Putri Cupu

Putri Cupu
10


__ADS_3

"Pokoknya sekarang Ivi gak boleh bawa mobil lagi" tegas mami Adel.


"Ko gitu si mi" keluh Livia.


"Princess dengerin mami ya" bujuk papi Vicko.


"Kalo gitu Ivi mau motor" putus Livia kemudian memejamkan matanya.


"No!! kamu kecelakaan karena naik motor sayang" ucap mami.


"-" tidak ada jawaban, mami Adel melirik papi putus asa.


"Udahlah mi, mulai sekarang papi bakal kirim orang buat awasin princess" ucap papi mengelus pundak mami menenangkan.


"Pi, Ivi gak suka diawasin" ucap Livia masih terpejam.


"Princess ini demi kebaikan kamu jadi kamu harus patuh" ucap papi tegas, Livia pun menghela nafasnya tidak lagi membantah.


Melihat Livia yang hanya diam orang tuanya pun membiarkan nya agar dia bisa beristirahat dengan tenang.


Papi Vicko pamit kepada mami untuk kembali ke kantor karena ada rapat penting yang harus dihadiri nya. Setelah papi pergi, mami mengistirahatkan tubuhnya di sofa karena kurang tidur akibat kejadian tadi malam.


Perlahan Livia membuka matanya, saat ini otaknya benar-benar penuh dengan banyak hal, banyak yang dia pikirkan terutama tentang Chiko.


Chiko sudah melihatnya mengendarai mobil sport miliknya, padahal sebelumnya dia selalu berhasil menghindari teman-temannya, selain itu dia harus mengganti motor sport miliknya.


'Apa ini saatnya gue buka kartu' batinnya.


'Nggak gue harus pikirin cara lain' lanjutnya.


'Gue harus fokus ke hama sia**n, berani banget ngusik gue'


'Eh, pesan sebelumnya apakah ada seseorang yang mengetahui sesuatu' Livia mengerutkan keningnya.


'Menarik' seringainya tiba-tiba.


Disisi lain Chiko baru terbangun saat sebelumnya seorang dokter membantunya membalut luka di sikunya yang baru dia lihat tadi malam.


"Sia**n! gue ketiduran" makinya kemudian mencabut infus ditangan dan melompat turun dari brankar.


Chiko berlari ke ruangan milik Livia, membuka pintunya buru-buru tanpa mengetuknya, namun nihil ruangan tersebut kosong.


"Apa gue salah kamar?" gumamnya, dia kembali keluar kamar melihat nomor ruangannya.


"Bener ko" ucapnya pelan, tidak putus asa dia berlari ke bagian perawat untuk menanyakan ruangan Livia.


"Misi sus mau tanya, temen saya yang Dateng bareng saya kemarin ruangannya dipindah kemana ya?" tanya Chiko.


"Namanya Livia" lanjutnya lagi.


"Maaf dek Pasien sudah dibawa pergi oleh keluarganya tadi malam" jawab si suster malu-malu karena melihat Chiko sangat tampan meski penampilannya sedikit berantakan.


Chiko pun pergi meninggalkan rumah sakit dan hendak menghubungi temannya tapi sayang hpnya lowbet, akhirnya dengan terpaksa dia kembali ke rumahnya menaiki taksi.


.......


.......

__ADS_1


.......


Livia tampak sibuk memainkan laptopnya di atas kasur busa dengan nyaman, tidak lupa mulutnya terus mengunyah anggur yang siap sedia di atas meja samping kasurnya.


Saat ini dia sedang sendirian di kamar VVIP karena maminya yang memeriksa butik dan papinya yang masih di kantor. Sebenarnya mereka enggan meninggalkan Livia sendirian di rumah sakit tapi Livia bersikeras bahwa dia baik-baik saja.


Semua lukanya mengering dengan cepat kecuali luka jahitan yang berada di keningnya, rencananya setelah ini dia akan menjalani operasi plastik di luar negeri untuk menghilangkan bekas lukanya.


Awalnya Livia menolak tapi karena maminya yang terus menangis dan mengancamnya untuk menghubungi para abangnya akhirnya dia menurut saja.


Ayahnya sudah menghubungi paman untuk memintanya izin sakit ke sekolah sampai dia sembuh nanti, benar-benar sembuh seperti sedia kala.


Livia santai saja di suruh libur lagian dia memiliki hal yang harus dikerjakan. Jari tangannya terus bergerak cepat di keyboard laptop. Tampak banyak data-data yang berjalan dengan cepat.


Dia sedang melacak nomor telepon yang memberikan peringatan sebelum insiden mobilnya meledak dan juga meretas CCTV di sekitar cafe dan tempat kejadian.


Banyak hal yang sudah di temukan nya dan beberapa membuat nya cukup terkejut dan juga penasaran.


