
Jordan yang sudah tidak bisa lagi membendung amarahnya lari secepat kilat mengejar atea.
"iblis kecil, berhenti kau disana atau kau akan menyesal" teriak Jordan sambil berlari mengejar atea.
" wueee..." atea menjulurkan lidah dan tetap berlari serta tak mengindahkan peringatan Jordan.
atea berlari menuju taxi, sebelum atea berhasil membuka pintu taxi terdengar suara tembakan. door...cess, tembakan tepat di ban mobil taxi yang diberhentikan atea.
sial...iblis tua ini temperamen dia tetap saja sekasar dulu dan seenaknya saja. supir taxi keluar an marah-marah.
"hei...nona, jika kau tidak mau naik taxi ku maka jangan membuatku sial begini, kau harus ganti rugi semua ini"maki supir taxi meminta tanggungjawab dari atea.
Jordan berjalan mendekat kearah atea yang sedang berdebat dekat supir taxi. Jordan melemparkan beberapa lembar uang yang dirasa cukup untuk membayar kerugian dari supir itu.
__ADS_1
" hai... sayang, ketemu lagi" ucap atea senyuman cengar-cengir penuh kepalsuan, dikepala gadis ini penuh dengan akal licik dan tipu muslihat. atea berusaha mencari celah Dimana dia bisa mencari kesempatan untuk kabur lagi.
"setan kecil...ikut aku" Jordan menyeret tangan atea dengan kasar untuk masuk kedalam mobilnya.
" sayang...sudah tiga tahun lebih, kenapa kau masih saja begitu tampan dan kuat" atea mengelus dada Jordan dengan lembut untuk menggodanya.
" anak nakal... sebaiknya kau jaga sikapmu atau kau akan menyesal, aku belum menghukum mu untuk 3 tahun ini" Jordan menarik dagu atea dan mendaratkan ciuman kasar di bibir mungil gadis ini.
"emm..hmm...huuh" atea berusaha mendorong Jordan dan mencuri nafas, ciuman itu seperti membuatnya kehilangan nafas.
dalam pikiran atea, jika bisa memilih mungkin dia berharap tidak pernah bertemu dengan seorang Jordan. Jordan laki-laki yang lebih menyeramkan seperti monster, posesif dan mudah sekali emosi. ya... meski Jordan termasuk laki-laki yang tampan, kuat, kaya dan berkuasa, tetapi justru yang membuat atea tidak tidak leluasa di sampingnya.
Jordan dan atea telah sampai dirumah Jordan. mereka berdua terun dari mobil, Jordan menggenggam erat tangan atea jika tidak begitu gadis nakal ini pasti akan kabur lagi. Jordan membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
" masuk...atau kau benar-benar takut denganku, aku tidak menyangka saja seorang atea bisa ada hal yang ditakuti juga" sindir Jordan yang memang dengan sengaja memancing atea.
" takut...kau terlalu meremehkan aku, memang apa yang harus aku takutkan darimu mayor jendral jor...dan" ucap atea sedikit menantang Jordan.
bruaakk... ceklakk, suara pintu dibanting dan kemudian dikunci dari dalam. Jordan melemparkan kunci pintu ke vas bunga dipojokan ruangan. ia mulai mendekat ke arah atea yang sedang berdiri sekitar 3 meter darinya.
" kau...apa yang aku inginkan" ucap atea yang mulai gugup. baginya Jordan yang sekarang ini tak layaknya seperti singa yang ingin memangsanya hidup- hidup.
"aku ingin kau membayar kenakalanmu tiga tahun lalu" senyum licik Jordan.
Jordan menarik tubuh atea dan melemparkannya ke sofa diruang tamu dan mulai mencumbunya.
------""*****""--------
__ADS_1
KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA
SEE U NEXT TIME....