
Bu Dina telah selesai memeriksa seluruh hasil pekerjaan para siswa dan mulai memasukkan nilai ke dalam buku daftar nilai miliknya secara satu persatu. semua anak sudah mengumpulkan buku itu kecuali satu nama yang tidak mengumpulkan tugas.
"ATEA ATMADJA" Panggil Bu Dina kepada gadis cantik ini karena hanya dia saja yang tidak mengumpulkan tugas dari bu guru yang terkenal cantik tetapi super killer ini.
mendengar suara dari Bu Dina saja gadis ini sudah merasa merinding, akan ada nenek sihir yang siap untuk menerkamnya. " I..iya Bu." jawab gadis cantik ini dengan sedikit gagap. perasaannya sudah mulai tidak enak sepertinya kali ini ia akan mendapatkan hukuman lagi.
"Mengapa engkau tidak mengumpulkan tugas yang diberikan sebelum liburan, diantara begitu banyak anak hanya namamu saja yang belum mengumpulkan."kata ibu Dina. guru cantik ini kemudian berjalan mendekat Atea.
gumam gadis manis ini dalam hati.
gadis cantik gadis manis ini seketika tabuhnya bergetar dan merasa deg-degan ketika melihat ibu guru yang seperti itu berjalan mendekatinya.
" Aduh! Matilah... Atea kau pasti akan di hukum oleh Bu Dina hari ini." gumam gadis manis yang di dalam hati. kali ini ia tidak akan bisa kabur lagi atau mengelak dari hukuman Bu Dina.
"sekarang serahkan hasil kerjamu kepada ibu" perintah ibu Dina kepada apa ya supaya gadis manis ini segera mengeluarkan buku tugasnya.
"Maaf, Bu. Saya lupa tidak mengerjakannya." jawab Atea sambil menundukkan kepala.
__ADS_1
Ibu guru cantik ini cuma tersenyum. "Atea... berdiri dan lari berkeliling lapangan basket 20 kali." perintah Bu Dina.
"Hah! 20 kali???" pekik gadis manis ini Seketika menelan ludah. matanya melotot karena sedikit terkejut "gila! 20 kali. sarapan juga cuma mie instan aku, sudah diminta lari keliling lapangan 20 kali." gumam gadis manis ini dalam hati. tapi apalah daya, ia bisa melaksanakan perintah Bu Dina.
Atea segera berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan dengan lesu dan gontai yang menuju pintu keluar kelas untuk melaksanakan hukuman. gadis cantik ini berjalan menyusuri lorong-lorong kelas kemudian menuruni anak tangga untuk menuju lapangan basket.
sesampainya di lapangan basket gadis ini segera berlari mengelilingi lapangan itu beberapa kali kemudian istirahat sejenak. para juga berkeliling sebanyak 5 kali, iya sudah merasa lelah dan nafasnya ngos-ngosan. gadis manis ini duduk di tepian lapangan sambil menyeka keringat yang ada di wajahnya.
tiba-tiba ada seseorang dari belakang menyadarkan sebotol air minuman kemasan untuknya.dengan cepat gadis manis ini mendongak ke atas untuk melihat Siapa yang sedang berdiri di belakangnya.
betapa terkejutnya gadis manis ini ketika melihat seseorang pemuda tampan yang ia kagumi, tengah berdiri dibelakangnya dan menyodorkan segelas air mineral untuk ia minum. sejenak wajah tampan yang tengah tersenyum kepadanya itu membuat gadis cantik ini tercengang dan bengong.
pemuda tampan ini kemudian duduk di sebelah gadis manis ini. " cepatlah minum, Bukankah kamu sangat haus?" kata pemuda tampan ini sambil membukakan tutup botol air minum kemasan itu kemudian memberikannya kepada Atea.
Deg...deg...
jantung gadis manis ini seakan berdetak sangat kencang seolah ingin melompat dari tempatnya. bagaimana tidak, pemuda yang selama ini iya kagumi secara diam-diam sekarang tengah duduk di sampingnya "dan memberikannya air minum.perasaan gadis manis ini sekarang sangatlah bahagia seolah tidak dapat diungkapkan.
__ADS_1
"Ya, tuhan. aku tidak sedang bermimpi bukan? kakak senior Tama duduk di sampingku sekarang. OMG... ingin rasanya aku meloncat girang saat ini. sepertinya aku harus berterima kasih kepada ibu Dina ha... ha..." gumam atea dalam hati.
secara tidak sadar gadis manis ini telah memandangi pemuda tampan ini hingga lebih dari 5 menit sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Hei... Cepat minum, memang sampai kapan kau ingin kau mau aku memegang botol ini." kata pemuda tampan ini sambil melambaikan tangannya di depan wajah gadis manis yang sedang bengong di hadapannya itu.
Atea segera tersadar. "Oh, ya. terimakasih kakak senior Tama." jawab gadis manis ini sembari mengambil botol air mineral yang berada di tangan pemuda itu.
" Eh, kakak. mengapa bisa berada di tempat ini? bukankah kelas kak ada di belakang dan tidak perlu melewati tempat ini jika ingin ke kamar mandi." tanya atea kepada kakak senior Tama.
"Oh, aku baru saja dari ruang OSIS. ada sedikit urusan disana dan secara kebetulan melihatmu sedang berlari mengelilingi lapangan basket ini. jangan-jangan kamu di hukum ya?" jawab pemuda ini dengan santai.
mendengarkan kata kakak seniornya itu, Wajah atea seketika memerah. ia merasa malu bukan main kepada kakak senior Tama. mengapa ia harus bertemu dengan pemuda tampan itu pada saat seperti ini. Bukankah itu akan menjatuhkan nilai dirinya di hadapan seniornya itu.
" Sial! mengapa bertemu dengan Kakak senior Tama, saat aku dihukum Bu Dina. Aduh... aku harus jawab apa ini? mau jujur, aku malu. tetapi berbohong juga percuma. Kakak Tama pasti jelas sudah tahu kalau aku dihukum mengelilingi lapangan ini. secara dia itu kan ketua OSIS dan jelas tahu peraturan dan tata tertib di kelas dan sekolah." guman Atea dalam hati.
----------****""..******""****----------
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like ya😘