Putri Cupu

Putri Cupu
5


__ADS_3

"Crack!"


"Mengusik orang lain mungkin menyenangkan bagi manusia tidak berguna seperti kalian, tapi kalian salah karena mengusik seseorang yang paling benci ketenangannya diganggu" ucap Livia dingin dengan ekspresi datar sambil mengusap tangannya menggunakan tisu basah yang dia ambil dari sakunya.


Semua orang yang ada di sana diam mematung, sangat hening, mereka sangat terkejut dengan aksi yang dilakukan oleh Livia sebelumnya.


"Hari ini aku mengampuni kalian, tidak tau besok" ucap Livia.


"Tolong minggir" lanjutnya dengan tatapan tajam.


Para murid yang mengerumun membuka jalan untuk Livia. Dengan langkah tegas namun anggun Livia meninggalkan kantin.


"Bruk!" Serli jatuh terduduk dilantai memegang tangannya.


"Ja-jariku hampir terputus" ucap Serli bergetar.


Niki menatap meja yang terdapat sendok garpu tertancap hingga patah.


Sedangkan Jesy masih syok menyaksikan adegan dimana Livia menarik tangan Serli ke meja dan menancapkan sendok garpu disela jarinya.


"Anjir! Sampe lupa nafas gue"


"Sama, kaget banget"


"Kirain tadi nancep beneran, ngeri"


"Gak nyangka dia berani ngelawan"


"Gila! Keren banget!"


Jauh diujung ruangan segerombolan murid laki-laki menyaksikan semua adegan tadi.


"seriusan tadi si cupu yang dulu?!" ucap Eros heboh.


"Berbulan-bulan menghilang udah berubah banget" sahut Kenan.


Sedangkan yang lainnya masih diam dengan pikiran masing-masing.


Mereka merupakan geng populer di sekolah tersebut, meski berpenampilan urakan mereka berprestasi dalam bidang masing-masing.


Chiko si dingin tapi kadang humble, memiliki prestasi dalam bidang otomotif, menjadi pimpinan geng tersebut, dan merupakan putra tunggal pemilik perusahaan otomotif nomor 1 di negara I, serta memiliki banyak penggemar.


Fian si dingin nomor 1 tak tersentuh, sangat irit bicara, berprestasi dalam bidang IT, keluarganya juga pemilik perusahaan IT nomor 1 di negara I.


Rafka si dingin dan benar-benar cuek dengan sekitarnya, berprestasi dalam bidang kesehatan, keluarganya memiliki rumah sakit terbesar di negara I dengan cabang dimana-mana.


Bryan si cuek bermulut cabe, merupakan model terkenal di Asia, keluarganya memiliki perusahaan Entertainment. Penggemarnya sangat banyak hingga manca negara.


Eros si mulut ember sangat cerewet, berprestasi dalam bidang olahraga dan merupakan ketua Ekskul basket.


Kenan si petakilan suka menjaili Eros, atlet MotoGP termuda. Keluarganya rata-rata memang berkarir di bidang tersebut.


_____


Di toilet Livia mengusap bajunya dengan kesal, dia menatap cermin didepannya, melihat pantulan dirinya sendiri.


"Apa selama ini kamu mengalami ini?" ucapnya pelan, seolah dia sedang berbicara pada pantulan dirinya.


Tersenyum masam dia merapikan pakaiannya.


"Setidaknya tidak terlalu kelihatan" gumamnya menatap noda bekas nasi goreng di bajunya. Setelah selesai dia kembali ke kelasnya.


"Dert! Dert!" suara getaran ponsel. Livia mengambil ponsel di sakunya memeriksa pesan yang masuk.


From: Bunglon

__ADS_1


Are you okay?


^^^To: Bunglon^^^


^^^I'm fine^^^


Melihat tidak ada balasan Livia kembali menyimpan ponselnya, dia mengambil salah satu buku di dalam tasnya dan mulai membacanya hingga bell masuk berbunyi.


Sepulang sekolah Livia berjalan kaki menuju halte bus, sebenarnya orang tuanya sudah memaksanya untuk diantar jemput oleh supir, namun Livia menolak dan hanya mau diantar tadi pagi saja.


Sedang asik memainkan ponsel, murid-murid yang juga berada di halte tersebut mulai heboh. Jiwa kepo Livia pun muncul, dia ikut berdiri melihat ke arah kerumunan. Ternyata geng motor sport hendak melewati area tersebut.


Livia menatap tajam ke arah para pengendara motor tersebut.


"Seragam sekolah ini" gumam Livia.


"Tapi kenapa sepertinya dibelakang mereka seragamnya berbeda" lanjutnya lagi.


"Gila! jangan-jangan mau tawuran tuh!" ucap salah satu murid laki-laki di dekat Livia.


"OMG! keren-keren banget!" ucap seorang siswi.


"Iya ihh, itu kak Chiko damage banget"


"Itu SMA Nusa kan?"


"Iya, tapi gak biasanya mereka datang ke lingkungan sekolah"


"Mungkin mereka mau balapan!"


"Kalo balapan, gue harus nonton nih, mau nyemangatin ayank Kenan"


Pembicaraan mereka terus berlanjut, merasa tidak ada yang menarik dan penting lagi, Livia mendudukkan dirinya di kursi halte paling ujung.


"Ck! berisik banget" gumam Livia.


"Cari cemilan aja deh" lanjutnya, dia memang sedikit lapar karena tadi baru makan sedikit.


