Putri Cupu

Putri Cupu
18


__ADS_3

Jam istirahat tiba, tapi Livia memilih pergi ke taman belakang gedung olahraga, duduk dibawah pohon mangga yang rindang dengan pemandangan danau dengan air cukup jernih didepannya.


Dia menemukan tempat ini tak sengaja ketika sedang membolos, Tempat yang akan menjadi tempat persembunyiannya.


"Demamnya naik lagi" ucap Livia ketika mengusap keningnya, dia mengambil sesuatu dari balik sakunya, dompet kecil lucu berwarna abu, Dia mengeluarkan suntikan kecil berisi cairan bening dan menyuntikkannya ke lengan dengan santai.


"Kenapa hidupmu penuh drama Livia? Ada berapa misteri dan rahasia yang harus aku pecahkan?" gumamnya pelan menyandarkan tubuhnya pada pohon mangga yang membuatnya tak terlihat dari balik pohon.


"Dert! dert!" getar hp Livia, dia pun memeriksanya.


From: White


Selamat siang Nona, seseorang yang mengirimkan misi untuk AL kembali menghubungi untuk meminta kepastian


Livia tidak membalas pesan dari robot white asistennya, dia membuka detail misi yang harus dia lakukan dengan penawaran bonus 1 Miliar dolar.


"Dia meminta ku untuk membobol rahasia bisnis ilegal milik mafia Snake yang menduduki posisi ke-5 di dunia" ucap Livia pelan.


"Menarik, sepertinya pihak intelijen sudah menyerah" seringai Livia, tentu dia tau tentang permasalahan kelompok dunia bawah karena dia merupakan hacker Al, hacker yang jarang muncul tapi sekali muncul dapat menggemparkan dunia IT.


Dia terkadang memang menerima tawaran misi seperti ini, tapi dia selalu menolak misi dengan tujuan kejahatan karena dia selalu menangkap penjahat atau mengungkap kejahatan. Bahkan beberapa negara sering menggunakan jasanya.


^^^To: White^^^


^^^Aku mau bonus 5x lipat maka nanti malam semuanya akan selesai^^^


Setelah memastikan keadaannya kembali seperti semula Livia beranjak kembali ke kelasnya.


"Lo dari mana aja? tadi si kak Chiko nyariin Lo" ucap Gina ketika Livia memasuki kelas.


"Ada apa?" tanya Livia.


"Gak tau, tadi si kak Lio juga nanyain Lo" jawab Gina.


"Kak Wilo juga nanyain Lo" Sela Arina nimbrung.


"Makasih infonya" ucap Livia yang di angguki Arina dan Gina.


.......


Sepulang sekolah Livia duduk di halte menunggu bis yang mengarah ke rumahnya, dia bermain game di ponselnya sambil menunggu.


Di sana dia tidak sendiri, banyak murid-murid lain yang juga menunggu bis ada juga yang menunggu jemputan.


"Brum! Brum!" suara bising beberapa motor sport keluar dari area sekolah dan mereka berhenti di depan halte.


Livia yang merasa terganggu pun mendongakkan kepalanya.


'Chiko' batin Livia setelah melihat motor sport berwarna hitam pekat pemberian Livia untuk mengganti motor Chiko.


"Vi! ayo aku anter pulang" panggil Chiko yang masih duduk di atas motornya, tatapan murid-murid pun mulai mengarah kepadanya.


"Ih jelek banget"


"Kak Chiko ko mau sih anterin si cupu"


"Itu si cupu kan?"


"Anj*r si cupu berulah"

__ADS_1


"Fix cari gara-gara"


"Kak Chiko keren banget"


"Yang lain juga keren tau"


"Dasar cupu kegatel*n"


Bisik-bisik yang sangat terdengar jelas di telinga Livia, dia menghela nafasnya pelan.


"Makasih kak, tapi aku nunggu bis aja" ucap sopan Livia.


"Gak papa Via, ayo sini" ucap Chiko, tak ingin menambah kerumunan akhirnya Livia mengalah, dia mendekati motor Chiko.


"Gak ada helmnya kak, aku nunggu bis aja ya" ucap Livia sopan tapi dengan ekspresi datarnya. Tentu saja Livia berbicara sopan karena sedang berada di keramaian.


"Nanti kita beli di depan Cepet naik" ucap Chiko memegang tangan Livia membantunya naik di jok motor.


Dengan terpaksa Livia pun naik dan duduk manis di belakang Chiko.


"Pegangan Vi" Livia memegang pinggiran baju Chiko, padahal niat awalnya dia bakal pegangan sama tas Chiko tapi dia dengan sengaja malah mindahin tasnya ke depan.


Chiko yang tak ingin Livia jatuh pun menarik tangannya agar memeluknya, Livia menolak namun karena Chiko memegang tangannya cukup kuat akhirnya Livia pasrah.


'Dasar modus' batin Livia dan Rafka bersamaan. Sedangkan salah satu teman Chiko mengeratkan genggaman tangannya karena amarah.


Livia minta di turunkan di depan minimarket, Chiko awalnya menolak dan ingin menunggunya tapi Livia sedikit memberi ancaman hingga Chiko pun menurut.


Setelah memastikan Chiko CS pergi, Livia memasuki minimarket dan membeli banyak cemilan dan beberapa keperluannya.


Dari minimarket Livia harus berjalan sekitar 30 menitan menuju rumahnya karena tadi dia sengaja membuat Chiko berputar dan berbeda arah dengan arah rumahnya.