"Gue gak bakal minta pertanggungjawaban kalian sekarang, tapi nanti secara kontan beserta bunganya" ucap Livia dingin dengan seringai lebar.


"Gue masih penasaran apa motif Lo? dan siapa saja dibalik Lo? jadi gue bakal tunggu apa aja yang bakal Lo lakuin" lanjutnya lagi seraya meminum jus jeruk peras.


Livia dari awal memainkan laptop sudah tertarik dengan dunia hacker, dia mengikuti banyak pelatihan online hingga menjadi sehebat sekarang, bahkan di dunia per hackeran dia cukup terkenal dengan Id 'AL'.


Selesai bermain dengan laptop Livia menyandarkan tubuhnya pada bantal yang sudah tersusun rapi di punggungnya. Dia memeriksa akun sosmed miliknya yang asli dan si cupu, tentu saja notifikasi menumpuk memenuhi Akun aslinya.


Livia dengan akun aslinya memposting foto jendela kamar tempatnya di rawat dengan cahaya senja.


@L.Via



51k comment


Tunggu aku (◠‿◕)


@Clee_ Where are you?


@Tsyaaa Angkat telvon gue sia**n!


@Lvia_lovers Kakak cantik kami akan selalu menunggumu 😘


@pengiri1 Sok iya aja


@pengiri2 tunggu di hotel?


@Eross Oke sayang


@ken tag @Eross jijik!


@Livia.Fanbase siap kakak cantik ☺️


@Chi_ko tag @ken @Eross nyasar?


@Eross tag @Chi_ko @ken @Bryan @Rfka @Fn kenalin cewe gue @L.Via


@Bryan tag @Eross Mimpi?

__ADS_1


@Fn tag @Eross 🤨


@Rfka tag @Eross 10 menit gak nyampe pintu dikunci


@Chi_ko tag @Eross 5 menit gak nyampe traktir seminggu


@Ken tag @Eross gue suaminya


Melihat kolom komentar yang begitu ramai, Livia akhirnya melemparkan ponselnya disisinya dan membuka laptop untuk melakukan video call dengan para sepupu bawelnya.


Baru deringan pertama panggilan sudah di angkat, tampak dalam layar laptop kedua sepupunya sedang heboh entah berdebat tentang apa.


"Ivii! jidat Lo kenapa di bungkus!" histeris Tasya.


"Jangan bilang Lo kecelakaan lagi dan gak ngabarin kita" ucap Cleo datar dengan jidat mengkerut.


"Hehe iya ini baru mau bilang" cengir Livia.


"Kenapa sih Lo di sana sial Mulu! mending Lo pindah sini deh" sewot Tasya.


"Kapan Lo kecelakaan?" tanya Cleo.


"Lusa kemarin" jawab Livia.


"Parah nggak? jangan bilang Lo lupa ingatan lagi kan gak seru kalo Lo lupain kita lagi terus kita kenalan lagi" cerocos Tasya, Cleo tampak duduk pasrah disampingnya mendengar suara toa Tasya.


"Nggak ko, gue baik-baik aja tapi kayaknya gue bakal ke negara k buat operasi ngilangin bekas lukanya" ucap Livia.


"Kapan? gue mau ikutan" tanya Tasya yang diangguki Cleo.


"Gak tau gue sih ngikut mami papi aja" jawab Livia.


"Btw kenapa Lo bisa kecelakaan?" tanya Cleo.


"Gue kecelakaan pas naik motor itupun gara-gara mobil gue meledak" ucap santai Livia.


"Meledak?!" tanya Tasya dan Cleo bersamaan, Livia mengangguk.


"Ko bisa?!" lanjut mereka.


"Awalnya gue lagi nongki sama temen pas balik mobil gue macet taunya bahan bakarnya bocor untung ada temen gue lewat bantuin, hampir aja gue hancur ikutan meledak" jelas Livia panjang lebar.


"ko bisa bocor si? gue curiga ada sesuatu" ucap Tasya dengan ekspresi seriusnya.


"Iya dan gue lagi cari tau dalangnya, soalnya sebelum kejadian gue udah dapat peringatan" ucap Livia.


"Ini bukan hal yang main-main lagi, Lo harus bilang ke mami papi" ucap Cleo.


"Nanti gue bilang, gue masih ngurus kesembuhan gue dulu, nanti gue kabarin kalo udah mau otw ke negara k" ucap Livia.


"Kalo Lo butuh sesuatu hubungi kita kapanpun" ucap Cleo, Livia mengangguk.


"Okedeh Lo istirahat sana" ucap Tasya diangguki Cleo dan Livia, akhirnya panggilan video pun berakhir. Livia merapikan laptopnya dan merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.


_____


...TBC...

__ADS_1


...07 April 2022...


Foto by Pinterest


__ADS_2