Dengan jengah Livia berdiri meninggalkan halte, melihat-lihat kedai yang mungkin ada disekitar sana, terus berjalan dia melihat ke arah taman, di sana banyak pedagang makanan dan juga minuman.


Namun sial menghampiri nya, taman terletak di seberang jalan, Livia terlalu malas jika harus menyeberang, apalagi jalannya sangat lebar.


"Males banget nyebrang, apa lanjut jalan aja ya?" ucapnya pelan.


"Tapi kan laper pengen siomay itu" ucapnya nanar menatap pedagang siomay.


Menoleh ke arah jalanan, dia melihat rombongan anak motor tadi masih cukup jauh.


"Motor doang mahal, tapi naiknya kaya siput, kelihatan banget lagi caper" gumamnya.


Akhirnya Livia memilih menyeberangi jalan, dengan was-was dia terus menoleh ke arah kanan dan kiri, dia cukup trauma mengingat kecelakaan Livia dulu.


Baru saja dia sampe diseberang jalan, para anak motor melewati nya. Livia tentu saja tidak peduli. Dia justru berlari ke arah pedagang siomay.


Setelah membeli siomay dan jus jeruk peras, Livia duduk di kursi panjang tidak jauh dari para pedagang tersebut. Siapa tau nanti dia pengen cemilan yang lain.


"Enak banget! bang Aon sama bang Ion harus coba nih" ucapnya pelan dengan mulut penuh siomay, matanya berbinar-binar dengan senyuman lebar menghiasi wajahnya, menunjukkan jika dia sangat menyukai makanan tersebut.


Sebelumnya dia memang pernah mencoba makan Siomay dan beberapa makanan lainnya tapi yang dijual di cafe bukan pinggir jalan seperti ini dan ternyata rasanya jauh lebih nikmat.


Ternyata satu porsi masih kurang untuk Livia, entah dia lapar atau doyan, dengan langkah ceria dia menghampiri Abang siomay itu dan memesan 5 porsi sekaligus untuk dibawa pulang.


Sebenarnya dia masih ingin disini, tapi dia ingat sudah berjanji dengan mominya untuk menemaninya pergi ke mall.


Setelah memperoleh apa yang dia inginkan Livia meninggalkan taman dengan menaiki taksi.

__ADS_1


_____


"Si cupu rakus juga ternyata" ucap Eros.


"Mungkin dia lapar" ucap Kenan sambil memasukkan pentol ke dalam mulutnya.


"Lebih kaya orang gak pernah makan sih" sewot Bryan.


"Jangan buang sampah sembarangan" ucap Rafka dingin kepada Eros yang melempar kulit kacang ke arah lapangan.


"Hehe santuy bro" ucap Eros sambil menendang kulit kacang tersebut menjauhi area lapangan.


Saat ini Chiko CS sedang berada di lapangan basket taman tidak jauh dari tempat Livia makan sebelumnya.


Beberapa anak SMA Nusa yang sebelumnya juga tampak disana, Mereka akan mendiskusikan tentang balapan untuk nanti malam.


Jika sebelumnya banyak yang mengira mereka akan tawuran nyatanya hal tersebut tidak benar, anak-anak motor tadi ternyata masih teman geng mereka.


Mereka memilih berkumpul di taman karena ingin sekalian bermain basket sambil makan jajanan disana yang memang terkenal enak-enak.


"Buruan makannya mumpung harinya gak terlalu panas" ucap Fian dengan muka datar sambil memakan sate Lontong nya.


"Mau sambel Lo dong, kayanya enak makan pentol cocol sambel kacang" ucap Kenan sambil menjulurkan pentol yang sudah ditusuk nya ke piring Fian.


"No!" ucap Fian singkat menjauhkan piringnya dari jangkauan Kenan.


"Pelit amat Lo! minta sambelnya doang elah" sewot Kenan. Fian pun melirik tajam ke arah Kenan.


Melihat lirikan tajam Fian akhirnya Kenan menarik tangannya kembali sambil nyengir kuda.


"Ampun pak, hehe" ucap Kenan menjauh.


"Udah tau Fian gak suka makanannya disentuh orang lain masih aja tengil" Ucap Bryan dengan muka songong.


"Ya siapa tau dia hilap, Chik mau sambel Lo dong" ucap Kenan beralih ke Chiko.


"Nih abisin" Chiko memberikan piringnya ke Kenan.


"Sialan! udah abis dikasih ke gue" sewot Kenan.


"Mampus!" hina Eros sambil ngakak, yang lain pun ikut tertawa melihat Kenan yang terzalimi.


_____


"Ivi pulang!" teriak Livia saat tiba di rumahnya.


"Gak usah teriak-teriak sayang nanti tenggorokan kamu sakit!" teriak momi dari arah dapur.


"momi juga teriak!" ucap Livia mendatangi sang momi di dapur.


"kan kamu teriak makanya momi teriak juga!" teriak momi lagi.


"Udah jangan teriak momi, Ivi jadi haus"


"Ehem! kamu bawa apa itu sayang?" tanya momi sambil memberikan gelas berisi air putih ke Livia.


"Siomay mom, ini enak banget, lebih enak dari yang Ivi beli sama Abang" Jawab Ivi ceria, dengan cepat dia membuka bungkusnya memindahkan ke dalam piring dan menikmatinya dengan momi.


Setelah selesai makan mereka bersiap pergi ke mall untuk belanja, karena salah satu sepupunya baru kembali dari London dan akan merayakan pesta ulang tahunnya.


______


...TBC...


...26 Maret 2022...

__ADS_1


__ADS_2