedatangan adik kesayangannya dan para sepupunya, tapi baru saja ingin protes mereka justru tertawa lepas.


"Kenapa sih?" kesal Lionder karena kebingungan.


"Abang! Lo keren banget sumpah hahaha" ucap Tasya yang tertawa sambil memegangi perutnya.


Livia yang tidak tega dengan abangnya pun, berusaha menahan tawanya.


"Abang mandi dulu sana atau paling nggak ganti baju" ucap Livia.


"..." Lionder menunduk melihat penampakan dirinya yang masih acak-acakan dengan celana kolor gambar Spongebob dan tanpa atasan. Telinganya memerah sampai ke pipi, dengan cepat dia berlari kembali ke kamarnya.


Mereka yang berada di ruang tv pun kembali tertawa melihat tingkahnya tersebut.


Tak berapa lama sarapan pun datang, mereka makan bersama dengan di iringi candaan ringan dan tentu saja Lionder merupakan tokoh utama dalam candaan tersebut. Lionder yang sudah tampan dengan pakaian santainya hanya bisa merengut kesal.


"Vi, gue kalo lihat Lo makan kaya lagi lihat drama kolosal deh, cara makan Lo anggun banget" ucap Tasya sambil menggigit pizza ditangannya.


"Lah iya dek, biasanya juga bringas kalo depan kita" celetuk Lionder.


"Ih gimana sih? masa jadi lebih baik malah di ejek" ucap Livia ngambek, padahal aslinya jiwa yang menempati tubuh Livia belum bisa menghilangkan kebiasaan tersebut, lagipula makan dengan anggun menurutnya juga lebih baik.


"Nggak ngejek Ivi, tapi kami mengapresiasi iya apresiasi hehe" ucap Tasya cengengesan.


"Bagus dong, Ivi kan memiliki darah bangsawan, kita harus mencontohnya" ucap Cleo yang di angguki semuanya.


Sekolah saat ini sedang libur semester, para murid banyak yang melakukan liburan entah itu bersama keluarga maupun dengan teman-temannya.


Yolla pun tak ketinggalan dengan liburan kali ini, dia pergi bersama Serli dan Jesy ke negeri Sakura, tempat yang sering dia datangi karena keindahan dan kenangannya.


Banyak kenangan yang telah ia ukir di negeri tersebut, tentang bagaimana dia mengagumi seseorang hingga mengikuti jejaknya kemanapun, namun sayangnya dia sampai sekarang masih belum berani mengutarakan hatinya meski tahun demi tahun mulai berlalu.


Meski demikian dia cukup senang karena pria pujaannya hanya dekat dengannya selama ini dan tidak menunjukkan ketertarikannya dengan wanita lain.


Selain itu, hampir seluruh murid SMA Alexander tau jika Yolla dekat dengannya, dan tentu saja tidak ada yang berani menentangnya karena reputasinya sebagai queen bullying sudah melekat di dirinya.


Sebenarnya banyak yang tidak menyukai kedekatan mereka, reputasi jeleknya dianggap tidak cocok dengan reputasi si ketos yang tidak lain adalah Lio.


Mentok-mentok mereka hanya akan bergosip dibelakangnya.


Sedangkan dibelahan bumi lainnya, Livia dan kedua sepupunya sedang asik berkeliling New York. Rencana awal yang hanya akan berlibur 3 harian kini bertambah karena memang liburan semester.

__ADS_1


Mereka benar-benar menikmati liburan mereka mulai dari berbelanja, ke salon kecantikan, berwisata dan juga kulineran. Tak jarang mereka juga mengganggu si twins entah itu di apart maupun menjemput mereka di kampus sehingga menimbulkan kehebohan. Tentu saja hal ini disebabkan oleh paras mereka yang tidak main-main.


"Bagaimana kabarnya hari ini?" tanya seorang pria yang sedang duduk di balik meja kerjanya sambil membaca berkas-berkas dihadapannya.


"Hari ini sepertinya mereka akan pergi ke pasar malam tuan" jawab asistennya yang berdiri dihadapannya dengan tubuh tegap dan ekspresi datar, sama seperti atasannya.


"Pasar malam? hmm tempat yang ramai"


"Benar tuan"


"Awasi dia terus jangan sampai kau lengah, saya tidak ingin kejadian sebelumnya terulang lagi" ucap atasannya dingin dengan lirikan mata tajam.


"Baik tuan"


"Hmm, bagaimana dengan yang saya perintahkan sebelumnya?"


"Sudah disiapkan tuan"


"Nyonya besar juga meminta saya menyampaikan pesannya, Ehem! 'Jika kau tidak Pulang maupun mengangkat panggilanku, gadismu akan kuberikan pada pria lain!' selain itu beliau juga marah karena tuan tidak mengunjungi nona secara pribadi apalagi saat nona mengalami kecelakaan" jelas asistennya panjang lebar dengan ucapan nyonya besar yang dipraktekkan juga.


"Biarkan saja" jawab dingin atasannya namun dengan tangan yang mengepal erat.


"Hei kau yakin? gadismu akan diberikan mommy pada pria lain! Bagaimana kalau ternyata mommy menjodohkannya denganku?" goda asistennya, hilang sudah sikap formalnya. Sebenarnya mereka memang telah bersahabat dari SMA jadi mereka sudah seperti keluarga. Namum Pria dihadapannya tidak menjawab apapun dan hanya meliriknya tajam.


"Jika kau tidak ingin gadismu direbut orang lain segeralah hubungi dia, lagian kenapa juga kau mengunjunginya hanya saat dia terlelap pastinya dia tidak akan tau kalo kau datang dan kenapa juga harus di sembunyikan? membuat orang salah paham saja, apalagi sekarang dia hilang ingatan selamat kau benar-benar telah dilupakan" omel asistennya.


"Diam kau jones! nanti ku urus sendiri! keluar dari ruangan ku!" kesal si atasan.


"Ya ya ya yang otw jadi jones" sahut si asisten sembari kabur dari ruangan tersebut.


"Sial*n kau!" kesalnya melempar pena ke arah pintu yang sudah tertutup rapat.


Pria tersebut melirik lembaran foto-foto yang sudah tercetak rapi di atas mejanya, menatap hangat setiap lembarannya.


"I miss you so much, but-" desahnya menatap lekat foto gadis ditangannya.


"Aku akan segera menjemputmu sweetheart, ku mohon jangan tergoda dengan lelaki lain" ucapnya lembut masih menatap foto tersebut.


"Tapi lebih dari apapun, tolong jangan terluka lagi, aku tak ingin kehilangan dirimu" ucapnya sendu sembari mengusap foto tersebut.


_____


...TBC...


...11 April 2022...

__ADS_1


__ADS_2