
Plak... Tamparan keras mendarat di pipi Jordan" Mama kecewa kepadamu, bagaimana mungkin seorang laki-laki sejati seperti mu bisa melihat tubuh wanita yang bukan istrinya begitu saja" ucap Sarah sambil menangis.
Jordan melihat Sarah menangis hatinya begitu hancur" ma...aku benar-benar tidak sengaja, maafkan aku"
Namun Sarah hanya membuang muka, tidak ingin melihat wajah Jordan.
" Baiklah...aku akan bertanggungjawab dan menikahi gadis itu, jadi mama jangan menangis lagi" ucap Jordan sedikit terpaksa.
" Apa kau yakin...kau tidak membohongi mama. kamu mau menikah dengan gadis itu?" tanya Sarah memastikan.
"Iya...aku yakin dan mama juga tidak salah dengar. kalian atur saja kapan dan dimana pertunangan itu dilakukan, terserah kalian saja dan jika sudah siap kalian bisa memberitahu aku?" ucap Jordan.
Mayor jordan melangkah menuju ke kamarnya. sesampainya di kamar ia merebahkan tubuhnya di atas sofa" Puhh...Jordan dasar bodoh, bagaimana bisa kamu menerima begitu saja perjodohan ini. jelas-jelas kamu sudah menolaknya sejak dulu sampai kabur dari rumah juga. aku gak bisa bayangin deh kalau benar-benar sampai nikah sama gadis tengil itu" jordan sudah pusing kepala, tetapi mau bagaimana lagi ia terlanjur menyetujuinya. kalau tidak mamanya pasti akan membencinya.
Disisi lain di ruang tamu" Yes, mama sungguh hebat...bisa membuat jordan anak kita yang sekeras batu es itu luluh juga dan mau menerima perjodohan ini" ucap William dengan hati yang bahagia.
"siapa dulu dong, mama Sarah begitu. Lagian sampai kapan Jordan mau membujang terus, dengan sikapnya yang dingin dan super galak itu mana ada wanita yang berani mendekat. apalagi dia tinggal di dalam camp itu yang semua penghuninya adalah laki-laki kecuali tukang masak" ucap Sarah membanggakan diri.
"apapun itu alasannya, yang penting sekarang kita hanya perlu melanjutkan bagian kita untuk membertahu kepada pihak perempuan untuk ikut mempersiapkan segalanya. meskipun ini masih terlalu jauh juga untuk mempersiapkan pertunangan" jelas William dengan penuh semangat, akhirnya janjinya kepada almarhum temannya akan segera terlaksana.
"Kalau itu sih tugas papa, tugas mama cuma membujuk Jordan untuk menyetujuinya saja" gumam Sarah yang duduk di sofa di samping kakek Johnson.
Kakek Johnson berdiri dan berjalan mendekati William dan menepuk pundaknnya" Sarah benar, sebaiknya kamu segera memberitahukan kabar gembira ini kepada keluarga Atmadja. sebelum Jordan berubah pikiran" ucapnya.
__ADS_1
" Baiklah...aku akan segera berkunjung ke rumah keluarga Atmadja untuk membahas masalah ini" ucap William.
William Mengelurkan handpone dari sakunya kemudian menelepon ke rumah keluarga Atmadja.
Hallo...selamat sore juga, ini dengan pak William. ingin bicara dengan nenek Siti, beliau ada?" tanya William.
"Oh...nenek ya. baiklah tunggu sebentar akan saya panggilkan"
Bayu berjalan ke halaman belakang untuk mencari neneknya, jika sore hari bayu tahu benar neneknya pasti sedang minum teh di halaman belakang karena ini memang sudah kebiasaannya sejak dahulu.
" Nenek...ada telepon buat nenek" teriak bayu dari kejauhan dan berjalan mendekati neneknya.
Nenek Siti menoleh ke sumber suara Bayu" Ya...dari siapa?" jawabnya
Bayu yang sekarang sudah duduk di depan neneknya" dari bapak William katanya"
"Nek...Siapa sih sebenarnya bapak William itu? Kenapa sering sekali telepon kesini untuk mencari nenek?" tanya bau penasaran dengan sipa william sebenarnya.
Nenek siti mencoba menjelaskan sedikit tentang siapa william itu dari pada cucu kesayangannya ini penasaran.
"Oh...si William itu teman almarhum papamu dan dan ayah william, kakek johnson adalah teman nenek dulu sewaktu sekolah, dia dulu sering kesini saat kamu masih kecil dan atea masih dalam kandungan juga. tetapi sejak dia di pindah tugaskan ia jadi tidak pernah lagi kesini, tetapi tetap sering menelepon" jelas nenek siti.
"Emm... begitu, jadi dia itu teman papa" ucap bayu sambil tertawa cengengesan.
__ADS_1
"Memangnya kamu kira apa?" tanya nenek siti yang penasaran dengan ekspresi Bayu.
Bayu semakin tidak bisa menahan tawanya karena prasangka gilanya kepada sang nenek" Bayu kira mantan terindah nenek ha...ha..." ucap bayu.
"Huss...dasar bocah nakal, rasain nih" celetuk nenek siti dengan memukul pantat Bayu.
"Ough...ampun nek" keluh bayu sambil melarikan diri.
"Dasar bocah nakal, sudah jadi prajurit tetap saja kelakuannya seperti anak kecil"gumam nenek siti.
Nenek siti sudah sampai di depan meja telepon dan mengangkat telepon itu, tetapi sepertinya telepon itu sudah di putuskan oleh William. mungkin menunggu terlalu lama.
------*****-----
#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA
# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA
BACA JUGA
👉 GADIS TOMBOMANISKU
👉MY EVIL TWIN SISTER 💕
__ADS_1
SEE U NEXT TIME...
CAYOOOO