
Rumah Atea
Atea baru saja sampai di rumah sejak ia bertemu dengan mayor Jordan di restoran delima tadi pagi.
Bruakk …tanpa sadar Atea membanting pintu depan rumahnya sebagai peampiasan kekesalannya terhadap sang mayor.
" sial…kenapa harus bertemu dia sih pagi-pagi, merusak mata dan hariku saja. Sumpah deh…kalau aku tahu mayortengil itu yang akan aku temui, mendingan aku tidak datang dan minta kak bayu saja yang mengambilkannya" gerutunya.
Bik inah yang mendengar pintu di banting segera berlari ke depan, ia mengira pintu itu lupa ia kunci sehingga terbanting keras saat tertiup angin.
"Eh…non Atea sudah pulang. bibi kira pintunya tertiup angina, jadi bibi cepat-cepat berlari ke depan untuk menutup pintunya. Ternyata non atea yang banting pintu ya" ucapnya.
Dengan wajah yang kesal dan cemberut atea menjawab ucapan bik inah" maaf bik…tidak ada maksud buat banting pintu, aku hanya sedang kesal saja"
" lho kok kesal…bukannya baru ketemu pangeran super ganteng ya non?" ucap bik inah keceplosan" Eh.." bik inah cepat-cepat menutup mulutnya.
"Bik inah kok tahu kalau aku baru ketemu sama cowok?" ucap atea heran dan sedikit curiga ,darimana bik inah tahu jika dia baru saja bertemu dengan seorang laki-laki, padahal ia baru pulang dan belum bercerita kepada siapa pun.
Wajah bik inah sedikit bingung mau jawab apa kepada pertanyaan atea, tidak mungkin juga ia membongkar rahasia nenek siti, jika hari ini sebenarnya pertemuan antara atea dan laki-laki itu adalah bagian dari rencana perjodohan yang dilakukan oleh nenek siti.
"Oh…itu ya non, bibi Cuma menebak saja. Soalnya biasanya non atea selalu marah-marah jika bertemu dengan cowok sombong dan nyebelin" jelas bik inah memcoba memberi alasan yang sedikit masuk akal.
" Emm…begitu ya, kirain bibi tahu darimana kalau aku tadi ketemu sama si mayor nyebelin itu"gumam atea.
__ADS_1
Bik inah Cuma tersenyum" untung saja non atea percaya, kalau tidak aku bisa mengacaukan semuanya" gumamnya dalam hati.
" Ya sudah non, saya mau melanjutkan pekerjaan saya dulu di belakang. Kalau non atea mencari nenek siti, beliau ada di dalam kamarnya" ucap bik inah lalu berlalu berjalan kearah dapur untuk melanjutkan memasak makan siang.
Atea melangkahkan kakinya ke kamar nenek siti dengan membawa paper bag berisi obat pesanan neneknya yang ia ambil dari mayor Jordan. Toto..tok..tok, atea mengetuk pintu kamar nenek siti" nek…nenek ada di dalam?" teriak atea dari luar kamar.
" Masuk saja sayang tidak dikunci kok" jawab nenek siti dari dalam kamar.
Atea membuka pintu dan masuk kamar nenek siti. Ia melihat neneknya sedang berbaing di atas tempat tidur, atea memdekat dan meletakkan paper bag di atas meja"nenek sedang tidak enak badan kah?"
"tidak kok cucuku sayang. Biasa badan sudah tua begini, maklum saja jika mudah capek. Bagaimana kamu tadi ketemu sama anak teman nenek yang mengantar obat tidak?"Tanya nenek siti.
Atea tersentak dan langsung ingat dengan obat yang dia bawa"Oh..ini nek, titipan dari pak William" ucap Atea.
" Enggak kok nek...tadi si mayor resek itu yang nganterin obat ini" celetuk Atea dengan wajah marah dan jengkel.
" Kok mayor resek...siapa itu? setahu nenek anak pak William itu anaknya baik dan tampan lagi" puji nenek Siti.
" Mayor resek itu ya si Jordan, atasan kak Bayu alias anaknya pak William. itu tadi yang nganterin obat ini, puh...nyebelin banget deh sumpah nek. muka datar kayak tembok raksasa Cina, bicaranya dingin kayak gunung Himalaya, lidahnya itu lho tajamnya minta ampun deh sekali ngomong jleebb...menancap di hati" jelas Atea panjang lebar.
" Ah...kamu ini, bicaramu itu lho kayak sudah pernah ketemu dia saja sebelumnya" nenek Siti tersenyum menanggapi ucapan Atea.
" Yah...nenek gak percaya, aku emang udah pernah ketemu dia di camp militer kak Bayu. si Jordan itu kan atasan kak Bayu nek, mayor jendral disana" ucap Atea.
__ADS_1
" Tapi ganteng to?" goda nenek Siti kepada Atea.
"idih..nenek genit deh, ganteng sih...ganteng banget malahan, cuma nyebelinnya itu yang buat aku gak tahan" ucap Atea.
"Ya sudahlah... baru ketemu sekali ya begitu, kalau sudah sering ketemu dan kenal pasti orangnya baik" ucap nenek Siti nasehati Atea.
"Siapa juga yang mau ketemu lagi sama cowok resek seperti itu nek, enggak mau" gerutu Atea." nek aku bobo sini ya, kangen"atea tidur di samping nenek Siti seperti anak kecil.
Nenek Siti membelai lembut rambut Atea sampai ia tertidur" dasar gadis nakal, keras kepala dan tidak mau mengalah".
------*****-----
#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA
# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA
BACA JUGA
👉 GADIS TOMBOMANISKU
👉MY EVIL TWIN SISTER 💕
SEE U NEXT TIME...
__ADS_1
CAYOOOO....