Racun cinta: Gadis Kecil Nakal

Racun cinta: Gadis Kecil Nakal
Episode 11 Rencana William


__ADS_3

Bayu dan nenek Siti baru saja pulang dari berbelanja, ya mumpung Bayu ada di rumah nenek Siti ingin sedikit menyegarkan diri dengan berjalan-jalan bersama cucu kesayangannya itu.


Rumah terlihat begitu sepi, ya maklum saja... Atea lebih sering menghabiskan waktunya untuk mendengarkan musik dikamarnya atau jalan-jalan dengan teman sebayanya. sedangkan bik Inah banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja di dapur dan mengembangkan pekerjaan rumah tangga lainnya.


Bruaakk...suara Bayu membanting pintu mobil, Bayu dan nenek Siti masuk kedalam rumah dengan di sambut oleh bik Inah yang siap membantu membawakan tas belanja yang di bawa oleh nenek Siti dan Bayu.


" Sini nya...biar saya bawa kebelakang" bik Inah mengambil tas belanja dari tangan nenek Siti.


"Bay...kamu bantu bik Inah bawa sebagian keranjang belanja ke dapur ya" nenek Siti meminta Bayu membantu bik Inah.


Bayu melangkah ke dapur dengan menenteng dua tas belanja sekaligus, baginya ini hanya hal kecil saja.


Setelah bik Inah selesai meletakkan tas di dapur, bik Inah segera kembali menemui nenek Siti untuk menyampaikan pesan dari tuan William" Nya...tadi ada telepon dari pak William, kebetulan saja yang menerima itu non Atea. kata ada hal yang ingin dibicarakan dengan nyonya".


Nenek Siti tersenyum mendengar ucapan dari bik Inah" Hemm... mereka sudah mulai ya, aku kira masih tahun depan acaranya".


Bayu hanya diam disamping neneknya. Bayu belum mengerti dengan apa yang di maksud oleh neneknya dengan kata " sudah mulai, mulai apa, acara apa dan yang lebih penting siapakah pak William itu?" gumamnya dalam hati.


" Baiklah bik...biar nanti aku akan menghubungi pak William sendiri atau jika dia menelepon lagi segera panggil aku" jelas nenek Siti kepada bik Inah.


Nenek Siti berjalan ke kamar Atea, ia ingin tahu apa yang dikerjakan oleh cucunya selama liburan ini. Nenek Siti berharap kalau Atea akan menghabiskan waktu liburan ini untuk belajar karena sebentar lagi ia akan mengikuti ujian Nasional.


Nenek Siti membuka pintu kamar Atea dengan mudah, seperti biasanya gadis nakal ini tidak pernah mengunci pintu kamar karena itu saat di asrama sekolah Atea sering kali kehilangan barang miliknya karena sering lupa mengunci pintu sebelum pergi keluar.


Krieett...nenek Siti membuka pintu, nenek Siti kaget melihat posisi tidur Atea : tidur dengan hanya memakai kaos dalam dan celana pendek, posisi tubuh terlentang, salah satu kaki bersandar di dinding dan yang lain diatas guling, kedua tangannya membentang ke kanan dan kiri serta yang paling parah itu air liurnya kemana-mana" Ya...tuhan, anak ini. Kapan bisa bertingkah lebih feminim sedikit sebagai seorang wanita. kalau tidurnya seperti ini jika sudah menikah suaminya mau di taruh dimana? Puh" nenek Siti cuma bisa menarik nafas dalam-dalam dan mengelus dada.


Kriiing... kriiing...suara dering Telepon, bik Inah segera berlari ke arah meja dimana telepon itu berada.


"Hallo...selamat sore dengan keluarga Atmadja, dengan siapa ini?"


" Hallo selamat sore juga, saya William Johnson ingin berbicara dengan ibu Siti Atmadja. Apakah beliau ada?"


"Oh...Pak William ya. Nyonya ada, sebentar saya panggilkan.."

