Racun cinta: Gadis Kecil Nakal

Racun cinta: Gadis Kecil Nakal
Episode 19 Kedatangan keluarga Jordan (2)


__ADS_3

Jordan berjalan ke arah pintu utama dan mulai membukanya. ceklakk...suara pintu terbuka.


Tiga pasang mata saling melotot dan berpandangan karena sama-sama kaget.


"Ka...ka..kamu" ucap mereka bersama-sama, Atea, Bayu dan Jordan.


" Ma...mayor" kolonel Bayu memberi hormat kepada Jordan.


Jantungnya dag dig dug tak karuan, sekarang Bayu tak lebih dari seorang bawahan yang sedang ketahuan bolos kerja oleh atasannya sendiri. Bayu menundukkan kepalanya, ia mengaku bersalah.


" sudahlah...kita tidak sedang berada di camp


" Ta...tapi mayor?"


" Masuklah...semua sudah menunggu kalian"


Mati aku, entah hukuman apa nanti yang akan aku terima karena ketahuan bolos dinas dan belum balik ke camp sampai sekarang, apakah mayor kesini untuk bertemu denganku, gumam kolonel Bayu dalam hati.


Atea melihat kakaknya yang menundukkan pandangannya langsung menarik tangan sang mayor keluar pintu" Kenapa...kamu yang mempersilahkan kami masuk rumah? inikan rumah kami" "hemm... ya" Jordan cuma menghela nafas panjang. Atea benar dia disini ia adalah tamu bukan tuan rumah.


" Kakak masuk duluan saja, aku masih mau ngomong sesuatu dengan dia" ucap Atea sambil menunjuk dada Jordan.


" Masuklah...aku juga ingin tahu apa yang akan dia bicarakan dengan ku"


Bayu memandang atea dengan menggelengkan kepala, seolah memberi tanda kepada adik perempuannya itu" Atea jangan cari masalah"


Bayu meninggalkan meninggalkan mereka berdua dan menuju ruang tamu. ia sedikit khawatir dengan adiknya yang suka sembarangan itu mencari masalah dengan Jordan, bisa-bisa hukuman Bayu akan tambah berat.


" Hey...gadis nakal, apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku" ucapnya sambil mendorong gadis manis ini hingga merapat ke daun pintu.


ceklak Jordan menutup pintunya dari luar, sekarang mereka berdua berada di luar rumah sedang yang lainnya di dalam.


"Sial...aku terpojok, wajahnya terlalu denganku" Gumam Atea dengan membuang muka.

__ADS_1


" Hey..." Jordan mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi dan lagi, dia memang sengaja melakukan itu. ia ingin tahu sejauh mana gadis yang akan di nikahinya ini akan melawan.


" Ka...ka..kamu mau ngapain" dengan gugup dan wajah merona nya semakin menggoda"Tak ada...cuma lihat banyak jerawat atau tidak" " Ah...dasar mayor mesum, apa sudah selesai melihatnya" terlihat jelas jika gadis ini sudah mulai jengkel dengan Jordan." Lumayan" jawabnya


Jordan melepaskan Atea dan duduk di kursi yang ada di teras" kamu ngomong apa?" tanyanya sekali lagi" Jangan... hukum kak Bayu, ia belum kembali ke camp karena membantuku mencari bahan-bahan untuk persiapan ujian sekolahku bulan depan" atea duduk di kursi di samping Jordan.


" Oh ya...apa hubungannya denganku, yang aku tahu dia melanggar perintah dari atasan dan aku harus menghukumnya"


" Tidak... jangan hukum kak bayu"


Jordan cuma tersenyum" itu tergantungmu... seberapa besar keinginanmu untuk meringankan hukuman kolonel Bayu" sepertinya seru juga jika aku mengerjai gadis tengil ini.


" Baiklah...apa yang kamu inginkan dariku, untuk menebus kesalahan kak Bayu"


" Biar nanti aku pikirkan" Jordan berdiri dari kursinya dan berjalan menuju pintu masuk dan membuka pintu.


Atea melepas satu sendalnya dan di genggamannya" Huh...ingin banget aku pukul mayor resek ini sama sendalku"gumamnya.


dia mengarahkan sendal itu ke punggung Jordan. tiba-tiba Jordan menoleh" ada apa...?" ia melihat sendal di tangannya atea yang mengarah kepadanya" Eh...gak apa-apa kok, cuma mau melempar sendal ke cicak, ya cicak"


" kau..." Atea langsung masuk ke dalam rumah dengan wajah cemberut.


Jordan tersenyum puas karena sudah berhasil mengerjai gadis nakal ini" dasar gadis tengil mana bisa kau melawanku" gumamnya kemudian mengikuti atea masuk ke dalam rumah.


Sesampainya di ruang tamu, nenek Siti memanggil Atea" Sayang...sini, nenek kenalkan dengan teman papa mu" nenek Siti tersenyum dan meminta atea mendekat untuk berkenalan dengan keluarga Johnson.


" Kenalkan yang duduk paling ujung itu kakek Johnson teman nenek dulu sekolah, yang ini Om William teman papamu dan yang cantik ini Tante Sarah istri Om William serta yang paling tampan berdiri disana itu..."


" Oh...itu Atea tahu nek, mayor resek kan"


"Puff...ha...ha..." semua orang yang ada di ruang tamu tertawaan mendengar ucapan Atea.


Aduh...sial, beraninya gadis ini balas dendam kepadaku dengan cara seperti ini, gumamnya dalam hati.

__ADS_1


" Atea sayang...jangan begitu, masak tampan dan baik begitu di bilang resek sih" ucap nenek Siti.


dalam pikiran atea" Hueek...ingin muntah aku dengar nenek bilang mayor resek ini tampan dan baik hati. Haiiiisss...asal nenek tahu saja, jika benar dia baik. kak Bayu tidak mungkin akan gemetar setiap ketemu sama si Jordan.


" Ya" jawab Atea tidak semangat.


" Jordan...sini duduk dekat nenek" nenek Siti sengaja mendekatkan posisi duduk Atea dan Jordan.


Jordan berjalan mendekat kepada nenek Siti kemudian duduk.


" Nanti kamu, menginap disini saja ya...nenek kangen sama kamu. sudah lama sekali sejak kamu kecil nenek baru bertemu lagi" ucap nenek Siti.


" Apa...gak...gak, atea Tia setuju" protes Atea.


" Ya...karena ini permintaan nenek, Jordan tidak bisa menolak"


" Kamu..." atea sebal sekali dengan Jordan, ia pasti sengaja melakukan itu.


Sarah berbisik kepada suaminya" pa... seperti Jordan kali ini dapat lawan yang seimbang, pasti seru" bisiknya.


akhirnya keluarga Johnson berpamitan pulang kecuali Jordan.


------*****-----


#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA


BACA JUGA


👉 GADIS TOMBOMANISKU


👉MY EVIL TWIN SISTER 💕

__ADS_1


SEE U NEXT TIME...


CAYOOOO


__ADS_2