Putri Cupu

Putri Cupu
24


__ADS_3

Livia dan Rafka tampak fokus dengan botol-botol kaca yang berisi berbagai macam cairan. Mereka tampak sedang melakukan tugas masing-masing dengan baik.


Hingga beberapa jam kemudian Livia berteriak histeris menghampiri Rafka.


"Bang berhasil!" Livia begitu semangat hingga mengguncang tubuh Rafka.


"Stop!" Ucap Rafka menekan bahu Livia karena merasa pusing.


"Udah berhasil?" tanyanya antusias yang dibalas anggukan cepat Livia, sangat menggemaskan.


"Mau injeksi kapan?" tanya Rafka lembut dengan raut bangga menatap Livia.


"Besok aja deh, udah jam 7 malam Ivi laper" ucap Livia menatap jam dipergelangan tangannya.


"Ya udah ayo bersiap kita cari makan terus pulang"


"Oke" Livia berlari ke ruangan atas memasuki kamar miliknya diikuti Rafka.


Livia dan Rafka memilih makan di restoran yang cukup ramai karena terkenal dengan sate ayam nya yang enak. Mereka menikmati makan malamnya dengan disertai obrolan ringan.


Saat kembali ke rumah ternyata kedua orang tuanya baru saja pergi ke kota Y karena kakeknya mengalami kecelakaan.


Livia memeriksa ponselnya yang ternyata kehabisan baterai, dia pun memilih menggunakan telvon rumah untuk menghubungi maminya.


"Halo mi, ini Ivi"


"..."


"Iya Ivi baru aja pulang diantar bang Rafka"


"..."


"Ivi nyusul ya"


"..."


"Tapi Ivi pengen ketemu nenek sama kakek mi"


"..."


"Huft, iya udah nanti kabarin Ivi ya"


"..."


"Iya, mami sama papi juga hati2"


Livia mengakhiri panggilannya, padahal dia ingin menyusul orang tuanya tapi dilarang karena harus sekolah dulu, Lagian kakeknya hanya mengalami luka kecil, maminya meminta Livia menyusul pada hari pekan nanti.


.......


.......


.......


Baru saja membuka pintu kamar, Livia sudah dibuat terkejut karena melihat Xander yang tengah tertidur pulas di atas ranjangnya tanpa menggunakan atasan dan hanya mengenakan celana panjang kerjanya.


"Sejak kapan dia disini? ko bibi gak ngasih tau ya" gumam Livia.


Livia memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, berendam sejenak untuk merilekskan otot-ototnya.

__ADS_1


"Astaga aku lupa bawa baju ganti" gerutu Livia yang masih berada di dalam kamar mandinya, dia hanya mengenakan handuk kimono tipis dengan rambut yang dibalut dengan handuk.


"Xander masih tidur kan?" gumamnya, dia membuka pintu kamar mandi pelan menjulurkan kepalanya mengintip Xander yang masih terpejam.


Dia melangkah pelan menuju Walk in closet sambil memegang erat bagian depan kimononya.


"Kau sangat seksi princess" puji suara serak dibelakang Livia, baru saja ingin berlari Xander sudah memeluknya erat dari belakang.


"Wanginya" ucap Xander di cekukan leher Livia menghirup aroma tubuhnya, seketika tubuh Livia merinding merasakan hembusan nafas Xander apalagi dengan sengaja bibirnya menyentuh permukaan kulitnya saat berbicara.


"X lepas"


"Kenapa?"


"Aku pakai baju dulu" ucap Livia pelan menahan malu meski wajahnya sudah memerah.


"Hmm?" gumam Xander memutar tubuh Livia menghadap kearahnya hingga tanpa sengaja kimono bagian depannya sedikit terbuka.


"Sangat cantik" puji Xander mengelus pipi Livia lembut, wajah Livia semakin memerah hingga telinga apalagi saat kulit tangannya bersentuhan langsung dengan kulit Xander karena tidak mengenakan baju, Xander terkekeh geli melihatnya, Xander menunduk melihat penampakan gundukan gunung yang mengintip malu-malu.


"Cup! Cepat pakai bajumu sebelum ku makan" ucap Xander mengecup ujung bibir Livia yang terluka, dia tak ingin pikiran kotornya menguasai otaknya dan membuatnya hilang kendali.


Tanpa mengucapkan apapun Livia berlari memasuki walk in closet, Xander tersenyum geli melihat tingkah malu-malu gadisnya.


"Menggemaskan sekali" gumamnya.


Tak berapa lama Livia keluar dengan mengenakan piyama panjang berwarna abu-abu, dia menghampiri Xander yang bersandar di kasurnya sedang menatapnya dengan senyuman tipis.


"Ada apa?" tanya Livia yang di duduk di tepi kasur.


Xander mengangkatnya dengan mudah dan mendudukkannya di atas pangkuannya.