__ADS_1


Bik Inah berjalan ke halaman belakang, seperti biasanya setiap sore nenek Siti selalu menikmati teh di halaman belakang sambil memandang ke arah kolam ikan.


" Nya...ada telepon dari bapak William" ucap bik Inah.


" Ya..bik" nenek Siti segera beranjak berjalan ke arah meja telepon.


" Hallo...Pak William" ucap nenek Siti untuk memastikan Telepon masih tersambung.


"Ya..apa kabar ibu Siti? ini saya William. Saya menelepon untuk membicarakan sesuatu dengan ibu Siti?"


"Saya baik dan sehat disini. Ya saya tahu apa yang kamu bicarakan dengan ku, tetapi apakah ini tidak terlalu cepat? cucuku masih belum lulus SMA, bulan depan setelah liburan ini baru ujian. Saya takut ini akan mempengaruhi ujiannya" jelas nenek Siti.


" Oh begitu ya... sebenarnya ini tidak terlalu mendesak, cuma anak saya sangat jarang ada waktu bisa pulang kerumah. kalau acaranya saya tidak masalah setelah lulus sekolah, saya hanya ingin mereka saling bertemu saja. jika nenek takut ini bisa mempengaruhi belajar cucu nenek mereka bisa saling bertemu tanpa tahu dari jauh saja" tanggapan atas William atas kekhawatiran nenek Siti.


" Baiklah... terimakasih atas pengertiannya, kapan mereka bertemu dan bagaimana caranya agar mereka tidak curiga satu sama lain?" tanya nenek Siti.


"Besok ibu Siti bisa meminta cucu ibu untuk datang Restoran Delima di Jalan merpati kanan jalan pukul 10 pagi, entah dengan alasan apa itu terserah ibu Siti saja. Sedangkan tugas saya disini memastikan anak saya datang kesana juga dan mereka bisa saling bertemu tanpa saling curiga" jelas William.


"Aku rasa ini ide yang bagus...baiklah saya setuju dengan ibu Siti" William mematikan teleponnya.


**


Rumah Mayor Jordan


Jordan dan Sarah baru saja pulang dari Rumah Sakit setelah seharian menemani kakek Johnson. mereka berdua masuk kedalam rumah.


" Ma...aku sangat lelah, aku akan istirahat dan bangunkan aku saat makan malam tiba" ucap Jordan.


" Baiklah sayang... mama akan membangunkan kamu saat makam malam tiba" jawab Sarah.


Jordan berjalan ke arah kamar tidurnya, begitu Sarah. hari ini memang sedikit melelahkan untuk mereka berdua.


.

__ADS_1


.


Beberapa jam telah berlalu, Sekarang sudah tiba waktunya makan malam. Sarah berjalan menuju kamarnya Jordan.


Tok...tok...tok Sarah mengetuk pintu kamarnya Jordan" Sayang bangun, sudah waktunya makan malam" namun Jordan tidak menyahut panggilan Sarah, karena masih berada di dalam kamar mandi.


Jordan akhirnya turun untuk makan malam, di meja makan sudah berkumpul orang tua Jordan. Sarah menyajikan makanan untuk William dan juga Jordan.


" Jordan, biasakan besok kamu membantu papa untuk mengantarkan sesuatu kepada teman papa. papa dan mama ada sedikit urusan?"


"Baiklah...apa yang bisa aku lakukan untuk membantu papa dan mama. lagipula aku juga sedikit bosan di rumah saja?"


" Tolong berikan antar obat ini, cucunya akan menunggumu di restoran Delima pukul 10 pagi" William menyodorkan sebotol obat.


" Baiklah...aku akan melakukan itu besok"


Jordan menerima botol obat itu dan akan mengirimkan obat Itu sesuai dengan alamat yang diberikan papanya.


------*****-------


#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


#BERI PENILAIAN DAN KRISANNYA YA...


BACA JUGA


👉 GADIS TOMBOMANISKU


👉MY EVIL TWIN SISTER 💕


SEE U NEXT TIME...


CAYOOOO....

__ADS_1


__ADS_2