Tapi sebelum itu dia melancarkan aksinya terlebih dahulu sebagai hacker AL karena tadi dia menerima pesan dari white jika permintaannya disetujui.


Tidak sampai satu jam semuanya selesai dan Livia bergegas menggunakan gaun selutut dengan lengan sesiku berwarna hitam dengan sedikit corak biru karena sebelumnya dia hanya mengenakan kimono mandinya. Livia juga mengenakan make up tipis untuk menambah kecantikannya, mengenakan heels berwarna putih dan tas tangan berwarna putih juga, Sangat cantik dan manis.


Setelah memastikan penampilannya sudah oke, Livia pun turun menuju garasi menaiki salah satu koleksi mobil sportnya yang berwarna putih.


Disisi lain, seorang pria tengah memeriksa tabnya setelah menerima email dari seseorang dengan ID: AL. Dia baru saja memperoleh laporan dari misi yang diberikan pada hacker tersebut, tentu dengan bayaran yang sangat mahal.


Padahal sebelumnya dia sudah menggali informasi tersebut berminggu-minggu namun selalu gagal hingga dia memutuskan untuk menyerahkannya kepada hacker itu, dan baru beberapa jam disetujui laporan yang dia cari langsung selesai begitu saja 'sangat hebat' batinnya mengagumi.


Dengan iseng dia melacak sumber email tersebut menggunakan tab yang berubah menjadi laptop.


"Hai mau ngapain?" tanya suara robot yang gambarnya memenuhi layar tabnya, Pria tersebut tersenyum tipis melihat tabnya terkena virus.


"Menarik" ucapnya mematikan tab kemudian pergi keluar.


.......


Melaju cukup kencang membelah jalanan yang cukup ramai, 30 menit kemudian Livia sampai di restoran mewah.


"Selamat datang Nona, Reservasi atas nama siapa?" tanya pelayan restoran ramah.


"Tuan Dyfandra" jawab Livia dengan ekspresi datar.


"Mari saya antar nona" Livia pun berjalan mengikuti langkah pelayan tersebut, mereka menuju area VIP dan masuk disalah satu ruangannya.


"Princess papi sudah datang" ucap papi Vicko menyambut kedatangan Livia.

__ADS_1


"Malam mi pi" ucap Livia memeluk kedua orang tuanya.


"Duduk sayang, kamu apa kabar?" tanya mami.


"Ivi baik-baik aja mi, mami sama papi baik-baik aja kan?" tanya Livia.


"Iya sayang, oh iya ada kejutan untuk kamu" ucap mami.


"Apa mi?" tanya Livia penasaran.


"Kalo di kasih tau bukan kejutan namanya sayang" ucap mami terkekeh, papi mengelus kepala Livia sayang, mereka pun mulai mengobrol santai.


"Maaf saya terlambat" ucap suara laki-laki yang baru saja tiba, Livia dan kedua orang tuanya pun menoleh bersamaan.


"Oh kau sudah datang nak?" sambut mami bersemangat dan langsung menyuruh laki-laki tersebut duduk di samping Livia.


"Bagaimana kabarmu nak" tanya mami.


"Saya baik-baik saja mi" jawab laki-laki di samping Livia.


"Kau tidak ingat dengannya princess?" tanya papi menyadari kebingungan Livia, Livia pun menggelengkan kepalanya.


"Dia Xander dexco Vindzi tunangan kamu sayang" jelas mami, Livia tampak tersentak karena terkejut tapi tidak lama dia bisa menguasai dirinya.


"Sejak kapan Ivi punya tunangan mi?" tanya Livia penasaran karena dia memang tidak memiliki memori apapun tentang Xander.


"Kau sudah bertunangan dengan Xander sejak belum lahir" kekeh mami.


"Maaf ya nak, Ivi tidak bermaksud melupakanmu, ini semua karena kecelakaan" ucap papi Vicko yang menyadari keterdiaman Xander.


"Gak papa Pi, saya paham" jawab Xander, dia menoleh menatap Livia yang duduk di sampingnya dengan tatapan mata tajam dan dalam, Livia tidak tau artinya tapi entah mengapa jantungnya berdetak kencang, ada perasaan senang, sedih, khawatir dan takut menguasai hatinya.


"Saya Xander tunangan kamu, saya harap kamu dapat mengingat saya" ucap Xander dingin dengan suara seraknya namun terdapat keputusasaan dalam suaranya, dia juga mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan ulang.


"Baiklah" jawab Livia membalas uluran tangannya, mereka sedikit tersentak secara bersamaan hingga melepas tautan tangan tersebut.


"Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya" gumam Livia pelan namun masih bisa didengar oleh mereka semua.


"Ah! di acara birthday nya Tasya ya?" tanya Livia setelah mengingatnya.


"Sepertinya iya" Jawab Xander pelan menatap tangannya.


"Kalau kau tunangan ku kenapa kau mengacuhkan ku saat itu?" tanya Livia to the point.


"Karena kau sedang berbicara dengan temanmu" jelasnya kembali menatap Livia.


"Tapi kan kau bisa menyapa ku paling tidak" entah mengapa Livia menjadi kesal saat mengingatnya.


"Sudah-sudah kita makan dulu nanti dibicarakan lagi" sela papi menghentikan perdebatan.


Livia yang sebenarnya masih ingin mengomel akhirnya menurut dan mulai menyantap hidangan yang baru disajikan dengan wajah cemberutnya.


Xander yang melihatnya justru tersenyum tipis, sangat tipis hingga tidak akan ada yang menyadarinya.


_____


...TBC...


...19 April 2022...

__ADS_1


__ADS_2