
Akhirnya, ia berhasil meraih handphonenya "Hallo... Jordan, bagaimana keadaan diatas?" Tanya Bayu.
Jordan menghela nafas panjang" Disini sangat menyenangkan..." pertanyaan bodoh. "Cepat cari bantuan, apa kau menunggu kami jatuh" teriaknya" Kakak... tolong, aku takut" teriaknya menangis sesenggukan.
Gradakk...gradakk...."Aaaaa...."
" Tenanglah! pejamkan matamu, jangan lihat ke bawah! kita akan baik-baik saja" melihat wajah atea yang sedang memejamkan mata dan berpegangan dengan erat ke tubuhnya.
wajah gadis tengil yang biasanya nyebelin dan suka maki orang ini sedang ketakutan, sepertinya memang sedikit aneh tapi lucu. Haiiiist...mikir apa aku ini, posisi sudah bahaya begini masih saja pikiran kemana-mana. lama banget sih, benahi mesin gitu saja. apa gak tahu ini sudah pegel juga sesak, gumamnya dalam hati.
Sekitar 1 jam perbaikan di lakukan dan mesin bisa bekerja kembali dengan normal. Atea yang tadinya ketakutan dan memeluk Jordan dengan erat malah keterusan. memejamkan mata sambil memeluk dan di balas pelukan dari Jordan yang hangat membuat gadis ini yang awalnya ketakutan menjadi ketiduran karena lamanya waktu perbaikan.
Jordan melihat kembali ke arah gadis manis ini" Haiiiist....dasar gadis tengil, katanya takut! malah tidur" umpatnya jengkel.
Roda sudah berputar lagi hingga sekarang keduanya sudah tiba di bawah. Bayu segera berlari untuk melihat keadaan adiknya.
Jordan keluar dari kabin bianglala dengan membopong Atea" Haiist...ini cewek keterlaluan sekali, di dalam keadaan genting seperti ini bisa-bisanya tidur" gumamnya dengan terus melangkah.
Bayu datang menghampiri, ia mengira adik kesayangannya itu sedang pingsan karena takut." Jordan! bagaimana keadaannya?" berdiri tepat didepan Jordan dengan panik.
"Tidur!" jawabnya dengan terus melangkah, menuju mobil" What! Tidur!" sang kakak terheran-heran mendengar perkataan Jordan kemudian mengikutinya dari belakang. sesampainya di mobil Jordan menidurkan Atea di kursi belakang dan meminta Bayu menemaninya" Biar aku yang mengemudi, kau temani saja dia" masuk mobil dan duduk di kursi kemudi. Bayu duduk di samping atea di belakang.
__ADS_1
Jordan menyalakan mesin mobil dan melajukan itu dengan kecepatan sedang. Bayu yang masih penasaran dengan kata-kata Jordan mengamati adiknya yang sekarang bersandar di pundaknya." ini anak pingsan apa benar-benar tidur sih?". Pletakk...Bayu menyentil kening adiknya, untuk memastikan ia tidur atau pingsan. kalau ia tidur pasti akan bangun karena keningnya sakit, tetapi benar pingsan, tentu beda lagi urusannya.
" Ough...Jordan resek! biarin aku tidur. ngantuk tahu" keluhnya dengan marah.
" Hey...bangun" teriak Bayu. Pletakk... sekali lagi "Ough...sakit tahu" Atea bangun sambil menggerutu dengan bibir manyun jengkel" Eh..kak Bayu he..he.. aku kira si resek itu"
" Yang resek itu kamu dik...nyawa sudah diujung tanduk begitu. masih saja bisa tidur sampai ngiler begitu heh..." Omelan Bayu untuk adiknya yang perilakunya sedikit spesial ini.
" Huh...jangan salahkan aku dong, aku tadi ketakutan diatas Sam..paii...." menyembunyikan muka, dengan jaket yang di pakaikan Jordan tadi. Ia berhenti berkata, ia teringan kejadian di atas tadi. waktu ia sangat ketakutan, tidak di pungkiri bahwa yang telah memenangkan ia adalah laki-laki yang selalu ia panggil dengan panggilan"Si Mayor resek" karena perhatian dan kehangatan tubuhnya, membuat Atea lupa dengan rasa takutnya. bahkan ia sendiripun tidak tahu sejak kapan ia tertidur di pelukan si resek Jordan.
"Sampai apa? sampai tidur!" sindir Bayu.
"Kakakk..." teriaknya karena malu.
Kak Bayu nyebelin, masak aku di bilang babi. mana ada babi cantik dan imut, ngegemesin seperti aku ini. aduh...kenapa sih? aku tadi bisa tertidur di pelukannya juga, malu banget rasanya. mau di taruh dimana ini muka kalau ketemu dan bertatap muka dengan dia langsung, gumamnya dalam hati.
Jordan melihat dari kaca spion mobil dan tersenyum. mereka berdua memang kakak dan adik yang saling menyayangi, meskipun terkadang keduanya juga sama-sama konyol. pada akhirnya ia juga jadi sopir bagi keduanya, hemm...secara tidak langsung sih ha..ha.. pikirnya yang sedang senyum-senyum sendiri di depan.
" Puff... Bay, babi peliharaan kamu lumayan berat juga loh tadi" sindir Jordan kepada atea.
Hah...babi?berat! Sial...aku di bilang berat lagi. jadi yang gendong aku ke mobil bukan kakak, tetapi dia. Aaaa....pingin banget aku kotak itu si Jordan, enak saja bilang aku berat. atea geram sendiri dalam hatinya tidak terima di katakan babi berat.
__ADS_1
Mereka baru saja sampai di rumah, setelah mobil berhenti dan terparkir. Mereka bertiga langsung turun dari mobil. Bruaakk...pintu mobil di tutup" Minggir...minggir" Atea nyelonong masuk rumah duluan. "Hey" teriak Bayu" Dasar tidak sopan" tambahnya.
Jordan cuma tersenyum tipis" Gadis seperti dia mana mikir, sopan gak sopan" pikirnya.
Atea berlari menuju kamarnya dan masuk langsung menguncinya dari dalam. ia melempar jaket yang ia gunakan untuk menutup kepala tadi ke atas kursi. ia meloncat ke atas tempat tidur dan bersembunyi di balik selimut sambil terus mengomel karena jengkel Sepanjang Perjalanan tadi di jadikan objek candaan kakaknya dan Jordan.
" Bodoh amat deh, mau tidur saja" atea tidak bisa tidur, ia berguling ke kanan dan ke kiri sampai tengah malam. tetapi ia belum bisa tidur, sedangkan Bayu dan Jordan sudah tertidur pulas.
Tek...Tek...Tek...jarum jam terus berputar, sesudah menunjukkan pukul 3 pagi. tetapi mata Atea tak kunjung bisa terpejam. " Haisst...sebel, sebel, sebel. kalau begini terus, bisa jadi panda aku besok" gerutunya memukul-mukul bantal di tangannya, dan itu terus berlangsung sampai akhirnya tanpa ia sadari, ia sudah ngantuk dan tertidur saat hari menjelang pagi.
------*****-----
#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA
# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA
BACA JUGA
👉 GADIS TOMBOMANISKU
👉MY EVIL TWIN SISTER 💕
__ADS_1
SEE U NEXT TIME...
CAYOOOO