"Bagaimana keadaan mu?" tanya Xander lembut masih memegang pinggang Livia.


"Bisakah kau jangan terlalu menggemaskan? Aku bisa tidak bisa menahannya" ucap Xander mengecup kening Livia.


"Bagaimana caranya?" tanya Livia bingung sambil berkedip menatapnya, Xander tertawa dengan kepolosan Livia, dia mengelus pipi Livia.


"Keringkan dulu rambutmu" ucap Xander berdiri dengan Livia masih digendongannya, Livia pun refleks mengalungkan tangannya ke leher Xander hingga hangat tubuh Xander begitu terasa ditubuhnya, Xander melangkah menuju meja rias duduk santai masih dengan Livia yang berada di pangkuannya.


Mengambil hairdryer Xander melepas handuk di kepala Livia, mulai mengeringkannya dengan perlahan, Xander tampak sangat fokus pada kegiatannya.


Livia menatap dalam mata biru ocean Xander sambil mengelus belakang lehernya.


"Kau tampan" puji Livia dengan senyuman manis.


"Benarkah?" tanya Xander dengan menahan senyum senangnya, Livia mengangguk pelan.


"Dan si tampan ini milikmu princess" ucap Xander mengecup pipi Livia yang memerah.


Setelah rambut Livia kering, Xander kembali membawa Livia ke atas ranjang, merebahkannya dengan perlahan dan ikut berbaring disampingnya memeluk Livia erat.


"Aku akan keluar negeri untuk beberapa hari" ucap Xander memecah keheningan.


"Berangkat kapan?"


"Besok"


"Sama siapa?" tanya Livia.

__ADS_1


"Sama Rico"


"Lamakah?"


"Nggak"


"Baiklah" ucap Livia mengeratkan pelukannya, Xander tersenyum dengan respon Livia, meski tidak mengatakan langsung tapi dia sadar jika gadisnya berat hati melepasnya.


"Aku akan segera kembali untukmu" gumam Xander mengecup kening Livia sambil mengelus rambutnya. Perlahan nafas Livia menjadi teratur pertanda dia telah terlelap kemudian di susul oleh Xander.


Pagi tiba Livia menggeliatkan tubuhnya, melihat jam yang ternyata sudah jam setengah 7 pagi, dia melirik ke samping namun tidak ada siapapun.


Livia bangkit memeriksa kamar mandi yang ternyata kosong.


"Mandi dulu deh" gumam Livia.


Saat tiba di ruang makan dengan penampilan rapinya, Livia tak menemukan siapapun.


"Bi!" panggil Livia kearah dapur.


"Iya non, ada apa?"


"Xander udah pergi ya?"


"Tuan pergi tadi pagi jam 5 subuh non, tuan berpesan agar nona menghabiskan sarapannya, oh iya itu sarapannya yg buat tuan nona" jelas bibi.


"Makasih ya bi" ucap Livia tak bersemangat karena Xander pergi tanpa berpamitan.


Melihat ke meja makan terdapat sandwich dan juga susu coklat kesukaannya.


Livia akhirnya makan sambil memeriksa ponselnya, ternyata ada pesan suara masuk dari Xander.


From: X


"Selamat pagi princess, maaf ya aku pergi tanpa berpamitan, aku tak tega membangunkan mu yang tertidur sangat nyenyak seperti bayi"


"Jangan nakal ya, habiskan sarapannya aku sudah menyiapkan spesial untuk gadisku, jangan lupa minum obatnya, sampai jumpa lagi"


Tanpa sadar air mata Livia mengalir, entah mengapa dia merasa sangat sedih dan khawatir.


^^^To: X^^^


^^^Jahat!^^^


Cukup lama menunggu tapi tidak kunjung ada balasan dari Xander, dengan kesal Livia menghentakkan kakinya mengambil tasnya dan berangkat ke sekolah menaiki taksi.


.......


Di sekolah Yolla tampak berjalan cepat menghampiri Livia dan menariknya tiba-tiba padahal Livia baru saja tiba dikelasnya dan hendak mendudukkan diri.


"Dasar jala*g! setelah menggoda Chiko dan mendapatkannya lo campakkan dia gitu aja?! dasar murah*n! Lo tau gara-gara Lo Chiko sakit jala*g!" teriak Yolla memaki Livia sambil menjambak nya kuat, Livia diam tidak bergerak sedikitpun.


"Plak!" tampar Yolla hingga Livia terhuyung mundur.


Livia mengusap bibirnya pelan hingga darah mengenai tangannya, tampak luka yang baru kering kembali terbuka.


"Sial*n!" maki Livia yang langsung menerjang ke arah Yolla, menghajarnya membabi-buta melampiaskan emosi yang sedari tadi sudah dipendamnya.


____

__ADS_1


...TBC...


...24 April 2022...


__ADS_2